Surah Maryam : Ayat 5
وَإِنِّى خِفْتُ ٱلْمَوَٰلِىَ مِن وَرَآءِى وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا فَهَبْ لِى مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا

"Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, di masa tuaku ini aku selalu merasa khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku kelak bila engkau memanggilku, padahal istriku seorang yang mandul sejak masa mudanya, maka anugerahilah aku dengan rahmat dan kasih sayang-Mu seorang anak dari sisi-Mu yang akan melanjutkan keturunanku dan menggantikanku menyebarkan hukum dan ajaran-Mu. 6. Ya tuhanku, aku berharap anak itu kelak menjadi penerusku yang akan mewarisi aku dalam tugas-tugasku sebagai penyeru umat dan mewarisi dari keluarga yakub yang melanjutkan tradisi dan agama nabi ibrahim. Kabulkanlah doaku dan jadikanlah dia, ya tuhanku, seorang yang selalu diridai dan dirahmati. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-6 Adapun pembahasan tentang huruf hijaiyah telah dijelaskan di permulaan surah Al-Baqarah. Firman Allah: ((Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu) yaitu, hal ini menyebutkan rahmat Allah kepada hambaNya, yaitu nabi Zakaria. Yahya bin Ya'mur membaca (dzakkara rahmata rabbika ‘abdahu zakariyya) “(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hambaNya Zakaria” kata “Zakaria” dibaca panjang dan pendek; dua bacaan ini terkenal. Zakaria adalah seorang nabi yang agung dari kalangan nabi-nabi Bani Israil. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari bahwa nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu yang makan dari hasil kerja tangannya yang menjadi tukang kayu. Firman Allah: (yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sebagian mufasir mengatakan bahwa sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suara dalam doanya agar dalam permohonannya akan anak tidak dituduh sebagai orang yang lemah karena usia tua, Pendapat ini dikatakan oleh Al-Mawardi. Ulama lainnya berkata, sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suaranya karena hal itu lebih disukai Allah sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang ayat ini: (Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sesungguhnya Allah mengetahui hati orang yang bertakwa, dan mendengar suara yang lirih. (Zakaria berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah”) yaitu lemah dan tidak mempunyai kekuatan (dan kepalaku telah ditumbuhi uban) yaitu, warna putih ubannya menutupi sisa rambutnya yang masih hitam. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Duraid dalam syair gubahan­nya: “Tidakkah engkau melihat rambut kepalaku yang kini warnanya seakan-akan seperti fajar subuh yang di sisa-sisa kegelapan malam. “Warna putih ubannya menyala menutupi warna hitamnya, seperti warna api yang menyala dalam bara api” Makna yang dimaksud dari sini adalah pemberitahuan tentang kelemahan, ketuaan dan tanda-tandanya, baik yang tampak maupun tersembunyi. Firman Allah: (dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku) yaitu aku belum pernah berdoa kepadaMu, melainkan Engkau memperkenankannya, dan Engkau tidak pernah menolak apa yang kumohonkan kepadaMu. Firman Allah: (Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku) Mayoritas ulama membacanya dengan dinashab huruf ya’nya menjadi “mawaliya” karena sebagai maf'ul. Diriwayatkan dari Kisai, dia mensukun huruf yanya sebagaimana yang dikatakan oleh penyair “Seakan-akan tangan-tangan mereka di tanah yang datar, dan tangan-tangan tetangga saling mengambil perak” Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud dengan mawali adalah “'ashabah”. Abu Shalih berkata bahwa maknannya adalah kalalah. Mujahid berkata tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) peninggalannya adalah ilmu, dan dia termasuk keturunan nabi Ya'qub. Diriwayatkan dari Al-Hasan yaitu mewarisi kenabian dan ilmunya. As-Suddi berkata yaitu mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub. Diriwayatkan dari Malik, dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu kenabian mereka. Diriwayatkan dari Abu Shalih tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu mewarisi hartaku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir dalam tafsirnya Firman Allah: (dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai) yaitu diridhai di sisiMu dan makhlukMu, yaitu Engkau menyukainya dan menjadikannya disukai makhlukMu dalam agama dan akhlaknya.
Tafsir As-Sa'di
5. “Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku,” maksudnya saya mengkhawatirkan orang yang mengendalikan urusan pada Bani Israil setelah kematianku, mereka tidak menjalankan agamaMu dengan sebaik-baiknya dan tidak mendakwahi hamba-hambaMu (agar beribadah) kepadaMu. Secara eksplisit, perkataan beliau ini menunjukkan bahwa beliau belum mendapatkan salah seorang dari mereka yang mempunyai kapabilitas untuk menjadi pemimpin agama. Dalam ungkapan ini terdapat bukti kasih sayang Nabi Zakaria dan ketulusan hatinya, dan bahwa permintaannya agar diberi anak, bukan seperti permintaan orang lain, yang tujuannya semata-mata kemaslahatan duniawi. Tujuan Nabi Zakaria adalah kemaslahatan agama dan kekhawatiran agama ini lenyap. Beliau memandang orang lain tidak pantas untuk itu. Dan keluarga Nabi Zakaria termasuk keluarga-keluarga yang terkenal dalam masalah agama, sumber risalah dan tempat mencari kebaikan. Maka beliau berdoa keppada Allah agar dikarunia seorang anak yang akan menegakkan agama sepeninggalnya. Beliau mengadukan bahwa istrinya mandul, maksudnya tidak bisa melahirkan sama sekali, sementara beliau sendiri sudah mencapai usia tua. Maknanya, sudah mencapai batas usia yang jarang memiliki gejolak syahwat (kepada wanita) dan (memperoleh) anak. “Maka anugerahilah aku seorang wali (putra) dari sisiMu.”
Tafsir Al-Wajiz
5. Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku Bani Am sepeninggalku mereka yang akan menjadi pewarisku sehingga mereka menyia-nyiakan agama. Sebab mereka dulu acuh terhadap urusan agama, sedang isteriku adalah seorang yang mandul: tidak bisa melahirkan. Maka anugerahilah aku seorang putera dari sisi-Mu

Sumber tafsir dari tafsirweb.com