Surah Al-Furqan : Ayat 44
أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَٱلْأَنْعَٰمِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا
"atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Atau apakah engkau, wahai rasul, mengira bahwa kebanyakan mere-ka itu mendengar apa yang engkau katakan kepada mereka berupa petunjuk ke jalan yang benar' atau memahami maksud dari apa yang kau katakan, dengan pemahaman yang benar, dan dari hati sanubari mereka, sehingga mereka bersedia melakukan apa yang kau katakan' mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya. Bahkan hewan ternak lebih baik lagi, karena hewan akan loyal kepada yang berbuat baik kepadanya. Sementara kaum musyrik sama sekali tidak tahu diri terhadap zat yang memberikan kehidupan dan rezeki kepada mereka. 45. Pada ayat-ayat di bawah ini dijelaskan enam fenomena alam seluruh sebagai bukti kekuasaan dan anugerah Allah. Ke enam fenomena tersebut adalah suasana teduh, terjadinya malam dan siang, kisaran angin, turunnya hujan, tidak bercampurnya air tawar dan air asin, dan terciptanya manusia dari air mani. Tidakkah engkau, wahai rasul, memperhatikan penciptaan tuhanmu, dengan mata kepalamu atau dengan pikiranmu, akan besarnya kekuasaan tuhanmu dan anugerah-Nya yang demikian besar kepada makhluk-Nya, bagaimana dia memanjangkan dan memendekkan bayang-bayang atau keteduhan yaitu situasi antara terang benderang dan gelap, hal itu terjadi setelah terbit fajar sampai terbit matahari, dan waktu setelah matahari terbenam sebelum gelapnya malam. Dan sekiranya dia Allah menghendaki untuk melakukan sebaliknya, niscaya dia jadikannya bayang-bayang dan suasana teduh itu tetap, tidak bergeser dari tempatnya. Jika hal itu terjadi, semua makhluk akan menderita. Jika matahari terus menerus menyoroti bumi, manusia dan makhluk lainnya akan terbakar. Kemudian kami jadikan matahari sebagai petunjuk akan adanya bayang-bayang dan situasi teduh tersebut. Jika tidak ada matahari, tidak akan terjadi bayang-bayang di bumi. Inilah fenomena alam yang harus direnungkan oleh manusia, bahwa dibelakang semua gerakan alam seluruh ada zat yang sangat berkuasa yaitu Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 41-44 Allah SWT memberitahukan tentang ejekan orang-orang musyrik kepada Rasulullah SAW ketika mereka melihatnya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?") (Surah Al-Anbiya: 36) yaitu mereka menuduhnya melakukan aib dan hal yang merendahkan. Dan di sini Allah berfirman: (Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?” (41)) yaitu dengan sinis dan mengejek, semoga Allah melaknat mereka, sebagaimana Allah berfirman: (Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu! (32)) (Surah Ar-Ra’d) Firman Allah SWT (Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?) Mereka bermaksud bahwa dia hampir membelokkan mereka dari menyembah berhala, sekiranya mereka tidak sabar dan tetap menyembah berhala-berhala itu. Allah SWT berfirman seraya memperingatkan dan mengancam mereka: (Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya) Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengingatkan kepada nabiNya bahwa orang yang telah ditakdirkan celaka dan tersesat oleh Allah, maka tidak ada seorangpun yang memberikan petunjuk kepadanya selain Allah SWT (Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya) yaitu mana saja yang dianggap baik hawa nafsunya, maka itu adalah agama dan panutannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka) (Surah Fathir: 8). Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?) Kemudian Allah SWT berfirman: (Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya (44)). yaitu mereka lebih buruk keadaannya daripada hewan ternak yang bebas, karena sesungguhnya hewan ternak itu melakukan sesuai dengan dia diciptakan. Sedangkan mereka diciptakan untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, lalu mereka menyembah selain Dia dan menyekutukanNya dengan tuhan lain, sekalipun hujjah ditegakkan dan pengutusan para rasul terhadap mereka.
Tafsir As-Sa'di
44 kemudian Allah mencatat kesesatan mereka yang sangat jauh itu dengan menanggalkan akal dan pendengaran mereka; dan Allah juga menyamakan mereka di dalam kesesatan dengan binatang-binatang ternak yang sedang berkeliaran di padang rumput, yang tidak mendengar kecuali seruan dan panggilan, “mereka tuli, bisu, dan buta, maka mereka tidak mengerti.” (al-baqarah:171) Bahkan mereka lebih sesat daripada hewan ternak. Sebab binatang ternak digiring oleh sang pengembalanya lalu hewan-hewan itu menurut, dan mengetahui jalan kebinasaannya, maka ia menghindarinya. Dan hewan-hewan ternak itu juga lebih selamat akhir urusannya daripada mereka. Dengan demikian sudah jelas bahwa orang yang mencakup Rasulullah Saw dengan keseatan lebih berhak mendapat cap tersebut, dan bahwa setiap hewan ternak lebih mendapat petunjuk daripadanya.
Tafsir Al-Wajiz
44. Ataukah kamu beranggapan bahwa mereka mendengarkan dengan seksama dan memikirkan apa yang kamu katakan kepada mereka sehingga ayat-ayat dan bukti-bukti itu berguna bagi mereka, wahai Nabi? Mereka itu tidak lain seperti binatang yang tidak memiliki pemahaman dan kesadaran atau bahkan mereka lebih sesat jalannya daripada binatang ternak.