Surah Al-Kahfi : Ayat 46
ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, baik dan indah sifatnya serta bermanfaat bagi manusia, tetapi dapat memperdaya dan tidak kekal; tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh yang dilakukan karena Allah dan sesuai tuntunan agama adalah lebih baik pahalanya di sisi tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan yang dapat membawa kepada kebahagiaan yang kekal sampai di akhirat nanti. Dan ingatlah pada hari yang ketika itu kami perjalankan gununggunung, yakni kami hancurkan sehingga ia menjadi bagai kapas yang beterbangan, dan engkau akan melihat bumi itu rata karena tidak ada lagi gunung, tanaman ataupun bangunan, dan kami kumpulkan mereka di padang mahsyar, tempat berkumpulnya seluruh manusia baik yang hidup dahulu maupun kemudian, dan tidak kami tinggalkan seorang pun dari mereka di dalam kuburnya, yakni di alam barzakh.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 45-46 Allah SWT berfirman: (Dan berilah perumpamaan) wahai Muhammad (kepada mereka (manusia) kehidupan dunia) tentang kefanaan, kehancuran, dan habis masanya (sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka men­jadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi) yaitu apa yang ada di dalamnya berupa biji-bijian menjadi subur dan tumbuh dengan baik, berbunga, bercahaya serta hijau. Kemudian setelah itu: (Kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering) kering (yang diterbang­kan oleh angin) yaiu berhamburan tertiup angin ke kanan dan ke kiri (Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) Dia mampu menciptakan keadaan seperti ini dan seperti itu. Sering sekali Allah SWT membuat perumpamaan seperti itu untuk kehidupan dunia, Sebagaimana Allah berfirman di surah Yunus: (Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuh­lah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak, Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias) (Surah Yunus) Firman Allah: (Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia) Sebagaimana firmanNya: (Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (14)) (Surah Ali Imran: 14) dan (Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan (bagi kalian); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar (15)) (Surah At-Taghabun) yaitu, kembali dan menyibukkan diri dengan menyembah Allah itu lebih baik bagi kalian daripada menyibukkan diri dengan hal itu, menghimpun harta, dan khawatir yang berlebihan terhadap hal-hal itu. Oleh karena itu Allah berfirman: (Tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi ha­rapan) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih) dia berkata bahwa itu adalag mengingat Allah, yaitu ucapan "Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Subhanallah, Alhamdulillah, Tabarakallah, Laa haula wa laa quwwata illa billah, Astaghfirullah, shalawat untuk Rasulullah SAW, puasa, haji, sedekah, memerdekakan bu­dak, jihad, silaturahmi, dan semua amal kebaikan. Semua itu adalah amal­an yang kekal dan shalih yang mengekalkan pelakunya di surga selama masih ada bumi dan langit. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa itu adalah seluruh amal shalih. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.
Tafsir As-Sa'di
46. Oleh karena itu, Allah memberitahukan bahwa kekayaan dan anak-anak adalah “perhiasan kehidupan dunia,” maksudnya tidak ada fungsi lainnya. Perkara yang abadi bagi seorang manusia, bermanfaat dan membahagiakannya adalah amalan-amalan yang kekal lagi shalih. Ini mencakup seluruh jenis ketaatan yang wajib atau sunnah, yang bertalian dengan hak-hak Allah dan hak-hak sesame manusia, berupa shalat, zakat, sedekah, haji, umrah, bertasbih, (mengucapkan) tahmid, tahlil dan
Tafsir Al-Wajiz
46. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh jauh lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan kehidupan yang bahagia

Sumber tafsir dari tafsirweb.com