Surah Al-Ahzab : Ayat 47
وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا
"Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mantap keimanannya bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah, yakni surga yang penuh kenikmatan (lihat juga: y'nus/10: 26 dan asy-syu'ar'/42: 22). 48. Dan janganlah engkau, wahai nabi Muhammad, menuruti keinginan orang-orang kafir dan orang-orang munafik yang menolak dan mengejek ajaran agama yang kaubawa itu. Janganlah engkau hiraukan gangguan mereka, bersabarlah dalam mengemban tugas, dan bertawakAllah kepada Allah dalam semua urusanmu. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung dari semua yang engkau takutkan, termasuk dari gangguan mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 45-48 Diriwayatkan dari ‘Atha’ bin Yasar, dia berkata,”Aku berjumpa dengan Abdullah bin Amr bin Al-Ash, lalu aku berkata,"Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Nabi SAW dalam kitab Taurat" dia menjawab,"Baiklah, demi Allah, sesungguhnya yang disifatkan dalam Taurat itu ada di sebagian sifat beliau dalam Al-Qur'an: ("Hai Nabi, sesungguhnya" Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan" (45)) dan sebagai benteng bagi orang-orang yang ummi. Engkau adalah hamba dan RasulKu. Aku menamaimu Al-Mutawakkil, engkau bukanlah orang yang kasar, bukan orang yang keras, bukan orang yang suka berbicara keras di pasar-pasar, bukan pula orang yang membalas keburukan dengan keburukan; tetapi memaafkan, menyantuni, dan mengampuni. Allah tidak akan mewafatkan beliau sebelum Dia menegakkan agama yang bengkok, sampai mereka mengatakan, "Tidak ada Tuhan selain Allah" Maka dengan kalimat ini dia dapat membuka mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang terkunci" Firman Allah SWT: (sebagai saksi) yaitu atas keesaan Allah dan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan sebagai saksi terhadap umat manusia atas amal perbuatan mereka pada hari kiamat, (dan Kami datangkan kamu sebagai saksi atas mereka itu) (Surah An-Nisa’: 41) sebagaimana firmanNya: (agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu) (Surah Al-Baqarah: 143) Firman Allah SWT: (dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan) yaitu menyampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin dengan pahala yang melimpah, dan pemberi peringatan kepada orang-orang kafir dengan siksaan yang mengerikan. Firman Allah SWT: (dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya) yaitu menyeru kepada semua makhluk untuk menyembah Tuhan mereka berdasarkan perintah dariNya kepadamu untuk menyampaikan hal itu (dan untuk jadi cahaya yang menerangi) yaitu perkaramu itu jelas dalam kebenaran yang kamu sampaikan seperti matahari dalam terangnya yang tidak ada seorangpun yang mengingkarinya kecuali orang yang membangkang. Firman Allah SWT: (Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka) yaitu, janganlah tunduk dan mendengar apa yang mereka katakan (dan janganlah kamu hiraukan gangguan mereka) yaitu maafkan dan ampunilah mereka, serta pasrahkanlah urusan mereka kepada Allah SWT, karena sesungguhnya dalam hal itu cukup bagi mereka, Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung)
Tafsir As-Sa'di
47. Sedangkan FirmanNya, “Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang Mukmin, bahwa mereka memndapatkan karunia yang sangat besar dari Allah,” pada kalimat ini dijelaskan mengenai orang yang diberi kabar gembira, mereka adalah orang-orang Mukmin. Dan ketika hanya iman sendirian yang disebutkan, maka amal-amal shalih termasuk di dalamnya. Dan (di sini juga) disebutkan sesuatu yang dijadikan berita gembira, yaitu karunia yang sangat besar. Maksudnya, karunia yang sangat agung lagi mulia yang nilainya tak ternilai, berupa kemenangan di dunia, hidayah bagi hati, ampunan terhadap dosa-dosa, dihilangkannya berbagai kesempitan, banyaknya rizki yang berlimpah ruah, tercapainya kenikmatan-kenikmatan yang menyenangkan, meraih keridhaan Rabb, pahala dariNya dan selamat dari murka dan siksaanNya. Hal ini termasuk faktor yang mempergiat orang-orang yang aktif beramal (amilin), kalau dijelaskan kepada mereka pahala dari Allah atas amal-amal mereka, yang dengannya mereka lebih bersemangat untuk terus menelusuri jalan yang lurus. Ini merupakan bagian dari hikmah syariat Islam, sebagaimana pula, bahwa di antara hikmahnya adalah dia menjelaskan, dalam rangka menakut-nakuti dengannya adanya siksaan-siksaan yang diakibatkan oleh perbuatan yang diperingatkan, sehingga menjadi pendongkrak untuk bisa menahan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah.
Tafsir Al-Wajiz
47. Wahai Nabi, berikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang senantiasa berbuat jujur, bahwa mereka akan mendapatkan ganjaran agung atas amal baik mereka berupa surga. Ayat ini turun ketika Allah menurunkan surat Al-fath ayat 2 dan ayat 4.