Surah Al-Hujurat : Ayat 5
وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا۟ حَتَّىٰ تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Tafsir Ringkas Kemenag
4-5. Setelah ayat yang lalu memuji orang-orang yang berlaku sopan kepada nabi dengan merendahkan suaranya ketika berbicara dengan beliau, ayat ini mengecam orang-orang yang berlaku tidak sopan. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau dengan cara yang tidak sopan dari luar kamar kediamanmu dan kediaman istri-istrimu kebanyakan mereka tidak mengerti tata krama penghormatan dan peng-agungan yang seharusnya dilakukan kepadamu. Dan sekiranya mereka bersabar, yakni tidak memanggil-manggil namamu sampai engkau keluar dari kamarmu untuk menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka di sisi Allah. Dan itu tidak dilakukan oleh mereka, namun Allah tidak menyiksa mereka. Allah maha pengampun bagi siapa yang bertobat, maha penyayang kepada hamba-Nya yang taat. Berkaitan dengan ayat ini terdapat riwayat bahwa sekelompok rombongan bani tamim datang untuk menemui nabi dan mereka memanggil-manggil dari luar kamarnya, 'hai Muhammad, keluarlah untuk menemui kami'. Nabi dengan berat hati menemui mereka, padahal ketika itu beliau sedang beristirahat. Ayat ini mengecam sikap mereka yang berlaku tidak sopan kepada rasulullah. 6. Setelah kelompok ayat-ayat yang lalu menguraikan tuntunan bagai-mana bertatakrama dengan rasullah, kelompok ayat ini menguraikan bagaimana berlaku dengan sesama manusia, termasuk kepada orang fasik. Diawali dengan tuntunan bagaimana menghadapi orang fasik, Allah berfirman, wahai orang-orang yang beriman! jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita yang penting, maka ja-nganlah kamu tergesa-gesa menerima berita itu, tetapi telitilah terlebih dahulu kebenarannya. Hal ini penting dilakukan agar kamu tidak mence-lakakan suatu kaum karena kebodohan atau kecerobohan kamu mengikuti berita itu yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu yang terlanjur kamu lakukan. Ayat ini memberikan tuntunan kepada kaum muslim agar berhati-hati dalam menerima berita terutama jika bersumber dari orang yang fasik. Perlunya berhati-hati dalam menerima berita adalah untuk menghindarkan penyesalan akibat tindakan yang diakibatkan oleh berita yang belum diteliti kebenarannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 4-5 Kemudian Allah SWT mencela orang-orang yang memanggil Nabi SAW dari luar kamar, yakni kamar istri-istri beliau, seperti yang dilakukan orang-orang Arab Badui yang keras dan kasar wataknya. Jadi Allah SWT berfirman: (kebanyakan mereka tidak mengerti) Kemudian Allah SWT membimbing untuk berlaku santun dalam hal itu. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka, sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka) yaitu tentulah hal tersebut mengandung kebaikan dan kemaslahatan bagi mereka di dunia dan akhirat. Kemudian Allah SWT menyeru mereka untuk bertaubat dan kembali kepadaNya: (dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)
Tafsir As-Sa'di
5. Karena itulah Allah berfirman, “Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Yakni, Maha Pengampun atas segala dosa yang dilakukan hamba-hambaNya serta sikapnya yang tidak beradab, Maha Penyayang terhadap mereka karena tidak menyegerakan azab karena dosa-dosa yang mereka lakukan tersebut.
Tafsir Al-Wajiz
5. Meskipun mereka tengah menunggu kamu keluar, sesungguhnya kesabaran mereka lebih baik daripada keburu-buruan mereka. Dimana di dalamnya terdapat tata krama dan suatu pengagungan terhadap derajatmu. Allah adalah Dzat yang luas ampunanNya bagi orang-orang yang meminta ampunan dan memiliki keluasan rahmat bagi orang-orang yang bertaubat. Hal ini hanya sebatas nasehat dan teguran bagi orang-orang yang buruk tata kramanya