Surah Ar-Rum : Ayat 46
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن يُرْسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٍ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحْمَتِهِۦ وَلِتَجْرِىَ ٱلْفُلْكُ بِأَمْرِهِۦ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menunjukkan bukti-bukti kekuasaan dan keesaan-Nya, baik melalui ayat-ayat Al-Qur'an maupun ayat-ayat yang tersebar di alam raya dan fenomena-fenomena alam. Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah bahwa dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira, sebab angin meniup awan yang tebal lalu hujan pun turun; dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dengan tumbuhnya biji-bijian yang telah disemaikan dan menghijaunya tanam-tanaman serta berbuahnya tetumbuhan dan sebagainya; dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya melalui hukum alam yang telah ditetapkan; dan agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya dengan berdagang, berlayar, mencari ilmu, dan lain-lain; dan agar kamu bersyukur atas karunia tersebut dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 47. Kaum musyrik mekah tetap mengingkari ajaran tauhid nabi Muhammad meski mereka nyata-Nyata melihat tanda-tanda keesa-an Allah. Allah menurunkan ayat ini untuk menghibur hati nabi Muhammad, menegaskan bahwa para rasul sebelumnya juga didustakan oleh kaumnya. Dan sungguh, kami telah mengutus sebelum engkau beberapa orang rasul kepada kaumnya. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan yang cukup seperti halnya dirimu, lalu kami melakukan pembalasan dan menurunkan azab terhadap orang-orang yang berdosa tersebut karena mereka telah menyakiti para pembawa kebenaran. Dan merupakan hak kami untuk menolong orang-orang yang beriman yang meyakini dengan sepenuh hati wujud dan keesaan Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 46-47 Allah SWT menyebutkan nikmat-nikmatNya kepada makhlukNya dalam mengirimkan angin yang membawa kabar gembira atas kedatangan rahmatNya, berupa hujan yang akan turun setelahnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya) yaitu hujan yang Dia turunkan. Lalu dengan hujan itu, Dia menghidupkan semua hamba dan negeri mereka (dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya) yaitu di laut, dan sesungguhnya yang menjadikannya dapat berlayar dengan angin (dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya) yaitu berdagang, mencari penghidupan, dan mengadakan perjalanan dari suatu daerah ke daerah lain dan dari suatu pulau ke pulau lain (mudah-mudahan kamu bersyukur) yaitu, kalian bersyukur kepada Allah atas nikmat yang Dia berikan kepada kalian, baik nikmat yang tampak maupun yang tidak tampak, yang tidak dapat dihitung. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa) Ini merupakan hiburan hati Allah SWT kepada hamba dan RasulNya, Muhammad SAW, bahwa jika dia didustakan kebanyakan dari kaumnya dan orang-orang, maka sungguh para rasul terdahulu itu didustakan, padahal mereka telah menyampaikan kepada umat mereka itu bukti-bukti yang jelas. Tetapi Allah membalas orang-orang yang mendustakan dan menentang para rasul, serta menyelamatkan orang-orang yang beriman kepada mereka (Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman) yaitu suatu kebenaran bahwa Dia mewajibkan DzatNya yang Maha Mulia sebagai anugerah dan karuniaNya. Sebagaimana firmanNya: (Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang) (Surah Al-An'am: 54)
Tafsir As-Sa'di
46. maksudnya, diantara bukti-bukti yang menunjukkan atas rahmatNya dan (bahwa) Dia (mampu) membangkitkan orang-orang yang sudah mati, serta bahwa Dia-lah sembahan, maharaja yang terpuji, adalah Dia mengirimkan “angin,” di depan hujan “sebagai pembawa berita gembira,” dengan menggerakkan awan, lalu menghimpunnya, sehingga hati manusia sebelum turun hujan itu merasa gembira, “dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmatNya,” lalu Dia menurunkan atas kalian hujan yang dengannya negeri manusia bisa hidup, dan kalian merasakan sebagian dari rahmatNya, yang kalian ketahui bahwa rahmatNya-lah yang menyelamatkan manusia, yang membawa rizki mereka, sehingga dengan begitu kalian rindu untuk beramal shalih yang membuka pintu-pintu perbendaharan rahmatNya, “dan supaya kapal dapat berlayar,” di lautan “dengan perintahNya” yang bersifat qadari, “dan juga supaya kamu dapat mencari sebagian karuniaNYa,” dengan bisa bekerja dalam penghidupan dan berbagai mashlahat kalian. “mudah-mudahan kamu bersyukur,” kepada Dzat yang telah menundukkan berbagai hal untuk kalian. Inilah maksud dari berbagai nikmat, yaitu (agar kalian) membalasnya dengan bersyukur kepada Allah agar Dia menambahnya untuk kalian dan menyisakannya untuk kalian. Adapun membalas kenikmatan dengan kekafiran dan maksiat, maka yang demikian ini adalah tabiat orang yang mengganti nikmat Allah dengan keingkaran dan nikmatNya sebagai bencana. Dan dia menawarkan kesirnaan nikmat dan berpindah dari nikmat kepada yang lain.
Tafsir Al-Wajiz
46. Dan di antara dalil-dalil kekuasaan dan keesaan Allah SWT yaitu bahwa Allah mengutus angin, yaitu angin kebaikan dan angin rahmat yang membawa kabar gembira dengan membawa hujan supaya kalian bisa merasakan rahmatNya berupa hujan, kesuburan dan kebaikan, menjalankan perahu-perahu di lautan dengan ijin dan kehendakNya, supaya kalian bisa mencari rejeki dari sebagian keutamaan Allah dengan berdagang di lautan dan daratan, dan supaya kalian bisa bersyukur atas nikmat Allah yang ada di dalamnya, Maka dari itu, esakanlah Dia.