Surah Al-Furqan : Ayat 45
أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَلَوْ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا ٱلشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلًا
"Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Pada ayat-ayat di bawah ini dijelaskan enam fenomena alam seluruh sebagai bukti kekuasaan dan anugerah Allah. Ke enam fenomena tersebut adalah suasana teduh, terjadinya malam dan siang, kisaran angin, turunnya hujan, tidak bercampurnya air tawar dan air asin, dan terciptanya manusia dari air mani. Tidakkah engkau, wahai rasul, memperhatikan penciptaan tuhanmu, dengan mata kepalamu atau dengan pikiranmu, akan besarnya kekuasaan tuhanmu dan anugerah-Nya yang demikian besar kepada makhluk-Nya, bagaimana dia memanjangkan dan memendekkan bayang-bayang atau keteduhan yaitu situasi antara terang benderang dan gelap, hal itu terjadi setelah terbit fajar sampai terbit matahari, dan waktu setelah matahari terbenam sebelum gelapnya malam. Dan sekiranya dia Allah menghendaki untuk melakukan sebaliknya, niscaya dia jadikannya bayang-bayang dan suasana teduh itu tetap, tidak bergeser dari tempatnya. Jika hal itu terjadi, semua makhluk akan menderita. Jika matahari terus menerus menyoroti bumi, manusia dan makhluk lainnya akan terbakar. Kemudian kami jadikan matahari sebagai petunjuk akan adanya bayang-bayang dan situasi teduh tersebut. Jika tidak ada matahari, tidak akan terjadi bayang-bayang di bumi. Inilah fenomena alam yang harus direnungkan oleh manusia, bahwa dibelakang semua gerakan alam seluruh ada zat yang sangat berkuasa yaitu Allah. 46. Lalu Allah menjelaskan fenomena alam berikutnya yaitu: kemudian kami menariknya bayang-bayang itu, kepada kami sesuai dengan kebijakan kami, sedikit demi sedikit, tidak sekaligus sesuai dengan kecepatan gerakan matahari yang demikian cermat dan terukur. Suasana teduh di pagi hari digantikan oleh terangnya cahaya matahari. Kemudian pada saat sore hari, diwaktu matahari bergerak ke ufuk barat, sedikit demi sedikit, sorot matahari digantikan oleh suasana redup dan teduh kembali dalam rentang waktu yang sangat pendek, sampai datang waktu malam yang gelap gulita.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 45-47 Dari sini Allah SWT menjelaskan dalil-dalil yang menunjukkan keberadaan dan kekuasaanNya yang sempurna, bahwa Dia menciptakan segala sesuatu yang beragam dan bertentangan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang?) Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abu Al-’Aliyah, dan lainnya berkata bahwa itu terjadi di antara terbitnya fajar sampai terbitnya matahari. (dan kalau Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu) yaitu tetap dan tidak hilang, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kalian malam itu terus-menerus”) (Surah Al-Qashash: 71-72) Firman Allah SWT: (kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu) yaitu, seandainya matahari tidak terbit atas hal itu, maka hal itu tidak akan ada, karena sesungguhnya sesuatu itu tidak dikenal melainkan dengan lawannya. Qatadah dan As-Suddi berkata yaitu sebagai petunjuk yang mengiringi dan mengikutinya sehingga sinar matahari berada di atasnya. Firman Allah SWT: (kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan (46)) yaitu bayang-bayang. Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan (yasiran) adalah perlahan. Ibnu Abbas berkata yaitu dengan cepat Mujahid berkata bahwa maknannya tersembunyi. As-Suddi berkata bahwa maknannya adalah tarikan yang tersembunyi, sehingga tidak ada bayangan lagi di muka bumi melainkan di bawah atap atau di bawah pohon, karena matahari menyinari semua yang ada di atas bumi. Firman Allah: (Dialah yang menjadikan untuk kalian malam (sebagai) pakaian) yaitu, menyembunyikan wujud dan menutupinya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1)) (Surah Al-Lail) dan (demi malam apabila menutupinya (gelap gulita) (4)) (Surah Asy-Syams) (dan tidur untuk istirahat) yaitu menghentikan semua gerakan untuk mengistirahatkan tubuh, karena sesungguhnya anggota tubuh mengalami kelelahan karena banyak pergerakan dalam melakukan sesuatu di siang untuk mencari penghidupan. Apabila malam hari tiba dan menjadi tenang, maka semua gerakan menjadi tenang dan beristirahat, lalu datanglah rasa kantuk, kemudian tertidur. Tidur merupakan istirahat bagi tubuh dan ruh sekaligus (dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha) yaitu, manusia melakukan kegiatan di siang hari untuk mencari penghidupan mereka melalui usaha dan kerja, sebagaimana Allah SWT berfiman: (Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya (73)) (Surah Al-Qashash)
Tafsir As-Sa'di
45-46 maksudnya, tidaklah kamu menyaksikan dengan pandangan mata dan pandangan mata hatimu kesempurnaan kekuasaan Rabbmu dan keluasan rahmatNya, yaitu bahwasannya Dia telah memanjangkan bayang-bayang mengikuti manusia. Yaitu sebelum matahari terbit, “kemudian kami jadikan matahari atasnya,” maksudnya, atas bayang-bayang itu, ”sebagai petunjuk,” kalau saja bukan karena adanya matahari, tentu bayang-bayang tidak diketahui. Sebab lawan itu hanya dapat diketahui dengan lawannya pula. “kemudian kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan,” semakin tinggi matahari, semakin hilangnya bayang-bayang itu sedikit demi sedikit hingga akhirnya habis secara total. Sehingga bayang-bayang dan matahari saling bergantian menerpa manusia, yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka. Perbedaan siang dan malam yang menjadi akibatnya, lalu silih bergantinya siang dan malam, perubahan musim, serta terjadinya berbagai kemaslahatan yang disebabkannya adalah merupakan dalil yang kuat yang membuktikan kekuasaan Allah dan keagunganNya, kesempurnaan rahmatNya, perhatianNya terhadap hamba-hambaNya, dan bahwa hanya Dia semata sembahan yang dipuji, dicintai, diagungkan, pemilik keagungan dan kemuliaan.
Tafsir Al-Wajiz
45. Apakah kamu tidak melihat ciptaan dan kehendak Tuhanmu, bagaimana Dia membentangkan bayang-bayang dari waktu munculnya fajar sampai terbitnya matahari, yaitu bayang-bayang tanpa adanya matahari. Dan setelah terbit, bayang-bayang itu memanjang menuju arah barat. Jika berkehendak, sungguh Allah akan menjadikan bayang-bayang itu hanya dalam satu kondisi meskipun dengan adanya matahari. Kemudian Kami jadikan matahari sebagai tanda yang menunjukkan kondisi-kondisi bayang-bayang itu baik panjang ataupun pendek.