Surah At-Taghabun : Ayat 5
أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَؤُا۟ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَبْلُ فَذَاقُوا۟ وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir terdahulu. Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih."

Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini mengingatkan orang-orang kafir tentang nasib para pendahulu mereka yang harus dijadikan cermin. Allah berfirman, 'apakah belum sampai kepadamu, wahai orang-orang kafir, berita orang-orang kafir dahulu seperti umat nabi nuh, nabi lut, dan nabi musa' maka mereka telah merasakan akibat buruk dari perbuatannya dengan mendapat azab di dunia; dan mereka pun akan memperoleh azab yang pedih di akhirat. 6. Ayat ini menjelaskan alasan orang-orang kafir menolak kehadiran para rasul. Allah menyatakan bahwa yang demikian itu, yakni penolakan mereka terhadap para rasul, karena sesungguhnya ketika rasul-rasul datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan tentang ajaran Allah; lalu mereka berkata di hadapan para rasul itu dengan nada melecehkan, 'apakah pantas manusia yang memberi petunjuk kepada kami, bukan malaikat'' lalu mereka menolak ajaran para rasul dan berpaling dari kebenaran; padahal Allah tidak memerlukan keimanan mereka. Dan Allah mahakaya dari ketergantungan kepada makhluk, maha terpuji dalam sifat dan perbuatan-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 5-6 Allah SWT berfirman memberitahukan tentang umat-umat terdahulu dan apa yang telah menimpa mereka berupa azab dan pembalasan karena mereka menentang para rasul dan mendustakan kebenaran. Jadi Allah SWT berfirman: (Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu?) yaitu kisah mereka dan apa yang telah dialami oleh mereka (Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka) yaitu, balasan yang buruk akibat kedustaan mereka dan amal perbuatan mereka yang jahat, yaitu hukuman yang menimpa mereka di dunia ini. (dan mereka memperoleh azab yang pedih) yaitu di akhirat nanti, di samping azab dunia. Kemudian disebutkan penyebabnya melalui firmanNya: (Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan) yaitu, dengan hujjah-hujjah, dalil-dalil, dan keterangan-keterangan yang jelas (lalu mereka berkata, "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?”) yaitu mereka menganggap mustahil jika rasul itu dari kalangan manusia, dan petunjuk mereka ada di tangan manusia yang sama seperti mereka (lalu mereka ingkar dan berpaling) yaitu mendustakan kebenaran dan enggan mengamalkannya (dan Allah tidak memerlukan (mereka)) yaitu dari mereka (Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji)
Tafsir As-Sa'di
5. Setelah Allah menyebutkan sifat-sifatNya yang sempurna dan agung, yang dengan sifat-sifat tersebut Allah bisa diketahui dan disembah, segala usaha dicurahkan demi mencari ridhaNya dan menjauhi murkaNya, selanjutnya Allah menyebutkan apa yang Dia lakukan terhadap umat-umat terdahulu dan masa-masa yang telah berlalu. Di mana orang-orang yang datang kemudian senantiasa membicarakan mereka dan mengisahkan tentang orang-orang shalih. Ketika para rasul mendatangi mereka dengan kebenaran, mereka mendustakan para rasul itu dan menentang. Kemudian Allah menimpakan akibat buruk perbuatan mereka di dunia dan juga kehinaan. “Dan mereka memperoleh azab yang pedih” di akhirat.
Tafsir Al-Wajiz
5. Wahai orang kafir! Apakah kalian tidak mendapatkan kabar (Istifham sebagai bentuk keterkejutan atas perilaku mereka) tentang orang-orang kafir terdahulu, seperti kaum Nuh, kaum ‘Aad, dan kaum Tsamud. Mereka di dunia merasakan hukuman atas kekufuran mereka. Al-Wabal adalah beban berat yang dihasilkan oleh perbuatan mereka. Perbuatan mereka yaitu kekufuran mereka. Bagi mereka siksa yang pedih di akhirat, yaitu azab neraka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com