Surah Ibrahim : Ayat 46
وَقَدْ مَكَرُوا۟ مَكْرَهُمْ وَعِندَ ٱللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِن كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ ٱلْجِبَالُ
"Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan ingatlah, sungguh mereka telah membuat tipu daya atas Allah padahal Allah mengetahui dan akan membalas tipu daya mereka. Dan sesungguhnya tipu daya mereka sangat ringan sehingga tidak mampu untuk sekadar melenyapkan gunung-gunung yang menjadi salah satu bukti kekuasaan Allah. Maka karena itu, jangan sekali-kali kamu atau siapa pun mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya dalam keberhasilan tugas yang mereka laksanakan. Sungguh, Allah mahaperkasa dan mempunyai pembalasan. Dia akan menjatuhkan siksa bagi para pendurhaka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 44-46 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang yang zalim terhadap diri sendiri ketika mereka menyaksikan azab: (Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruanMu dan akan mengikuti rasul-rasul) sebagaimana Allah berfirman: ((Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) (99) agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan (100)) (Surah Al-Mu’minun) Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang mereka tentang keadaan mereka di padang Mahsyar: (Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin” (12)) (Surah As-Sajdah) Allah SWT berfirman seraya menjawab ucapan mereka melalui di sini: (Bukankah kalian telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kalian tidak akan binasa?) yaitu, bukankah kalian pernah bersumpah sebelum berada di keadaan ini bahwa kalian tidak akan binasa dari keadaan kalian, dan tidak ada hari kembali serta hari pembalasan, maka rasakanlah ini. Mujahid dan lainnya berkait tentang firmanNya: (sekali-kali kalian tidak akan binasa?) yaitu tidaklah kalian berpindah dari dunia ke akhirat. Sebagaimana Allah SWT memberitahukan tentang mereka: (an mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, “Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.” Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya) (Surah An-Nahl: 38) dan (Dan kalian telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagi kalian bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepada kalian beberapa perumpamaan (45)) yaitu kalian telah melihat dan telah sampai kepada kalian tentang apa yang telah Kami timpakan kepada umat-umat terdahulu yang mendustakan. Bersamaan dengan itu, kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka, dan tidak pula menjadikan apa yang telah Kami timpakan kepada mereka sebagai peringatan (itulah hikmah yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka) (5)) (Surah Al-Qamar) Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya) dia berkata bahwa tidaklah makar mereka itu bisa melenyapkan gunung-gunung. Lalu dijelaskan Ibnu Jarir, bahwa apa yang mereka perbuat berupa menyekutukan dan mengingkari Allah. Hal itu sama sekali tidak membahayakan gunung-gunung itu sedikit pun, dan tidak pula lainnya. Melainkan bencana dari hal itu akan menimpa diri mereka. Saya berkata, Ini serupa dengan firman Allah SWT: (Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung (37)) (Surah Al-Isra) Pendapat kedua tentang tafsir ayat ini adalah apa yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas tentang firman Allah: (Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya) dia berkata yaitu kemusyrikan mereka, sebagaimana firmanNya (hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu) (Surah Maryam: 90)
Tafsir As-Sa'di
46. “Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar”, yaitu kaum yang mendustakan para rasul “makar yang besar”, yang telah didukung oleh kehendak dan kemampuan mereka “padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu”, maksudnya ilmu dan kekuasaan Allah meliputinya, karena ulah makar mereka akan berbalik menyerang mereka. Dan tidaklah makar yang buruk itu menerjang melainkan kepada pencetusnya saja. “Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya”, maksudnya, sungguh usaha makar kaum kafir yang mendustakan para rasul yang haq dan orang-orang yang membawa kebenaran –karena besarnya- sehingga bisa menyebabkan gunung-gunung yang menjulang tinggi hilang dari tempat-tempatnya. Maksudnya, mereka telah menggerakkan makar yang begitu besar, yang tidak bisa diukur tingkatannya. Akan tetapi, Allah membalikkan pengaruh makar itu ke leher-leher mereka. Termasuk dalam konteks ini, setiap orang yang menciptakan makar dari kalangan orang-orang yang menyalahi para rasul, untuk membela kebatilan atau melumpuhkan kebenaran. Jadi, maksud ayat ini, bahwa makar mereka tidak bermanfaat bagi mereka sedikit pun, dan tidak menimbulkan bahaya apa pun bagi Allah. Justru mereka sedang menciptakan bahaya bagi diri mereka sendiri.
Tafsir Al-Wajiz
46. Orang-orang kafir Mekah telah menyusun rencana rahasia. Mereka berusaha keras untuk merusak kebenaran dan meneguhkan kebathilan. Dan di sisi Allah itu ilmu tentang rencana mereka dan balasan atas rencana tersebut. Dia itu Maha Kuasa untuk membatalkannya meskipun rencana mereka itu besar, kuat dan buruk sehingga hampir bisa menghilangkan gunung dari tempatnya