Surah Al-Hajj : Ayat 48
وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

"Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Tantangan orang kafir agar disegerakan pemberian azab bagi me-reka dijawab Allah dengan berfirman, "dan perhatikanlah, berapa banyak negeri yang aku tangguhkan penghancurannya, meskipun penduduknya meminta agar azab yang dijanjikan itu disegerakan "karena penduduknya berbuat zalim, tidak beriman, menghina, dan mengusir utusan Allah, kemudian aku azab mereka saat mereka merasa aman dari azab-ku. Dan hanya kepada-kulah tempat kembali setiap orang dalam kehidupan sesudah mati, baik yang beriman maupun yang kufur. 49. Orang-orang musyrik mekah, sebagaimana disebutkan pada ayat di atas, mengolok-olok rasulullah dengan meminta disegerakan datangnya azab. Pada ayat ini disebutkan bahwa tugas beliau adalah menyampaikan peringatan. Katakanlah olehmu, Muhammad, 'wahai manusia! urusan menurunkan azab itu wewenang Allah. Sesungguhnya aku di-utus kepadamu dan seluruh manusia hingga hari kiamat sebagai pemberi peringatan yang nyata bahwa beriman akan mendapatkan rida Allah, sedangkan mendustakan akan mendapatkan murka-Nya. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 47-48 Allah SWT berfirman kepada NabiNya SAW: (Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan) yaitu orang-orang kafir yang tidak menganggap adanya tuhan dan mendustakan Allah, KitabNya, RasulNya, dan hari akhir, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih" (32)) (Surah Al-Anfal) Firman Allah SWT: (padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janjiNya) yaitu sesuatu yang telah Dia janjikan berupa menegakkan hari kiamat dan mengadakan pembalasan terhadap musuh-musuhNya serta memuliakan kekasih-kekasihNya. Firman Allah: (Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kalian hitung) yaitu Allah SWT tidak menyegerakan azabNya, karena sesungguhnya seribu tahun bagi makhlukNya itu sama dengan satu hari di sisiNya jika dikaitkan dengan kelembutanNya, dan karena ilmuNya Dia mampu membalas mereka, dan bahwa sesungguhnya tidak ada suatu pun yang luput dariNya, sekalipun Dia menangguhkannya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman sesudah itu: (Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepadaKulah kembalinya (segala urusan) (48)) Mujahid berkata bahwa makna ayat ini sebagaimana firmanNya: (Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (5)) (Surah As-Sajdah)
Tafsir As-Sa'di
48. “Dan berapa banyak kota yang Aku tangguhkan (azabKu) kepadanya,” Kami menundanya untuk waktu yang lama “yang penduduknya berbuat zhalim,” meskipun mereka berbuat kezhaliman, laju mereka untuk berbuat kezhaliman tidak serta merta membuat Kami mempercepat hukuman (mereka). “Kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepadaKu-lah kembalinya segala sesuatu,” disertai siksa yang menghampiri mereka di dunia, mereka akan kembali kepada Allah, lalu menyiksa mereka dengan siksaNYa. Maka, hati-hatilah orang-orang yang berbuat kezhaliman terhadap datangnya hukuman Allah. Jangan sampai mereka terpedaya dengan penangguhan waktu.
Tafsir Al-Wajiz
48. Berapa banyak kota yang telah Aku tangguhkan azab-Ku kepadanya namun mereka tetap zalim kepada diri mereka sendiri dengan kekufuran seperti kalian wahai para orang kafir. Kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Ku lah tempat kembali segala sesuatu baik setelah binasa

Sumber tafsir dari tafsirweb.com