Tafsir Ringkas Kemenag
Pengusiran kaum yahudi di madinah merupakan ketetapan Allah dan atas izin-Nya. Apa yang kamu tebang dan bakar di antara pohon kurma yang berada di dekat benteng yahudi atau yang kamu biarkan batang pohon kurma itu tumbuh berdiri di atas pokoknya, maka pada hakikatnya ide untuk melakukan itu muncul dengan izin Allah. Penebangan dan pembakaran pohon kurma, karena orang-orang yahudi itu bersembunyi di dalam benteng yang berada di balik pohon kurma. Mereka tidak akan pernah keluar dari benteng itu untuk menyerahkan diri kepada rasulullah kecuali setelah merasa sesak terkena asap; dan oleh sebab itu, perintah penebangan dan pembakaran pohon kurma itu karena dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik, yakni kaum yahudi di madinah yang mengacau keamanan, mengkhianati kesepakatan damai dengan kaum muslim, dan merencanakan pembunuhan terhadap rasulullah. 6. Pada ayat ini Allah menerangkan hukum fai', yakni rampasan perang yang ditinggalkan musuh setelah sebelumnya Allah menjelaskan bahwa rasulullah mengepung dan mengusir kaum yahudi di madinah. Mereka hanya dibolehkan membawa harta yang bisa dibawa oleh seekor unta. Dan harta rampasan berupa fai', yaitu yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran, maka harta itu dari mereka, berasal dari musuh, diberikan oleh Allah kepada rasul-Nya untuk mengharumkan islam. Kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya dalam pertempuran, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya, termasuk kepada nabi Muhammad untuk mengalahkan siapa saja yang dia kehendaki di antara musuh-Musuh-Nya sehingga dengan kekuasaan ini rasulullah mendapatkan fai'. Dan Allah mahakuasa atas segala sesuatu sehingga bukanlah suatu yang sulit bagi Allah menolong rasul-Nya mengusir dan menghinakan kaum yahudi di madinah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Allah SWT memberitahukan bahwa semua yang ada di langit dan bumi bertasbih mengagungkanNya, bersujud kepadaNya, dan mengesakanNya. Sebagaimana firmanNya SWT: (Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka) (Surah Al-Isra: 44) Firman Allah SWT: (dan Dialah Yang Maha Perkasa) yaitu Dzat Allah Maha Perkasa (lagi Maha Bijaksana) yaitu dalam takdir dan syariatNya. Firman Allah SWT: (Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab) yaitu orang-orang Yahudi Bani Nadhir, Pendapat ini dikatakan Mujahid, Az-Zuhri dan lainnya. Dahulu Rasulullah SAW ketika tiba di Madinah mengadakan perjanjian perdamaian dengan mereka, dan beliau SAW memberikan janji dan jaminan kepada mereka bahwa beliau tidak akan memerangi mereka dan mereka tidak memerangi beliau. Kemudian mereka merusak perjanjian yang disepakati antara mereka dan Nabi SAW. Maka Allah SWT menimpakan pembalasanNya kepada mereka yang tidak dapat ditolak, dan Allah menurunkan kepada mereka ketetapanNya yang tidak dapat dihalangi. Maka Nabi SAW mengusir mereka dari benteng-benteng mereka yang kuat, padahal kaum muslim tidak menginginkan apa yang ada di dalamnya. Mereka mengira bahwa benteng-benteng mereka dapat melindungi mereka dari pembalasan Allah, ternyata itu sama sekali tidak berguna bagi mereka dari pembalasan Allah, dan pembalasan Allah yang tidak mereka duga-duga sebelumnya menimpa mereka. Rasulullah SAW memberangkatkan dan mengusir mereka dari Madinah, dan ada segolongan dari mereka yang berangkat menuju Adzri'at, bagian dari dataran tinggi negeri Syam yang merupakan tanah mahsyar dan tanah penghimpunan. Segolongan dari mereka ada yang pergi ke tanah Khaibar, dan Rasulullah SAW mengusir mereka dari tempat tinggalnya dengan syarat bahwa mereka boleh membawa apa yang bisa dibawa unta mereka. Jadi mereka terlebih dahulu merusak semua barang yang terdapat di dalam rumah-rumah mereka yang tidak dapat mereka bawa. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan) yaitu renungkanlah akibat yang dialami orang-orang yang menentang perintah Allah dan menentang RasulNya, serta mendustakan KitabNya, bagaimana Allah menimpakan pembalasanNya yang menghinakan di dunia disertai dengan azab yang pedih yang telah disediakan di akhirat. Firman Allah SWT: (Kamu tiada menyangka bahwa mereka akan keluar) yaitu di masa kalian mengepung dan memblokir mereka, yang memakan waktu enam hari, mengingat benteng-benteng mereka berlindung sangat kuat. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka) yaitu hukuman Allah datang menimpa mereka yang mana mereka tidak pernah menduganya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (Sesungguhnya orang-orang yang .sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari (26)) (Surah An-Nahl) Firman Allah SWT: (Dan Allah mencampakkan rasa gentar ke dalam hati mereka) yaitu takut, gentar, dan kaget. Bagaimana tidak terjadi demikian atas mereka karena mereka dikepung oleh Nabi SAW yang diberi pertolongan melalui rasa takut dan gentar yang mencekam sejauh perjalanan satu bulan. Firman Allah: (mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman) yaitu membongkar bagian yang mereka anggap baik berupa atap dan pintu-pintu mereka, lalu mereka bawa di atas unta mereka. Demikian juga dikatakan Urwah bin Az-Zubair dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam serta lainnya. Firman Allah: (Dan jikalau tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia) yaitu seandainya Allah tidak menetapkan bagi mereka pengusiran itu, yang mengakibatkan mereka terusir meninggalkan rumah dan harta mereka, sungguh bagi mereka di sisi Allah ada azab lainnya, berupa dibunuh, ditawan dan lainnya. Pendapat ini dikatakan Az-Zuhri dari Urwah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid, karena sesungguhnya Allah memastikan atas mereka bahwa Dia akan mengazab mereka di dunia ini bersamaan dengan azab yang disediakan bagi mereka di akhirat, yaitu dalam neraka Jahanam. Qatadah berkata bahwa (Al-Jala’) yaitu keluarnya manusia dari suatu negeri ke negeri lain. Adh-Dhahhak berkata bahwa Rasulullah SAW mengusir mereka ke negeri Syam dan memberikan kepada setiap tiga orang dari mereka seekor unta dan air minumnya; inilah maksud “al-jala’”. Firman Allah SWT: (Dan bagi mereka di akhirat azab neraka) yaitu sebagai kepastian yang harus dan tidak boleh tidak bagi mereka. Firman Allah SWT: (Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya) yaitu, Sesungguhnya Allah SWT memberlakukan hal itu kepada mereka dan menguasakan mereka kepada RasulNya dan para hambaNya yang beriman tidak lain karena mereka menentang Allah dan RasulNya, serta mendustakan apa yang diturunkan Allah kepada para rasulNya yang terdahulu yang memberitahukan kabar gembira tentang nabi Muhammad SAW, sedangkan mereka mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Kemudian Allah berfirman: (Barang siapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya) Firman Allah SWT: (Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu "biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik (5)) “Al-lin” adalah sejenis kurma yang baik. Kebanyakan mufasir berkata bahwa yang dimaksud dengan “al-lin” adalah segala jenis kurma selain ajwah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik (5)) dia berkata bahwa memaksa mereka untuk turun dari benteng-benteng mereka, maka mereka menebangi pohon-pohon kurma itu. Dan terjadilah rasa berdosa dalam hati mereka. Maka mereka mengatakan,"Kita menebangi sebagian dan membiarkan sebagian lainnya. Maka marilah kita bertanya kepada Rasulullah SAW, apakah kita mendapat pahala karena menebanginya? dan apakah kita mendapat dosa karena membiarkan sebagiannya?" Maka Allah menurunkan firmanNya: (Apa saja yang kamu tebangi dari pohon kurma (milik orang-orang kafir))
Tafsir As-Sa'di
5. Dan ketika orang-orang Yahudi Bani Nadhir mencela Rasulullah dan kaum Muslimin karena menebang pohon kurma serta pepohonan yang lain, dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah merupakan tindakan pengrusakan sehingga mereka pun mencela kaum Muslimin, maka Allah mengabarkan bahwa menebang pohon kurma atau membiarkannya (tumbuh), semua itu adalah dengan izin dan perintah dari Allah, “dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik,” di mana mereka telah menguasakan kalian untuk menebang dan membakar pohon kurma mereka, agar hal itu menjadi siksaan dan kehinaan bagi mereka di dunia serta kerendahan yang dengannya diketahui betapa sempurnanya kelemahan mereka sehingga tidak mampu melindungi pohon kurma mereka yang merupakan materi kekuatan mereka. Kata ‘alliinatu’ adalah kata yang mencakup semua jenis pohon kurma menurut kemungkinan (makna bahasa Arab) yang paling benar dan paling tepat. Inilah kondisi Bani Nadhir, maka (saksikanlah) bagaimana Allah menghukum mereka di dunia.