Surah Al-Anbiya : Ayat 46
وَلَئِن مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ
"Dan sesungguhnya, jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Tuhan-mu, pastilah mereka berkata: “Aduhai, celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang yang menganiaya diri sendiri”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Orang-orang kafir ketika hidup di dunia bersikap sombong, keras kepala, dan menantang azab Allah, tetapi di akhirat ketika mereka sadar, mereka menyesali perbuatannya. Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab tuhanmu, di dalam neraka, pastilah mereka berkata, dengan sangat menyesal, 'celakalah kami, berada dalam azab yang pedih! sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi diri sendiri dengan tidak beriman, sombong, keras kepala, dan menantang azab Allah. '47. Dalam menilai perbuatan hamba-hamba-Nya di akhirat, Allah menjamin akan menegakkan keadilan yang sebenarnya. Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, dengan data yang objektif dan akurat; maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit, sehingga tidak ada seorang hamba yang amal kebaikannya dikurangi atau kejahatannya dilebih-lebihkan, sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti kami mendatangka pahala untuk perbuatan baik dan hukuman untuk perbu-atan jahat. Dan cukuplah kami yang membuat perhitungan terhadap perbuatan manusia dengan seadil-adilnya, objektif, tepat, dan akurat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 44-47 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik bahwa sesungguhnya yang mendorong dan menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan adalah karena mereka diberi kenikmatan di kehidupan dunia, tenggelam dalam kesenangannya, dan dipanjangkan umur mereka dalam kesesatan, sehingga mereka menduga bahwa mereka memiliki sesuatu. Kemudian Allah berfirman seraya memberi nasehat kepada mereka: (Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya) Para mufasir berbeda pendapat tentang maknanya. Telah kami sebutkan dalam surah Ar-Ra'd bahwa tafsir yang paling baik adalah dengan firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitar kalian dan Kami telah datangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat) (27)) (Surah Al-Ahqaf) Hasan Al-Bashri berkata bahwa makna yang dimaksud adalah kemenangan Islam atas kekufuran. Maknannya adalah apakah mereka tidak mengambil pelajaran dari pertolongan Allah kepada kekasih-kekasihNya atas musuh-musuhNya, pembinasaan Allah atas umat-umat yang berbuat dusta dari kalangan penduduk negeri-negeri yang zalim, penyelamatanNya terhadap hamba-hambaNya yang beriman. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka apakah mereka yang menang?) yaitu bahkan merekalah yang dikalahkan, direndahkan, dirugikan dan dihinakan. Firman Allah: (Katakanlah (hai Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu”) yaitu sesungguhnya aku hanya menyampaikan dari Allah apa yang aku peringatkan kepada kalian, berupa azab dan pembalasanNya, Tidaklah hal itu melainkan dari apa yang Dia wahyukan kepadaku. Akan tetapi, peringatan ini tidak berguna lagi bagi orang-orang yang oleh Allah pandangannya dibutakan, pendengaran dan hatinya dikunci mati. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan) Firman Allah: (Dan sesungguhnya jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang yang menganiaya diri sendiri” (46)) yaitu, jika mereka yang mendustakan itu tertimpa sedikit dari azab Allah, maka mereka mengakui dosa-dosa mereka dan bahwa mereka adalah orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri di dunia. Firman Allah: (Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun) yaitu Kami akan meletakkan timbangan yang adil pada hari kiamat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa sesungguhnya yang dimaksud adalah satu timbangan, dan diungkapkan dalam bentuk jamak untuk menunjukkan jumlah amal yang ditimbang dengannya. Firman Allah: (maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)wya. Dan cukuplah Kami menjadi orang-orang yang membuat perhitungan) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun) (Surah Al-Kahfi: 49) dan (Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah; dan jika ada kebaikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar (40)) (Surah An-Nisa’)
Tafsir As-Sa'di
46. Seandainya sudah benar-benar mengenai mereka “sedikit saja dari azab Rabbmu,” yaitu walaupun bagian kecil dari siksaNYa, namun tidak ada istilah sedikit pada siksa Allah “pastilah mereka berkata, ‘Aduhai celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang-orang yang menganiaya diri sendiri ‘,” maksudnya tiada perkataan yang mereka sampaikan kecuali ratapan celaka, kebinasaan, penyesalan dan pengakuan atas perbuatan aniaya dan kekufuran mereka serta pengakuan menjadi orang yang berhak tertimpa siksa.
Tafsir Al-Wajiz
46. Dan sungguh jika mereka ditimpa azab Tuhanmu yang ringan, maka mereka akan berkata: “Celakalah Kami, sesungguhnya Kami menzalimi diri sendiri dengan berbuat kekufuran dan mendustakan para rasul, salah satunya yaitu Muhammad SAW”