Surah Al-Furqan : Ayat 47
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِبَاسًا وَٱلنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورًا
"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan dialah yang menjadikan malam yang gelap gulita untukmu wahai sekalian manusia, sebagai pakaian yang sama-sama menutupi badanmu, dan dia menjadikan tidur untuk istirahat mu dari semua kegiatan, agar jika kamu bangun di pagi hari, badanmu kembali segar bugar. Dan dia juga menjadikan siang terang benderang untuk bangkit berusaha mencari rezeki buat kehidupanmu dan keluargamu. Terciptanya siang dan malam karena perputaran bumi mengitari matahari, demikian pula matahari yang terus berputar dan berjalan pada garis edarnya. Semua keajaiban alam seluruh ini tidak ada yang sanggup melakukannya kecuali Allah. 48. Dan dialah Allah yang memerintahkan para malaikat-Nya untuk meniupkan angin menggiring awan dari berbagai penjuru, sebagai pembawa kabar gembira bagi segenap manusia sebelum kedatangan rahmat-Nya berupa hujan sebagai kasih sayang kepada makhluk-Nya, dan kami turunkan dari langit yang sudah dipenuhi uap air, air yang sangat bersih, yang bisa dipergunakan untuk berbagai macam keperluan hidup.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 45-47 Dari sini Allah SWT menjelaskan dalil-dalil yang menunjukkan keberadaan dan kekuasaanNya yang sempurna, bahwa Dia menciptakan segala sesuatu yang beragam dan bertentangan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang?) Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abu Al-’Aliyah, dan lainnya berkata bahwa itu terjadi di antara terbitnya fajar sampai terbitnya matahari. (dan kalau Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu) yaitu tetap dan tidak hilang, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kalian malam itu terus-menerus”) (Surah Al-Qashash: 71-72) Firman Allah SWT: (kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu) yaitu, seandainya matahari tidak terbit atas hal itu, maka hal itu tidak akan ada, karena sesungguhnya sesuatu itu tidak dikenal melainkan dengan lawannya. Qatadah dan As-Suddi berkata yaitu sebagai petunjuk yang mengiringi dan mengikutinya sehingga sinar matahari berada di atasnya. Firman Allah SWT: (kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan (46)) yaitu bayang-bayang. Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan (yasiran) adalah perlahan. Ibnu Abbas berkata yaitu dengan cepat Mujahid berkata bahwa maknannya tersembunyi. As-Suddi berkata bahwa maknannya adalah tarikan yang tersembunyi, sehingga tidak ada bayangan lagi di muka bumi melainkan di bawah atap atau di bawah pohon, karena matahari menyinari semua yang ada di atas bumi. Firman Allah: (Dialah yang menjadikan untuk kalian malam (sebagai) pakaian) yaitu, menyembunyikan wujud dan menutupinya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1)) (Surah Al-Lail) dan (demi malam apabila menutupinya (gelap gulita) (4)) (Surah Asy-Syams) (dan tidur untuk istirahat) yaitu menghentikan semua gerakan untuk mengistirahatkan tubuh, karena sesungguhnya anggota tubuh mengalami kelelahan karena banyak pergerakan dalam melakukan sesuatu di siang untuk mencari penghidupan. Apabila malam hari tiba dan menjadi tenang, maka semua gerakan menjadi tenang dan beristirahat, lalu datanglah rasa kantuk, kemudian tertidur. Tidur merupakan istirahat bagi tubuh dan ruh sekaligus (dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha) yaitu, manusia melakukan kegiatan di siang hari untuk mencari penghidupan mereka melalui usaha dan kerja, sebagaimana Allah SWT berfiman: (Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya (73)) (Surah Al-Qashash)
Tafsir As-Sa'di
47 maksudnya, diantara rahmatNya terhadap kalian dan kelembutanNya adalah Dia menjadikan malam untuk kalian laksana pakaian yang menutupi kalian hingga kalian dapat beristirahat di dalamnya dan merasa hangat dengan tidur serta mobilitas kalian menjadi terhenti, maksudnya, gerakan kalian terhenti saat tidur. Kalau saja tidak ada malam, niscaya manusia tidak akan bisa tenang, dan niscaya mereka terus dalam aktivitasnya, lalu pada akhirnya hal itu sangat membahayakan mereka. Dan kalu terjadi malam terus, tanpa berhenti, maka kehidupan dan berbagai kepentingan mereka terabaikan. Akan tetapi Allah menjadikan siang hari sabagai kehidupan kembali, padanya mereka dapat bertebaran untuk perniagaan, bepergian jauh dan pekerjaan mereka, sehingga dengan begitu terciptalah berbagai maslahat.
Tafsir Al-Wajiz
47. Allah adalah Dzat yang menciptakan untuk kalian malam sebagai penutup segala sesuatu dengan kegelapannya, dan untuk tidur sebagai waktu jeda pekerjaan kalian dan waktu istirahat tubuh kalian. Dia juga menciptakan siang sebagai waktu bangkit supaya manusia bisa bertebaran di dalamnya untuk bekerja dan mencari rejeki. Istilah “As-Subaat” digunakan karena tidur itu menyerupai mati. Dan istilah “An-Nusyur” digunakan karena bangun tidur itu menyerupai hidup.