Surah Az-Zumar : Ayat 46
قُلِ ٱللَّهُمَّ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ عَٰلِمَ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ أَنتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِى مَا كَانُوا۟ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

"Katakanlah: “Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang ghaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Guna menghadapi sikap buruk mereka itu, Allah memerintahkan nabi Muhammad untuk berdoa. Katakanlah atau berdoalah, 'ya Allah, pencipta langit dan bumi, engkaulah zat yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, hanya engkaulah, tidak ada yang lain, yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu. Dengan perkenan-Mu ya Allah, jatuhkanlah putusan tentang apa yang selalu mereka perselisihkan. '47. Dan andai kata orang-orang musyrik itu mengetahui dan menyadari putusan apa yang akan dijatuhkan Allah terhadap mereka, maka persoalannya akan menjadi lain. Sebab, sekiranya orang-orang yang zalim, yang menganiaya diri sendiri itu mempunyai segala apa yang ada di bumi berupa kekayaan yang berlimpah, dan ditambah lagi sebanyak itu bersamanya, niscaya mereka pasti akan menebus dirinya dengan itu dari memperoleh azab yang buruk pada hari kiamat. Dan dengan demikian akan lebih jelaslah bagi mereka bahwa azab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan betapa buruk dan pedihnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 46-48 Allah SWT berfirman setelah menyebutkan tentang orang-orang musyrik yang melakukan perbuatan tercela karena mereka suka menyekutukan Allah dan lari dari tauhid (Katakanlah, "Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nyata) yaitu serulah hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, Dzat yang menciptakan langit dan bumi, dan Yang menjadikannya tanpa contoh terlebih dahulu (Yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nyata) yaitu yang tersembunyi dan yang terang-terangan (Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya) yaitu dalam kehidupan dunia mereka, maka Engkau akan memutuskan perkara di antara mereka pada hari mereka dikembalikan dan dibangunkan dari kuburnya. Firman Allah: (Dan sekiranya orang-orang yang zalim) yaitu orang-orang musyrik (mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu bersamanya) yakni seandainya mereka mempunyai semua isi bumi dan kelipatannya (niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat) yang telah dipastikan Allah untuk mereka pada hari kiamat. Maka tebusan mereka itu sama sekali tidak diterima, sekalipun banyaknya adalah emas seisi bumi, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan) yaitu tampak jelas bagi mereka balasan dan azab dari Allah bagi mereka, yang selama itu belum pernah terbesit dalam dalam hati dan perhitungan mereka (Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat) yaitu tampak jelas bagi mereka pembalasan dari perbuatan-perbuatan haram dan dosa yang telah mereka kerjakan di dunia (dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya) yaitu, mereka diliputi oleh azab dan siksaan yang dahulu mereka olok-olokkan di dunia.
Tafsir As-Sa'di
45-46. Allah menyebutkan kondisi orang-orang musyrikin dan apa yang ditimbulkan oleh kesyirikan mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka “apabila nama Allah saja yang disebut” untuk mengesakanNya dan sebagai perintah untuk mengikhlaskan ketaatan hanya kepadaNya serta meninggalkan apa-apa yang disembah selain Dia, mereka merasa kesal, bosan, dan sangat tidak menyukainya. “Dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut” seperti berhala dan pujaan-pujaan, da nada penyeru yang menyerukan supaya menyembah dan memujinya, “tiba-tiba mereka bergirang hati” karenanya, karena senang sembahan-sembahan mereka disebut dan karena syirik sejalan dengan hawa nafsu mereka. Kondisi seperti ini adalah kondisi yang paling jahat dan paling keji; namun saat mereka adalah di Hari Pembalasan nanti! Di sanalah hak akan diambil dari mereka dan dilihat, apakah tuhan-tuhan mereka itu berguna bagi mereka yang dahulu mereka sembah dari selain Allah?! Maka dari itu Dia berfirman, “Katakanlah, ‘Ya Allah, Pencipta langit dan bumi’,” Pencipta dan PEngelola keduanya, “Yang mengetahui yang ghaib” yaitu yang lepas dari jangkauan penglihatan dan pengetahuan kita “dan yang nyata,” yang dapat kita saksikan, “Engkau-lah Yang memutuskan antara hamba-hambaMu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.” Sesungguhnya dia antara perselisihan yang sangat besar adalah perselisihan orang-orang yang bertauhid yang tulus ikhlas yang meyakini bahwa apa yang mereka anut itulah yang haq, dan bahwa milik merekalah al-husna (surge) di akhirat, bukan milik orang lain; dengan orang-orang musyrikin yang menjadikan selain Engkau sembahan-sembahan dan berhala, mereka menyamakan denganMu siapa yang sama sekali tidak sama sedikitpun, dan mereka benar-benar melecehkanMu dengan sebenar-benar pelecehan, mereka bersenang hati di kala sembahan-sembahan mereka disebut, dan mereka kesal ketika Engkau disebutkan. Sudah seperti itu keadaannya, mereka beranggapan bahwa mereka berada di atas kebenaran, sedangkan yang lain di atas kebatilan, dan bahwa surge adalah milik mereka. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.: (Al-Hajj:17). Dan Allah telah menginformasikan kepada kita akan adanya pemberian keputusan di antara mereka sesudahnya, melalui FirmanNya, “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): "Rasailah azab yang membakar ini". Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” (Al-Hajj:19-23), dan Allah juga telah berfirman, “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-An’am:82). “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” (Al-Maidah:72). Pada ayat ini terkandung penjelasan tentang keumuman (keluasan cakupan) ciptaan Allah, kemutlakan ilmuNya dan keumuman hukumNya yang berlaku di antara hamba-hambaNya. MahaKuasaNya yang dariNya semua makhluk ini terlahir dan ilmuNya yang meliputi segala sesuatu membuktikan adanya keputusanNya di antara hamba-hambaNya, kebangkitan mereka dan ilmu pengetahuan Allah kepada amal-amal perbuatan mereka yang baik dan buruk, dan ukuran-ukuran balasannya. ciptaanNya membuktikan ilmuNya; tidakkah Tuhan yang menciptakan itu mengetahui?
Tafsir Al-Wajiz
46. Wahai Nabi katakanlah: “Ya Allah, Engkau adalah Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui segala yang ghoib maupun yang tampak. Engkau Maha Bijaksana dalam menetapkan perselisihan hamba-Mu dalam hal agama. Sehingga kebenaran menjadi tampak. Tunjukanlah jalan yang lurus kepadaku tentang perselisihan mereka Ya Allah.”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com