Surah Al-Anbiya : Ayat 43
أَمْ لَهُمْ ءَالِهَةٌ تَمْنَعُهُم مِّن دُونِنَا ۚ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ وَلَا هُم مِّنَّا يُصْحَبُونَ

"Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?"

Tafsir Ringkas Kemenag
Pertanyaan kedua dimaksudkan untuk menyadarkan mereka tentang kemampuan tuhan-tuhan mereka. Ataukah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari azab kami di dunia maupun akhirat' Allah kemudian menegaskan bahwa tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri apa lagi menolong orang-orang kafir yang menyembahnya; dan tidak pula mereka, baik yang disembah maupun yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah, dilindungi dari (azab) kami di akhirat. 44. Allah memberi mereka kemewahan dan kenikmatan hidup bukan karena Allah tidak kuasa menurunkan azab. Sebenarnya kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup di dunia hingga panjang usia mereka untuk menguji apa mereka beriman atau tidak. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa kami, melalui nabi dan kaum muslim yang menyebarkan ajaran islam, mendatangi negeri yang berada di bawah kekuasaan orang kafir seperti persia dan romawi, lalu kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri, karena sebagian besar penduduknya masuk islam' apakah mereka yang menang dalam menunjukkan kebenaran agama Allah'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 41-43 Allah SWT berfirman seraya menghibur hati RasulNya dari gangguan yang menyakitkan dari orang-orang musyrik berupa ejekan dan pendustaan. (Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang dahulu selalu mereka perolok-olokkan (41)) yaitu azab yang dahulunya mereka kira mustahil terjadi. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu (34)) (Surah Al-An'am) Kemudian Allah SWT menyebutkan tentang nikmatNya atas hamba-hambaNya berupa pemeliharaanNya di malam dan siang hari melalui penjagaanNya dengan pengawasan yang tidak pernah tidur sedikit pun. Maka Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Siapakah yang dapat memelihara kalian di waktu malam dan siang hari dari (azab Allah) Yang Maha Pemurah?”) yaitu, pengganti Dzat yang Maha Pengasih dari selain Dia, sebagaimana seorang penyair berkata: “Dia adalah seorang budak perempuan yang belum pernah memakai pakaian yang lembut, dan belum pernah merasakan kacang fustuk sebagai pengganti kacang biasa. yaitu belum pernah merasakan kacang fustuk sebagai ganti dari kacang biasa. Firman Allah SWT: (Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka) yaitu, mereka tidak mengakui nikmat dan kebaikan Allah atas mereka, bahkan mereka berpaling dari ayat-ayat dan tanda-tanda kekuasaanNya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Atau apakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami) Ini adalah Istifham inkari peringatan, dan celaan. yaitu, apakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat melindungi dan memelihara mereka dari azab Kami selain Kami? Perkaranya tidak seperti yang mereka anggap dan duga. Oleh karena itu Allah SWT berfirman; (Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri) yaitu tuhan-tuhan mereka andalkan selain Allah, tidak mampu menolong diri mereka sendiri. Firman Allah: (dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?) yaitu dilindungi.
Tafsir As-Sa'di
43. “Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami,” maksudnya jika Kami berkehendak mendatangkan sebuah keburukan pada mereka, apakah ada sesembahan mereka yang akkan mampu mellindungi mereka dari keburukan dan kejjahatan yang melanda mereka? “Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak pula mereka dilindungi dari (azab) Kami itu,” maksudnya, mereka tidak memperoleh pertolongan di sisi Kami. Jika mereka tidak mendapatkan pertolongan dari Allah, maka mereka merupakan orang-orang yang terlantarkan dalam (menjalankan) urusan-urusan mereka. Mereka tidak mampu mendatangkan maslahat dan menepis mara bahaya.
Tafsir Al-Wajiz
43. Ataukan mereka memiliki tuhan-tuhan selain Kami yang melindungi mereka dari azab Kami? Sesungguhnya tuhan-tuhan itu tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, lalu bagaimana bisa mereka menolong selainnya? Mereka juga tidak mampu menyelamatkan diri dari azab Kami, sehingga tidak ada satupun yang mampu melindungi mereka dari azab Kami.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com