Surah Al-Munafiqun : Ayat 5
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ لَوَّوْا۟ رُءُوسَهُمْ وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini menjelaskan penolakan orang-orang munafik, apabila diajak beriman dan memohon ampun kepada Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka dalam berbagai kesempatan, 'marilah beriman kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasulullah memohonkan ampunan bagimu dari segala kesalahan kamu, ' mereka membuang muka, karena keengganan mereka untuk beriman; dan engkau lihat mereka berpaling dari ajakanmu dengan menyombongkan diri, karena merasa dirinya hebat. 6. Allah mengingatkan nabi bahwa sama saja bagi mereka, orang munafik yang tetap dalam kemunafikannya hingga mati, apakah engkau wahai nabi Muhammad memohonkan ampunan untuk mereka, atau engkau tidak memohonkan ampunan bagi mereka, Allah tetap saja tidak akan mengampuni mereka yang mati dalam keadaan munafik; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik, yaitu orang-orang yang terus menerus berbuat dosa hingga pikiran dan mereka tertutup dari cahaya Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 5-8 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang munafik, semoga laknat Allah menimpa mereka bahwa mereka itu: (apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu," mereka membuang muka mereka) yaitu mereka menghalang-halangi dan berpaling dari apa yang dikatakan kepada mereka dengan sombong dan menghina. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan kamu lihat mereka berpaling, sedangkan mereka menyombongkan diri) Kemudian Allah membalas mereka atas hal itu. Maka Allah SWT berfirman: (Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (6)) Sebagaimana yang disebutkan di dalam surah At-Taubah. Pembahasannya telah dijelaskan sebelumnya dan hadits-hadits yang diriwayatkan tentangnya. Ibnu Abu Hatim berkata, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar Al-’Adani yang berkata bahwa Sufyan berkata tentang firmanNya: (mereka membuang muka mereka) Ibnu Abu Umar berkata bahwa Sufyan memalingkan mukanya ke arah kanan seraya melirikkan pandangan matanya dengan pandangan yang sinis, lalu berkata bahwa seperti inilah sikap mereka. Telah disebutkan beberapa ulama salaf, bahwa konteks ayat ini diturunkan tentang dengan Abdullah bin Ubay bin Salul, sebagaimana yang akan kami terangkan, jika Allah SWT menghendaki. Qatadah dan As-Suddi berkata bahwa ayat ini diturunkan terkait Abdullah bin Ubay bin Salul. Demikian itu karena ada seorang pemuda dari kerabatnya melapor kepada Rasulullah SAW dan menceritakan kepada beliau tentang Ibnu Salul. Maka Rasulullah SAW memanggilnya, tetapi ternyata dia bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa dirinya tidak mengatakannya dan berlepas diri dari hal itu. Maka orang-orang Anshar mendatangi pemuda itu dan mencacinya. Lalu Allah menurunkan firmanNya mengenai peristiwa ini, sebagaimana yang kalian dengar. Kemudian dikatakan kepada musuh Allah, "Sebaiknya kamu datang menghadap kepada Rasulullah SAW" tetapi dia memalingkan mukanya, yaitu aku tidak melakukannya. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata,"Ketika kami bersama Rasulullah SAW dalam suatu peperangan, maka ada seorang lelaki dari kalangan Muhajirin mendorong seorang lelaki dari kalangan Anshar. Maka orang Anshar berkata,”Hai orang-orang Anshar!” Sedangkan orang Muhajirin berkata, “Hai orang-orang Muhajirin!”. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Mengapa seruan jahiliah itu muncul lagi?Tinggalkanlah itu, karena sesungguhnya itu busuk" Abdullah bin Ubay bin Salul berkata,"Sungguh mereka melakukan itu. Demi Allah, sesungguhnya jika kita kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah darinya" Jabir berkata bahwa orang-orang Anshar di Madinah lebih banyak daripada orang-orang Muhajirin di saat Rasulullah SAW baru tiba di Madinah, kemudian setelah itu kaum Muhajirin bertambah banyak. Maka Umar berkata,"Biarkanlah aku memenggal batang leher orang munafik ini" Tetapi Rasulullah SAW bersabda: “Biarkanlah dia” agar orang-orang tidak membicarakan bahwa nabi Muhammad membunuh temannya sendiri”
Tafsir As-Sa'di
5. “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “ kepada orang-orang munafik, “Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu,” dari apa pun yang mereka lakukan agar kondisi mereka membaik dan amal mereka dapat diterima, mereka benar-benar enggan untuk itu dan “membuang muka mereka,” karena enggan meminta doa dari Rasulullah “Dan kamu lihat mereka berpaling” dari kebenaran, karena kebencian mereka terhadap kebenaran itu, “sedang mereka menyombongkan diri” untuk mengikutinya disertai dengki dan membangkang. Inilah kondisi mereka ketika diajak untuk meminta didoakan oleh Rasulullah.
Tafsir Al-Wajiz
5. Ketika dikatakan kepada orang-orang munafik: “Marilah beriman kalian, maka Rasulullah akan memintakan ampun untuk kalian dari apa yang kalian lakukan berupa dosa! Kemudian mereka memalingkan wajah mereka dari pembicaraan dengan sombong. Kamu akan mendapati mereka menolak apa yang kamu bicarakan dan kamu serukan kepada mereka yaitu permohonan ampun (darimu). Mereka adalah orang-orang yang enggan bertaubat. Ibnu Jarir dari Qatadah berkata: “Dikatakan kepada Abdullah anak ayahku: “Jika datang kepadamu Nabi SAW, maka beliau akan memintakan ampun untukmu”, kemudian dia memalingkan kepalanya, lalu turunlah ayat ini pada ketika itu juga”