Surah Ibrahim : Ayat 43
مُهْطِعِينَ مُقْنِعِى رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْـِٔدَتُهُمْ هَوَآءٌ
"mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong."
Tafsir Ringkas Kemenag
Pada hari itu mereka datang dengan tergesa-gesa memenuhi panggilan Allah dengan mengangkat kepalanya dan memandang dengan penuh cemas, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip karena takut dan hati mereka kosong karena tidak mampu lagi berpikir. Dan berikanlah peringatan, wahai nabi Muhammad, kepada semua manusia bahwa pada hari ketika azab datang kepada mereka yang durhaka, maka orang yang zalim dan durhaka itu berkata, ya tuhan kami, berilah kami kesempatan untuk kembali ke dunia, walaupun hanya sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan engkau yang dulu kami ingkari, dan kami akan mengikuti petunjuk rasul-rasul-Mu. Kepada mereka lalu dikatakan, bukankah dahulu di dunia kamu dengan penuh kesombongan telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan merasakan ke-binasa-an'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 42-43 Allah SWT berfirman (Dan janganlah sekali-kali kamu menduga) wahai Muhammad, janganlah kamu menduga bahwa Allah melupakan perbuatan orang-orang yang zalim, yaitu janganlah kamu menduga bahwa jika Dia menangguhkan mereka itu berarti Dia melupakan dan membiarkan mereka sehingga Dia belum menghukum mereka karena perbuatan mereka, melainkan Dia menghitung perbuatan zalim mereka dengan perhitungan yang sangat rinci. (Sesungguhnya Allah memberi tangguh mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak) yaitu karena kedahsyatan dari kengerian hari kiamat. Kemudian Allah SWT menyebutkan bagaimana kebangkitan mereka dari kuburan mereka dan bersegeranya mereka menuju padang Mahsyar. Lalu Allah berfirman: (mereka datang bergegas-gegas) yaitu bersegera, sebagaimana Allah SWT berfirman: (dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit”) (Surah Al-Qamar: 8) dan (Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.) (Surah Thaha: 108) sampai firmanNya: (Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri) (Surah Thaha: 111) serta ((yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera) (Surah Al-Ma'arij: 43). Terkait firman Allah: (dengan mengangkat kepalanya) Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya berkata yaitu mengangkat kepala mereka (sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip) yaitu, pandangan mereka yang terus tertuju, dimana mereka tidak berkedip sesaat karena banyaknya sesuatu yang terjadi di dalamnya berupa kengerian, dan ketakutan yang menimpa diri mereka. Kami memohon perlindungan kepada Allah agungnya hal itu. Oleh karena itu Allah berfirman (dan hati mereka kosong) yaitu hati mereka kosong, tidak ada apa-apa di dalamnya karena sangat takut. Qatadah dan mayoritas ulama berkata bahwa hati mereka kosong, karena jika hati itu sampai tenggorokan, maka ia keluar dari tempatnya karena sangat takut. Sebagian ulama berkata (kosong) yaitu rusak tidak menyadari sesuatu apapun karena kedahsyatan apa yang diberitahukan Allah tentang mereka, kemudian Allah berfirman kepada Rasulullah SAW.
Tafsir As-Sa'di
43. “Mereka datang bergegas-gegas”, maksudnya mereka bersegera merangsek kearah penyeru ketika meminta mereka untuk datang di hadapan Allah untuk menjalani proses hisab (perhitungan amal). Tidak ada penolakan pada mereka, dan tiada tempat lari maupun tempat bersembunyi “dengan mengangkat kepalanya” maksudnya menengadahkannya. Dua tangan mereka telah dirantai sampai menyentuh dagu-dagu mereka. Karenanya, kepala-kepala mereka terangkat “sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong”, maksudnya hati-hati mereka kosong dari dada mereka, karena telah naik kea rah kerongkongan. Akan tetapi, begitu tersesaki oleh kegelisahan, kerisauan, kesedihan, dan kegundahan.
Tafsir Al-Wajiz
43. Mereka bergegas menuju penyeru dalam keadaan hina dan terpecah belah. Kepala mereka terangkat menghadap langit, seraya melihat dengan ketakutan tanpa berpaling kepada sesuatu apapun. Penglihatan mereka lenyap, meskipun mata mereka masih tetap ada di saat itu. Kelopak mata mereka berhenti bergerak karena ketakutan, hati mereka tidak bisa berpikir dan memahami sesuatu karena dahsyatnya ketakutan dan keterkejutan mereka, layaknya udara, yaitu kekosongan yang tidak mengandung apapun di dalamnya