Surah Ar-Rum : Ayat 44
مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ
"Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),"
Tafsir Ringkas Kemenag
Di akhirat nanti setiap manusia akan memperoleh balasan perbuatannya dengan adil. Barang siapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung akibat kekafirannya itu, dan barang siapa mengerjakan kebajikan dengan penuh keimanan maka pada dasarnya mereka telah menyiapkan untuk diri mereka sendiri tempat yang menyenangkan di surga sebagai tempat kebahagiaan abadi. 45. Allah memasukkan mereka ke surga agar Allah memberi balasan pahala kepada orang-orang yang beriman dan diwujudkan dengan mengerjakan kebajikan dari sebab karunia-Nya, bukan semata-mata keimanan dan amal salehnya. Sungguh, kenikmatan surga bagi orang mukmin sebagai wujud rahmat-Nya dan azab neraka bagi orang-orang kafir sebagai benuk keadilan-Nya, karena sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang kafir.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 43-45 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk bersegera beristiqamah untuk taat kepadaNya dan bersegera kepada kebaikan-kebaikan (Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya)) yaitu hari kiamat, apabila Dia menghendaki kejadiannya, maka tidak dapat ditolak (pada hari itu mereka terpisah-pisah) yaitu terpecah-belah. satu golongan masuk surga dan golongan lain masuk neraka. Oleh karena Allah SWT berfirman: (Barang siapa yang kafir, maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang siapa yang beramal saleh, maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan) (44) agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya) yaitu Allah membalas mereka dengan balasan dari karuniaNya, yaitu suatu kebaikan dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali lipat dan sampai kelipatan yang dikehendaki Allah (Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar) Dengan semua itu, Dia Maha Adil dalam memperlakukan mereka dan tidak berbuat aniaya.
Tafsir As-Sa'di
44-45. maka “barangsiapa yang kafir,” di antara mereka “maka dia sendirilah yang menanggung akibat kekafirannya,” dialah yang akan disiksa disebabkan dirinya sendiri, setiap diri yang berdosa tidak menanggung dosa orang lain. “dan barangsiapa yang beramal shalih,” berupa (menunaikan) hak-hak Allah dan hak-hak manusia yang wajib dan yang dianjurkan, “maka untuk diri mereka sendiri,” bukan untuk orang lain “mereka menyiapkan,” maksudnya, mereka mempersiapkan, dan untuk diri mereka sendiri, mereka memakmurkan akhiratnya, mereka bersiap-siap untuk meraih tempat-tempat tinggal dan bilik-biliknya. Walau demikian, balasan untuk mereka tidak terbatas pada amal perbuatan mereka. Bahkan Allah memberi mereka balasan dari karuniaNya yang berlimpah dan kemurahanNya yang tidak terbatas yang sama sekali tidak bisa dicapai dengan amal mereka. Yang demikian itu adalah karena Allah mencintai mereka. Apabila Allah telah mencintai seorang hamba, maka Allah mencurahkan karuniaNya padanya sebanyak-banyaknya, dan melipat gandakan pemberianNya yang sangat mewah, menganugerahkan kepadanya berbagai nikmat lahir dan batin. Ini berbeda dengan orang-orang kafir. Sesungguhnya Allah, tatkala membenci dan murka terhadap mereka, maka Dia menyiksa dan menghukumnya, dan tidak menambah sebagaimana Dia menambah kepada orang-orang sebelumnya (yang beriman). Maka dari itu Dia berfirman, ”sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar,”
Tafsir Al-Wajiz
44. Barangsiapa mengingkari Allah, maka baginya itu malapetaka atas kekufurannya, yaitu neraka yang abadi. Dan barangsiapa beriman dan beramal shalih untuk menaati apa yang diperintahkan Allah, maka bagi diri mereka itu dihamparkan atau disiapkan tempat tinggal di surga