Surah Yasin : Ayat 44
إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٍ

"Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika."

Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka tidak akan selamat dari bencana itu melainkan jika kami menghendakinya karena rahmat dan kasih sayang yang besar dari kami dan untuk memberikan kesenangan hidup dengan sarana transportasi tersebut sampai waktu tertentu, selagi mereka tidak melakukan penyimpangan. Ayat ini mengingatkan manusia agar tidak berlaku sombong dan angkuh dalam segala urusan. 45. Meski menyaksikan dengan nyata bukti-bukti kekuasaan Allah dan kemampuan yang Allah berikan kepada manusia untuk membuat sarana transportasi, banyak manusia tetap ingkar dan menyekutukan Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'takutlah kamu akan siksa dunia yang di hadapanmu sebagaimana yang menimpa umat-umat terdahulu, dan azab yang akan datang kelak di akhirat agar kamu mendapat rahmat dari-Nya. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 41-44 Allah SWT berfirman bahwa suatu dalil lagi bagi mereka yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT adalah Dia telah menundukkan laut agar dapat membawa bahtera, yang antara lain bahkan bahtera yang pertama adalah bahtera nabi Nuh yang diselamatkan Allah SWT dengan membawa nabi Nuh dan orang-orang yang beriman kepadanya, yang pada masa itu tidak ada seorang pun dari keturunan anak cucu nabi Adam yang tersisa di muka bumi selain mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka) yaitu nenek moyang mereka (dalam bahtera yang penuh muatan) yaitu dalam perahu yang dipenuhi dengan barang-barang dan hewan-hewan yang diperintahkan Allah kepadanya untuk mengangkutnya di dalam perahunya dari setiap jenis satu pasang. Ibnu Abbas berkata bahwa “al-masyhun” adalah penuh dengan muatan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”Apakah kalian mengetahui makna firmanNya SWT: (dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai semisal dengan bahtera itu (42)) Kami berkata "Tidak" dia berkata,”yaitu perahu-perahu yang dibuat setelah perahu nabi Nuh. Demikian juga dikatakan Abu Malik, Adh-Dhahhak, Qatadah, dan Abu Shalih bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya: (dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu (42)) yaitu perahu-perahu. Pendapat ini bertambah kuat ditinjau dari makna firmanNya: (Sesungguhnya Kami tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang kamu) ke dalam bahtera (11) agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar (12)) (Surah Al-Haqqah) Firman Allah: (Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami tenggelamkan mereka) yaitu, orang-orang yang ada di dalam bahtera itu (maka tiadalah bagi mereka penolong) yaitu tidak ada seorangpun yang menolong dan menyelamatkan mereka musibah tenggelam (dan tidak pula mereka diselamatkan) dari musibah yang menimpa mereka (Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami) Dan ini adalah istisna munqati' yaitu bentuknya,”Akan tetapi rahmat Kami, Kami memperjalankan kalian di daratan, dan di laut, kemudian Kami menyelamatkan kalian sampai waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika) yaitu sampai waktu yang telah ditentukan di sisi Allah SWT.
Tafsir As-Sa'di
44. “ tetapi karena rahmat yang besar dari kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika,” yang dimana kami tidak menenggelamkan mereka karena belas-kasih dan untuk memberikan kenikmatan kepada mereka hingga waktu yang telah ditentukan, dengan harapan mereka kembali atau mencari apa-apa yang telah mereka abaikan.
Tafsir Al-Wajiz
44. Kecuali jika rahmat Kami menjangkau mereka, maka itu akan menyelamatkan dan menolong serta membuat mereka dapat menikmati kehidupan dengan suka cita sampai waktu tertentu

Sumber tafsir dari tafsirweb.com