Surah At-Tur : Ayat 49
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَٰرَ ٱلنُّجُومِ
"dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan selain itu, pada sebagian malam, ketika kebanyakan orang tidur, dekatkanlah dirimu kepada Allah, bertasbihlah kepada-Nya, dan berzikir serta bertasbihlah pada waktu terbenamnya bintang-bintang pada waktu fajar. 1. Surah at-t'r diakhiri dengan perintah untuk bertasbih dan memuji Allah setiap saat, terutama pagi. Pada surah an-najm ini Allah memulai dengan bersumpah demi bintang. Demi bintang yang bertebaran di angkasa ketika hendak terbenam akibat terbitnya matahari di ufuk timur dengan sinarnya yang kuat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 44-49 Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang musyrik yang ingkar dan sombong terhadap hal yang dapat dirasakan (Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur) yaitu terjatuh menimpa mereka sebagai azab atas mereka, tentu mereka tidak mempercayai dan tidak meyakininya, bahkan mereka mengatakan bahwa itu adalah awan yang bertumpang tindih. Ini sebagaimana firmanNya: (Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya (14) tentulah mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir (15)) (Surah Al-Hijr) Maka Allah SWT berfirman: (Maka biarkanlah mereka) yaitu, wahai Muhammad, biarkanlah mereka (hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan) yaitu pada hari kiamat ((yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikit pun tipu daya mereka) Tidak ada gunanya tipu daya mereka di dunia, dan tidak pula hal itu dapat membela mereka sedikit pun pada hari kiamat (dan mereka tidak ditolong) Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu) yaitu sebelum itu ketika di dunia. Sebagaimana firman Allah: (Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar) (21)) (Surah As-Sajdah) Oleh karena itu Allah berfirman: (Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) yaitu Kami mengazab mereka di dunia dan Kami menguji mereka dengan berbagai macam musibah agar mereka kembali dan bertaubat kepada Allah. Tetapi mereka tidak memahami apa yang dimaksudkan terhadap diri mereka. Bahkan apabila dilenyapkan dari mereka sebagian dari musibah itu, mereka kembali melakukan perbuatan yang lebih buruk daripada sebelumnya, Firman Allah SWT: (Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami) yaitu bersabarlah terhadap gangguan mereka, janganlah kamu hiraukan mereka, karena sesungguhnya kamu selalu berada pada penglihatan dan penjagaan Kami; Allah memelihara kamu dari gangguan manusia. Firman Allah SWT: (bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri) Adh-Dhahhak berkata bahwa yang dimaksud adalah mengerjakan shalat. "Maha Suci Engkau, ya Allah, dengan memujiMu, Maha Suci namaMu dan Maha Tinggi KeagunganMu, tidak ada Tuhan selain Engkau." Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri) yaitu dari setiap majelis. Diriwayatkan dari Abu Al-Ahwass tentang firmanNya: (dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri) yaitu apabila seseorang hendak berdiri dari majelisnya, sebaiknya dia mengucapkan: (Subhaanakallahumma wa bihamdika) "Maha Suci Engkau, ya Allah dan dengan memujiMu" Firman Allah SWT: (dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari) yaitu berzikirlah dan sembahlah Dia melalui bacaan Al-Qur'an dan shalat malam. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan pada sebagian malam hari salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (79)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah SWT: (dan di waktu terbenamnya bintang-bintang (di waktu fajar)) Disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas bahwa itu adalah dua rakaat yang dikerjakan sebelum shalat Subuh, karena sesungguhnya kedua rakaat itu dianjurkan untuk dilakukan seiring dengan terbenamnya bintang-bintang. Yaitu ketika menyingsing hendak menghilang
Tafsir As-Sa'di
48-49. Ketika Allah menjelaskan berbagai hujjah dan bukti atas kebatilan perkataan orang-orang yang mendustakan, Allah memerintah RasulNya agar tidak bersedih hati terhadap mereka dan agar tetap bersabar terhadap ketentuan RabbNya, baik yang bersifat qadari maupun syar’i dengan selalu menetapi dan istiqamah di atas ketentuan Allah, Allah menjanjikan RasulNya diberi pengawasan melalui FirmanNya, “Maka sesungguhnya kamu berada dalam (pengawasan) Mata Kami,” yakni, berada dalam pengawasan, penjagaan, serta perhatian Kami terhadap urusanmu. Allah juga memerintahkannya agar menjadikan kesabaran sebagai penolong dengan berdzikir dan beribadah. Allah berfirman, “Dan bertasbihlah memuji RabbMu ketika engkau berdiri,” yakni ketika engkau bangun tidur. Dalam ayat ini terdapat perintah qiyamul lail, atau kemungkinan maknanya adalah ketika engkau berdiri untuk shalat lima waktu, berdasarkan Firman Allah, “Dan di waktu bintang-bintang terbenam (di waktu fajar),” artinya pada penghujung malam di kala waktu shalat fajar masuk. Wallahu a’lam.
Tafsir Al-Wajiz
49. Sucikanlah Allah dengan ucapanmu: “Subhanallah” di sebagian malam, lalu lanjutkanlah dengan shalat malam, karena ibadah pada waktu itu mampu membelah jiwa manusia dan paling jauh dari riya’. Bertasbihlah kepadanya usai terbenamnya bintang-bintang di akhir malam, lalu lanjutkanlah dengan melaksanakan shalat fajar.