Surah Hud : Ayat 5
أَلَآ إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا۟ مِنْهُ ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

"Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati."

Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah menjelaskan bahwa seluruh manusia akan kembali dan menghadap Allah pada hari kiamat nanti, lalu ayat ini menjelaskan bahwa pengetahuan Allah meliputi apa saja yang ditampakkan maupun yang disembunyikan. Ingatlah, sesungguhnya mereka, yaitu orang-orang munafik, memalingkan dada dari kebenaran agama yang dibawa oleh nabi Muhammad, untuk menyembunyikan sesuatu dalam diri, yakni permusuhan dan kemunafikan mereka dari dia, yakni nabi Muhammad. Ingatlah, ketika mereka dengan sungguh-sungguh menyelimuti, menutupi diri-Nya dengan kain agar tidak terlihat oleh Allah dan nabi Muhammad, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan, yakni tampakkan, sungguh, Allah maha mengetahui segala isi hati dan segala yang tersembunyi. Dan tidak satu pun makhluk bergerak dan bernyawa, yang melata, merayap atau berjalan di muka bumi ini melainkan semuanya telah dijamin Allah rezekinya. Semua makhluk itu diberi naluri dan kemampuan untuk mencari rezeki sesuai dengan fitrah kejadiannya. Dia mengetahui tempat kediamanya ketika hidup di dunia dan mengetahui pula tempat penyimpanannya setelah mati. Semua itu sudah tertulis dan diatur serapirapinya dalam kitab yang nyata, yaitu lauh mahfudh, perihal perencanaan dan pelaksanaan dari seluruh ciptaan Allah secara menyeluruh dan sempurna.
Tafsir Ibnu Katsir
Diriwayatkan dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, bahwa Ibnu Abbas membaca firmanNya: (Ingatlah, sesungguhnya mereka memalingkan dada mereka) Lalu aku bertanya,"Wahai Ibnu Abbas, apakah yang dimaksud dengan memalingkan dada mereka?" dia menjawab,"Seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya, lalu dia merasa malu, atau dia mem­buang hajat, lalu merasa malu" Lalu turunlah ayat: (Ingatlah, sesungguhnya mereka memalingkan dadanya) Imam Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ("Yastagsyuna") yaitu menutupi kepala mereka. Diriwayatkan dari Mujahid, Al-Hasan, dan lainnya. yaitu mereka memalingkan dada mereka ketika mereka berkata atau mengerjakan sesuatu, lalu mereka menyangka bahwa mereka bisa menyembunyikannya dari Allah SWT. Lalu Allah memberitahu mereka bahwa ketika mereka menutupi dirinya dengan kain mereka ketika tidur di gelap malam. (Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan) dari ucapan mereka (dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati) yaitu mengetahui apa yang tersimpan dalam hati mereka, berupa niat dan rahasia. Betapa baiknya apa yang dikatakan oleh Zuhair bin Abu Salma dalam Mu'allaqahnya yang terkenal: “Jangan sekali-kali kalian menyembunyikan apa yang tersimpan dalam hati kalian, agar Dia tidak mengetahuinya. Bagaimanapun kamu menyembunyikan dari Allah, Dia Maha Mengetahui” “Dia menangguhkan, lalu mencatatnya dalam kitab untuk disimpan untuk nanti hari perhitungan, atau Dia menyegerakan pembalasanNya” Penyair Jahiliyyah ini telah mengakui keberadaan Dzat yang Maha Pencipta, dan mengetahui tentang hal-hal yang sudah dirincikan, hari kembali, hari pembalasan, dan catatan amal perbuatan dalam kitab-kitab pada hari kiamat. Dhamir itu dikembalikan kepada Allah itu lebih utama (Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan)
Tafsir As-Sa'di
5. Allah mengabarkan kebodohan orang-orang musyrik dan kesesatan mereka yang jauh, bahwa mereka itu “memalingkan dada mereka” maksudnya, mereka berpaling agar bisa bersembunyi dari Allah sehingga dada mereka itu menghalangi ilmu Allah tentang keadaan mereka dan menghalangi penglihatanNya kepada gerak-gerik mereka. Allah berfirman menjelaskan kesalahan mereka dalam prasangkanya ini, “Ingatlah di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain.” Yakni menutupi dengannya. Dalam kondisi tersebut yang merupakan kondisi paling tersamar, Allah tetap mengetahui keadaan mereka lebih dari itu. “Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan”, berupa perkataan dan perbuatan, “dana pa yang mereka tampakkan”, darinya bahkan apa yang lebih mendalam darinya, yaitu “sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.” Yakni keinginan-keinginan, was-was dan pemikiran-pemikiran yang ada di dalamnya yang tidak dikatakan, baik secara rahasia atau terang-terangan, bagaimana mungkin keadaanmu samar bagiNya ketika kamu memalingkan dadamu agar bisa bersembunyi dariNya? Ada kemungkinan makna lain dalam hal ini yaitu bahwa Allah menyebut berpalingnya orang-orang musyrik dari Rasul dan kelalaian mereka terhadap dakwahnya, bahwa karena kerasnya berpalingnya mereka, sampai mereka memalingkan dada mereka yakni mereka membelokkan badan manakala mereka meihat Rasu agar beliau tidak melihat mereka, menyampaikan dakwahnya dan menasehati mereka dengan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Adakah sesuatu yang melebihi atas berpalingnya mereka ini? Kemudian Allah mengancam mereka dengan ilmuNya terhadap seluruh keadaan mereka, dan bahwa mereka tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi atas Allah dan Dia akan membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka.
Tafsir Al-Wajiz
5 Ingatlah, sesungguhnya orang munafik itu memalingkan dada berupa dendam dan benci untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain karena benci melihat nabi SAW, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati dan yang ada dalam dada. Surat ini turun untuk kaum kafir, ketika mereka berpapasan dengan Rasul SAW mereka selalu menutup dada (memalingkan dan menutupinya) dan memalingkan muka mereka, serta menutup muka mereka dengan baju mereka karena menjauhi dan tidak suka berpapasan dengan Rasul. Mereka menyangka jika yang mereka lakukan itu bisa bersembunyi dari pengawasan Allah dan rasul-Nya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com