Surah Luqman : Ayat 5
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
"Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Tafsir Ringkas Kemenag
4-5. Mereka yang berbuat kebajikan itu ialah orang-orang yang melaksanakan salat secara konsisten dan sempurna sesuai syarat dan rukunnya, menunaikan zakat sebagai bukti komitmen sosialnya, dan mereka tanpa keraguan sedikit pun meyakini adanya akhirat. Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh ke-beruntung-an hakiki, yakni selamat dari neraka dan masuk surga. 6. Beralih dari penjelasan mengenai fungsi Al-Qur'an dan kriteria orang mukmin, pada ayat ini Allah menggambarkan sikap orang yang lebih senang mendengarkan selain Al-Qur'an. Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan percakapan atau cerita-cerita kosong untuk menyesatkan dan memalingkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu, yakni pemahaman yang benar. Mereka juga menghina ayat-ayat Al-Qur'an dan menjadikannya bahan olok-olokan karena ketidaktahuan mereka tentang manfaat Al-Qur'an atau keengganan mereka mengambil manfaat darinya. Di akhirat nanti mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Telah disebutkan dalam surah Al-Baqarah secara umum pembahasan yang berkaitan dengan permulaan surah ini, yaitu bahwa Allah SWT menjadikan Al-Qur'an ini sebagai petunjuk, obat, dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik. Mereka adalah orang-orang yang berbuat kebaikan dalam mengikuti syariat, mengerjakan shalat fardu dengan memelihara batasan-batasan dan waktu-waktunya, dan mengerjakan shalat sunah yang mengiringinya baik yang ratib maupun tidak. Mereka menunaikan zakat yang diwajibkan kepada mereka untuk orang-orang yang berhak menerimanya, menyambung silaturahmi dan kerabat mereka, serta beriman kepada hari pembalasan di akhirat. Oleh karena itu mereka berharap atas pahala Allah dalam mengerjakan hal itu. Mereka tidak memamerkannya, dan tidak menghendaki balasan dari manusia serta tidak bersyukur. Barangsiapa yang mengerjakan hal itu dengan demikian, maka dia termasuk orang-orang yang disebutkan Allah SWT: (Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya) yaitu dengan terang dan jelas dan berada pada jalan yang terang dan jelas (dan mereka itulah orang-orang yang beruntung) yaitu di dunia dan akhirat
Tafsir As-Sa'di
5. maka “mereka itulah” orang-orang yang berbuat ihsan, yang memadukan antara ilmu yang sempurna dan amal, “(orang-orang yang tetap) mendapat petunjuk,” yang sangat besar. Demikianlah yang dapat dipahami drai bentuk kata “nakirah”. Petunjuk tersebut mencapai dan sampai kepada mereka “dari Rabbbnya” yang terus membimbing mereka dengan berbagai nikmat dan mencegah berbagai bencana dari mereka. Inilah petunjuk yang Dia sampaikan kepada mereka dari tarbiyah (bimbingan) khususNya kepada para waliNya, dan ini merupakan bentuk tarbiyah yang paling utama. “dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Yaitu orang-orang yang meraih keridhaan tuhannya dan pahala duniawi dan ukhrawiNya, mereka selamat drai murka dan siksaanNYa. Dan itu semua terjadi karena mereka menempuh jalan keberuntungan, yaitu jalan yang tidak ada jalan lain selain itu untuk mencapainya. Setelah Allah menjelaskan orang-orang yang berpedoman kepada al-qur’an dan berorientasi kepadanya, maka Dia menyebutkan orang yang berpaling darinya dan tidak menghiraukannya sama sekali, dan bahwa sesungguhnya orang itu disiksa karena sikapnya memilih setiap kebatilan perkataan. Ia mengabaikan perkataan-perkataan yang bernilai dan ucapan-ucapan yang terbaik, dan menggantikannya dengan perkataan yang paling busuk lagi buruk.
Tafsir Al-Wajiz
5. Orang-orang yang digambarkan sesuai yang disebut adalah orang-orang yang diberi petunjuk dan bimbingan dengan cahaya dari Tuhan mereka. Hanya merekalah orang-orang yang mendapatkan ridha Allah di dunia dan akhirat