Surah Al-Isra : Ayat 5
فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ أُو۟لِى بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا۟ خِلَٰلَ ٱلدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا
"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana."
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka apabila datang saat hukuman bagi kejahatan pertama yang kamu perbuat dari kedua kejahatan itu, yang telah ditetapkan kepadamu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar untuk menguasai negerimu dan menaklukanmu, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, memasuki rumahmu untuk mengejar, menyiksa, dan membunuhmu, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Inilah ketetapan Allah atas kaum bani israil disebabkan mereka meninggalkan hukum taurat dan membunuh para nabi. Maka datanglah hukuman Allah. Ketetapan Allah menakdirkan bahwa mereka dapat mengalahkan musuh-Musuhnya dan membangun kembali kerajaannya yang besar. Allah menyatakan, kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali, setelah negerimu dikuasai dan ditaklukkan oleh mereka, dan kami membantumu untuk membangun kembali negerimu dan mengokohkan kekuasaanmu dengan harta kekayaan serta anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar dari kelompok kamu sebelumnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 4-8 Allah SWT memberitahukan bahwa sesungguhnya dalam kitab itu Dia telah menetapkan kepada Bani Israil. yaitu, Allah telah memberitahukan terlebih dahulu kepada mereka dalam kitab yang Da turunkan kepada mereka, bahwa mereka akan berbuat kerusakan di muka bumi sebanyak dua kali, dan mereka akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. yaitu, mereka akan berbuat sewenang-wenang, melampaui batas, dan durhaka terhadap orang lain. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Lut) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh (66)) (Surah Al-Hijr) yaitu Kami telah memberitahukan terlebih dahulu kepadanya tentang hal itu Firman Allah: (Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu) kejahatan yang pertama di antara kedua kejahatan itu (Kami datangkan kepada kalian hamba-hamba Kami yang memiliki kekuatan yang besar) yaitu Kami memberi kuasa kepada kalian tentara dari makhluk Kami (yang memiliki kekuatan yang besar) yaitu kekuatan, kekuasaan, dan kedahsyatan (lalu mereka merajalela di kampung-kampung) Mereka menguasai negeri kalian dan menempuh jalan di antara rumah-rumah kalian, yaitu di tengah-tengahnya, lalu mereka datang dan pergi tanpa merasa takut kepada seorang pun (dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana) Para mufasir dari kalangan ulama salaf dan masa kini berbeda pendapat tentang orang-orang yang menguasai mereka, siapakah mereka? Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Qatadah berkata bahwa dia adalah Jalut dan tentaranya, pertama-tama, dia berkasa atas mereka lalu mereka dikelilingi olehnya setelah itu.. Kemudian nabi Dawud membunuh Jalut. Oleh karena itu Allah berfirman: (Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (6)), hingga akhir ayat. Diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair bahwa itu adalah raja Sanherib dan tentaranya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Jika kalian berbuat baik, (berarti) kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri; dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi diri kalian sendiri) yaitu, maka akibatnya menimpa kalian. Sebagaimana Allah berfirman: (Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri) (Surah Fushshilat: 46) Firman Allah: (Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua) yaitu yang lain, jika kalian melakukan kerusakan untuk kedua kalinya, maka datanglah musuh-musuh kalian (untuk menyuramkan muka-muka kalian) yaitu mereka menghina dan menindas kalian (dan mereka masuk ke dalam masjid) yaitu Baitul Maqdis (sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya pada yang pertama kali) yaitu mereka akan merajalela di kampung-kampung kalian (dan untuk membinasakan) yaitu menghancurkan dan merusak (apa saja yang mereka kuasai sehabis-habisnya) yaitu sesuatu yang mereka kuasai (yang mereka kuasai (7) Mudah-mudahan Tuhan kalian akan melimpahkan rahmat-(Nya) kepada kalian) yaitu Dia memalingkan mereka dari kalian (dan sekiranya kalian kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazab kalian)) yaitu ketika kalian kembali melakukan perusakan (tentulah Kami kembali (mengazab kalian)) Kami kembali mengazab kalian di dunia di samping azab dan pembalasan yang Kami simpan untuk kalian di akhirat. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman) yaitu tempat menetap, mengurung, dan penjara yang tidak ada jalan keluar bagi mereka dari sana. Ibnu Abbas berkata bahwa kata “hashiran” adalah penjara. Mujahid berkata bahwa mereka dikurung di dalamnya. Demikian juga dikatakan oleh lainnya.
Tafsir As-Sa'di
5. “Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu,” kerusakan pertama dari dua kerusakan yang akan mereka perbuat. Maksudnya, jika telah terjadi kerusakan (pertama) dari mereka, maka “Kami datangkan kepadamu,” kedatangan ketetapan takdir, dan Kami akan menguasakan (musuh-musuh) atas kalian yang merupakan ketetapan kauni dan sebagai pembalasan, “hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar,” yaitu orang-orang yang memiliki keberanian, jumlah personel yang banyak dan kekuatan (yang penuh). Lalu Allah akan memenangkan mereka atas kalian. Mereka akan membunuhi kalian, menawan anak-anak kalian, dan merampasi kekayaan-kakayaan kalian serta merajalela “di kampung-kampung,” menerjang kampung-kampung. Mereka juga akan menerobos ke Masjidil Haram dan merusaknya. “Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana,” yang pasti akan terjadi karena adanya faktor penyebab dari mereka. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang penentuan siapakah mereka yang diberi kekuasaan (mengalahkan Bani Israil). Hanya saja, para ulama itu bersepakat bahwasanya mereka adalah kaum kuffar, bisa jadi dari penduduk Irak, jazirah Arab atau selain mereka. Allah akan memberikan kekuasaan pada kaum itu atas Bani Israil, di kala telah merebak kemaksiatan di tengah-tengah Bani Israil dan meninggalkan banyak aturan syariat Allah dan melampaui batas di atas bumi.
Tafsir Al-Wajiz
5. Dan apabila telah datang janji untuk dua kerusakan itu dan janji hukuman atas hal itu, maka Kami akan mengutus kepada kalian para hamba Kami yang memiliki kekuatan dalam berperang dan berbuat kekerasan yaitu para penyembah berhala dari daerah Babilonia di Iraq. Mereka itu adalah Nebuchadnezar dan pasukannya. Mereka masuk dan menjebol rumah-rumah kalian untuk mencari, membunuh dan menawan kalian serta merampas kehormatan kalian. Dan janji hukuman kalian itu terbuka lebar dan pasti terjadi.