Surah An-Nisa : Ayat 48
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."
Tafsir Ringkas Kemenag
Boleh jadi karena orang-orang yahudi merasa sebagai umat pilihan tuhan, sehingga mereka beranggapan kalaupun mereka membuat kedurhakaan pasti akan diampuni oleh Allah, maka dalam ayat ini mereka diperingatkan dengan keras bahwa hal itu tidak akan terjadi. Sesungguhnya Allah yang mahaperkasa tidak akan pernah mengampuni dosa karena mempersekutukan-Nya, yakni dosa syirik, dan dia mengampuni apa, yakni dosa, yang selain syirik itu bagi siapa yang dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah dengan yang lain, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar dan menganiaya diri sendiri perilaku kaum yahudi sungguh aneh, mereka mengaku mendapat petunjuk dan merasa sebagai umat pilihan Allah, tetapi mereka justru durhaka. Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci, yakni orang yahudi' sebenarnya Allah yang maha mengetahui dan mahabijaksana yang berhak menyucikan siapa yang dia kehendaki dan mereka yang disucikan itu tidak dizalimi sedikit pun.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 47-48 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan Ahli Kitab untuk beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada hamba dan RasulNya, nabi Muhammad SAW berupa kitab yang agung (Al-Quran) yang membenarkan berita-berita gembira yang ada pada mereka, dan memberikan ancaman kepada mereka, jika tidak melakukan itu dengan firmanNya: (sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang) sebagian mereka berkata bahwa maknanya adalah sebelum Kami mengubah wajah mereka, maka diubahlah wajah mereka, yaitu dibalik ke bagian belakang mereka, dan menjadikan penglihatan mereka ke belakang. Kemungkinan maknanya adalah sebelum Kami mengubah wajah-wajah mereka, sehingga Kami tidak menyisakan pendengaran, penglihatan, atau tanda-tanda lainnya untuk mereka, dan dengan itu Kami membalikkan mereka ke sisi belakang. Mujahid berkata,”Sebelum Kami mengubah wajah-wajah mereka” Dia berkata ,”Dari jalan yang benar, Kami membalikkannya ke arah belakang, yaitu dalam kesesatan” FirmanNya: (Kami laknat mereka sebagaimana Kami telah melaknat orang-orang pada hari Sabtu) yaitu mereka melampaui batas dalam perkara hari Sabtu mereka dengan melakukan tipu daya dengan berburu, sehingga mereka diubah oleh Allah menjadi kera dan babi, dan kisah mereka akan dijelaskan dalam surah Al-A'raf. Firman Allah: (Dan ketetapan Allah pasti berlaku) yaitu ketika Allah memerintahkan sesuatu, maka tidak ada yang bisa menolak dan mencegahNya. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa Dia (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik) yaitu Dia tidak akan mengampuni hambaNya yang meninggal dalam keadaan menyekutukanNya, (dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu) yaitu dosa-dosa (bagi siapa yang dikehendaki-Nya) yaitu di antara hamba-hambaNya. Ini adalah ayat dalam surah yang diturunkan tentang syarat-syarat taubat, sehingga siapa saja bertaubat dari dosa apa pun, meskipun dia mengulangi dosa tersebut, Allah akan menerima taubatnya. Karena itu Allah berfirman: (Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya) (Surah Az-Zumar: 53) yaitu dengan melakukan syarat untuk bertaubat. Jika tidak masuk dalam syarat ini, maka masuk dalam dosa dan hal itu tidak benar, karena Allah SWT telah menetapkan dengan tegas di sini bahwa Dia tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia memutuskan bahwa Dia akan mengampuni dosa selainnya bagi siapa saja yang Dia kehendaki, yaitu jika orang itu bertaubat dan ini agar menyegerakan hal itu. Firman Allah: (Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar) sebagaimana firmanNya (sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar) (Surah Luqman: 13). Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Ibnu Mas'ud, dia berkata,"Aku berkata, “Wahai Rasulullah, dosa mana yang paling besar?” beliau bersabda, “Yaitu kamu menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakanmu…." Disebutkan sampai keseluruhan hadits.
Tafsir As-Sa'di
48. Allah mengabarkan bahwasanya dia tidak akan mengampuni seseotang yang menyekutukaNya dari sesuatupun dari para makhluk dan dia mengampui dosa-dosa kecuali syirik, baik dosa yang kecil maupun yang besar. Yang demikian itu menurut kehendaknya dalam mengampuninya, yaitu bila hikmahnya telah mengampuninya. Adapun dosa-dosa selain syirik, sesungguhnya Allah telah menjadikan baginya banyak sekali sebab-sebab pengampunanya, seperti kebaikan-kebaikan yang menggugurkan dosa, musibah-musibah yang menghapus dosa di dunia, alam barzah dan hari kiamat, atau seperti doa sebagian kaum Mikminin untuk sebagian yang lain, atau seperti syafaatnya para pemberi syafaat, dan lebih dari itu semua adalah rahmat Allah, di mana yang paling berhak mendapatkanya adalah para ahli iman dan tauhid. Berbedea halnya dengan kesyirikan , sesungguhnya seorang musyirik telah menutup pintu-pintu ampunan bagi dirinya sendiri, dan juga telah mengnci rapat pintu-pintu rahmat, sehingga tidak berguna bagi mereka segala ketaatan selain dari ketahuidan, dan musibah-musibah yang tidak bermanfaat sama sekali baginya, "Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at seorangpun, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,"(Asy-Syu’ara:100-101). Oleh karena itulah Allah berfirman, “Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar,” maksudnya, ia telah berbuat kejahatan yang besar, dan kezhaliman apa lagi yang paling besar dari orang yang menyamakan antara seorang makhluk yang berasal dari tanah, yang memiliki kekurangan dari segala aspeknya, di mana dirinya sendiri sangat fakir dari segala sisi, yang tidak memiliki apa pun bagi dirinya apalagi untuk orang yang menyembahnya, di mana dia tidak mampu mendatangkan manfaat, bahaya, dan tidak pula mampu mematikan, menghidupkan, apalagi membangkitkan, dengan sang Pencipta segala sesuatu, yang Mahasempurna dari segala aspeknya, di mana DiriNya Mahakaya dan tidak butuh kepada seluruh makhluk, yang pada TanganNya ada manfaat, bahaya, pemberian maupun peniadaan, dan yang tiada suatu nikmat pun yang dirasakan oleh seluruh makhluk kecuali dariNya. Maka adakah suatu hal yang lebih besar dari kezhaliman itu? Oleh karena itu Allah menetapkan bahwa pelakunya abadi dalam siksa neraka dan diharamkan mendapatkan pahala, "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (Al-Maidah:72). Ayat yang mulia ini berlaku bagi selain orang yang bertaubat, adapun orang yang bertaubat, maka akan diampuni baginya, baik dosa syirik ataupun dosa selainnya, sebagaimana Allah berfirman, "Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Az-Zumar:53) yaitu bagi orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya.
Tafsir Al-Wajiz
48. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni orang yang mati dalam keadaan musyrik dan tidak mau bertaubat dari kesyirikannya, namun Dia mengampuni dosa-dosa selain syirik bagi hamba-hambaNya yang dikehendaki untuk diampuni seperti kemaksiatan orang-orang yang melukai kaum mukminin. Barangsiapa menyekutukan Allah dengan tuhan lainnya, maka sungguh dia telah melakukan dosa besar dan melakukan dusta yang sangat berat, sehingga dia layak mendapatkan siksa