Surah Al-Qalam : Ayat 49
لَّوْلَآ أَن تَدَٰرَكَهُۥ نِعْمَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ لَنُبِذَ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ
"Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela."
Tafsir Ringkas Kemenag
49-50. Sekiranya nabi yunus tidak segera mendapat nikmat dari tuhannya, yaitu di antaranya berupa petunjuk untuk bertobat pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Tetapi tuhannya menerima tobatnya, lalu tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh yaitu kelompok para nabi
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 48-52 Allah SWT berfirman,”Maka bersabarlah, wahai Muhammad, dalam menghadapi kaummu dan pendustaan mereka terhadapmu, karena sesungguhnya Allah akan menetapkan kemenangan bagimu atas mereka dan menjadikan bagimu dan orang-orang yang mengikutimu akibat yang baik di dunia dan akhirat. (dan janganlah kamu seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan) yaitu Dzun Nun yaitu nabi Yunus bin Mata ketika pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah. Kemudian dia menaiki kapal, dan ikan besar menelannya, lalu membawanya di kedalaman lautan yang gelap gulita, dan dia dapat mendengar tasbih laut dan semua makhluk yang ada di dalamnya kepada Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa yang semua yang Dia takdirkan tidak dapat ditolak. Maka pada saat itulah nabi Yunus mulai berseru dalam kegelapannya (Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim (aniaya)) (Surah Al-Anbiya: 87) dan (Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman (88)) (Surah Al-Anbiya’) serta (Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah (143) niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (144)) (Surah Ash-Shaffat) dan di sini Allah SWT berfirman: (ketika ia berdoa, sedangkan ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya)) Ibnu Abbas, Mujahid, dan As-Suddi berkata bahwa itu adalah dalam keadaan duka cita. Firman Allah: (Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka) Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya berkata tentang firmanNya: (benar-benar hampir menggelincirkan kamu) yaitu mereka benar-benar hampir menembus dirimu dengan pandangan mereka, yaitu mereka hampir saja menimpakan penyakit 'ain terhadapmu dengan penglihatan mereka. yaitu, mereka dengki terhadapmu karena kebencian mereka terhadapmu. Seandainya tidak ada pemeliharaan dari Allah terhadap dirimu dari kebencian mereka, tentu penyakit itu akan menimpamu. Dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa penyakit 'ain itu ada dan pengaruhnya ada, dengan seizin Allah SWT Firman Allah: (dan mereka berkata, "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila") yaitu mereka memandang beliau dengan remeh dan hina serta menyakiti beliau dengan lisan mereka, dan mereka berkata ("Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila") yaitukarena dia telah mendatangkan Al-Qur'an. Maka Allah SWT berfirman: (Dan Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat (52))
Tafsir As-Sa'di
48-50. Yang tersisa hanya (engkau Muhammad) bersikap sabar atas gangguan mereka dan menahan diri dari perkataan dan tindakan yang mereka lakukan, serta tetap terus menyeru mereka. Karena itu Allah berfirman, “Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu,” terhadap keputusan, baik syariat maupun takdir yang telah ditentukan. Keputusan takdir harus disikapi secara sabar atas segala sesuatu yang menyakiti, bukan dihadapi dengan kemarahan dan kesedihan. Sedangkan ketetapan syariat diterima dan ditaati secara sempurna, karena itu adalah perintah Allah. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan,” yaitu Nabi Yunus bin Matta. Maksudnya, jangan menyamainya dalam kondisi yang membuatnya tertahan dalam perut ikan, yaitu karena menyikapi kaumnya dengan kesabaran yang semestinya serta sikapnya yang meninggalkan kaumnya yang membuat Rabbnya marah. Sampai ketika Yunus naik perahu, kemudian para penumpangnya mengadakan pengundian, karena terlalu beratnya beban siapa di antara mereka yang dibuang ke laut agar beban yang ada di perahu agak ringan. Undian jatuh pada Yunus kemudian beliau dilempar ke laut dan ditelan ikan dalam kondisi mencela diri. Allah berfirman, “Ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).” Maksudnya, ketika ia berada di dalam perut ikan dan tertahan di dalamnya, atau ia berdoa dalam kondisi berduka dan sedih seraya berkata, Al-anbiya:87- Lalu Allah mengabulkan doanya. Ikan yang menelannya kemudian memuntahkannya di tanah tandus dan Yunus dalam keadaan sakit. Allah menumbuhkan tanaman untuknya sejenis labu. Karena itu dalam surat ini Allah berfirman, “Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Rabbnya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus,” maksudnya, tentu akan dilemparkan ke tanah kering kerontang, “dalam keadaan tercela.” Tapi Allah meliputinya dengan rahmat, Yunus pun dilemparkan dalam keadaan terpuji sehingga kondisinya lebih baik dari sebelumnya. Karena itu Allah berfirman, “Lalu Rabbnya memilihnya,” yakni Allah memilihnya dan menyucikannya dari segala kotoran, “dan menjadikannya termasuk orang-orang yang shalih,” yakni, orang-orang yang perbuatan, perkataan, niat, dan kondisinya baik.
Tafsir Al-Wajiz
49. Kalau sekiranya Yunus As tidak menyadari rahmat Allah yang berupa pertolongan kepadanya agar dapat bertaubat dan taubat tersebut diterima, sungguh dia akan dicampakkan di dalam perut ikan paus, di dalam tempat yang tandus tidak ada pepohonan, tanaman. Dia juga akan menjadi orang yang tercela dan tidak dimuliakan.