Surah Fussilat : Ayat 5
وَقَالُوا۟ قُلُوبُنَا فِىٓ أَكِنَّةٍ مِّمَّا تَدْعُونَآ إِلَيْهِ وَفِىٓ ءَاذَانِنَا وَقْرٌ وَمِنۢ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَٱعْمَلْ إِنَّنَا عَٰمِلُونَ
"Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Penolakan dan keberpalingan orang-orang musyrik mekah terhadap Al-Qur'an itu mereka nyatakan dalam bentuk pengakuan langsung. Dan mereka orang-orang musyrik mekah itu, berkata, 'hati dan akal pikiran kami sudah tertutup dan terkunci rapat dari apa yang engkau seru kami kepadanya, dan telinga kami sudah tersumbat sehingga kami tidak dapat mendengar apa pun yang engkau sampaikan, dan di antara kami dan engkau ada dinding pembatas yang sangat tebal. Oleh karena itu, lakukanlah apa yang sesuai menurut kehendakmu, dan demikian pula sesungguhnya kami akan melakukan apa yang sesuai menurut kehendak kami. '6. Setelah mendengar pernyataan langsung dari kaum musyrik me-kah tentang penolakan mereka tersebut, Allah memerintah nabi Muhammad untuk menjawabnya. Katakanlah kepada mereka, wahai nabi Muhammad, 'aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu juga. Aku adalah nabi dan rasul Allah dengan membawa Al-Qur'an yang diwahyukan kepadaku. Di dalam Al-Qur'an itu terdapat ajaran dasar bahwa tuhan kamu adalah Allah dan dia adalah tuhan yang maha esa; karena itu tetaplah kamu beribadah kepada-Nya, dan mohonlah ampunan kepada-Nya agar kamu tidak terjerumus kepada kesesatan. Dan sadari-lah bahwa dengan bercermin kepada umat terdahulu yang telah diazab Allah, maka akan celakalah orang-orang yang mempersekutukan-Nya de-ngan yang lain.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Allah SWT berfirman: (Ha Mim (1) Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (2) yaitu, Al-Qur'an itu diturunkan dari sisi Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. sebagaimana firmanNya: (Katakanlah, "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar”) (Surah An-Nahl: 102) dan (Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan alam semesta (192) dia dibawa turun oleh Ruhul Amin (Jibril) (193) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan (194)) (Surah Asy-Syu'ara’) Firman Allah: (Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya) yaitu dijelaskan makna-maknanya dan dikuatkan hukum-hukumnya (yakni bacaan dalam bahasa Arab) yaitu keadaannya sebagai bacaan yang berbahasa Arab yang jelas dan terang, makna-makna dan lafaz-lafaznya juga jelas, tidak sulit. Sebagaimana firmanNya: ((inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara rinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui) (Surah Hiid: 1) yaitu mengandung mukjizat dari segi lafazh dan maknanya (Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji (42)) (Surah Fushshilat) Firman Allah SWT: (untuk kaum yang mengetahui) yaitu sesungguhnya orang yang mengetahui keterangan dan penjelasan ini hanya para ulama yang ilmunya sangat mendalam (yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan) yaitu, terkadang membawa kabar gembira bagi orang-orang mukmin dan terkadang membawa peringatan bagi orang-orang kafir (tetapi kebanyakan mereka berpaling (darinya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan) yaitu kebanyakan orang-orang Quraisy tidak memahami sedikitpun darinya, padahal Al-Qur'an jelas dan gamblang (Mereka berkata, "Hati kami berada dalam tutupan”) yaitu dalam keadaan dilapisi oleh penutup ((yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan) yaitu tuli dari apa yang kamu sampaikan kepada kami (dan di antara kami dan kamu ada dinding) maka tidak ada sesuatupun darinya yang sampai kepada kami (maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)) yaitu bekerjalah sesuai dengan caramu, dan kami juga akan bekerja sesuai dengan cara kami, dan kami tidak akan mengikutimu”
Tafsir As-Sa'di
5. “mereka berkata,” maksudnya, orang-orang yang berpaling dari al-qur’an itu berkata untuk menjelaskan keengganan mereka mengambil pelajaran darinya dengan menutup semua pintu yang bisa menyampaikan kepadanya, “hati kami berada dalam tutupan,” penutup yang menutupi “terhadap apa yang kamu seru kami kepadanya, dan di telinga kami ada sumbatan,” maksudnya, tuli sehingga kami tidak dapat mendengarmu, “diantara kami dan kamu ada dinding,” sehingga kami tidak dapat melihatmu. Maksudnya, mereka menampakkan sikap berpaling drai al-qur’an dari segala sisi, dan mereka menampakkan kebencian kepadanya dan puas dengan apa yang mereka anut. Maka dari itu mereka berkata, ”maka bekerjala kamu sesungguhnya kami bekerja pula,” maksudnya, sebagaimana kamu puas mengamalkan agamamu, maka kami pun sangat puas mengamalkan agama kami. Ini benar-benar sikap mengabaikan yang sangat kentara, di mana mereka rela dengan kesesatan, menjauhi petunjuk dan lebih mengutamakan kekafiran daripada keimanan, dan mereka menjual akhirat dengan dunia.
Tafsir Al-Wajiz
5. Orang-orang kafir Quraisy berkata: “Hati kami tertutup oleh banyak penutup, jadi kamu tidak dapat memahami apapun (tentang kami) dan pikiran kami tertutup. Di antara kami dan kamu wahai nabi ada penutup dan sekat. Hal itu karena kami sangat membencimu dan enggan mengikuti risalahmu. Maka amalkanlah agamamu. Sesungguhnya kami mengamalkan agama kami dan tidak akan meninggalkannya”