Surah Ar-Ra'd : Ayat 43
وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَسْتَ مُرْسَلًا ۚ قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلْكِتَٰبِ
"Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kaum kafir menolak kerasulan nabi Muhammad. Dan orang-orang kafir berkata, engkau, wahai Muhammad, bukanlah seorang rasul, melainkan pesihir. Jika mereka berkata demikian, katakanlah kepada mereka, cukuplah Allah yang maha mengetahui dan orang yang menguasai ilmu al-kitab'yahudi dan nasrani yang mengimani risalahku dan Al-Qur'an yang aku sampaikan'yang bertindak menjadi saksi antara aku sebagai penyampai kebenaran yang termaktub dalam alqur'an dan kamu yang menolak kebenaran Al-Qur'an itu. Surah ini diawali dengan penegasan tentang kebenaran Al-Qur'an yang diturunkan kepada nabi Muhammad, tetapi banyak manusia yang tetap saja enggan beriman. Surah ini kemudian ditutup dengan pene-gasan bahwa Allah dan orang-orang yang memahami al-kitab menjadi saksi atas kebenaran rasulullah sebagai penyampai alqur'an dan orang-orang kafir sebagai penolak Al-Qur'an itu. Antara bagian awal dan akhir surah ini terjalin sebuah hubungan serasi yang membentuk kesatuan kandungan bahwa Al-Qur'an adalah benar dari Allah. Surah ar-ra'd diakhiri dengan penegasan bahwa Allah dan orangorang yang diberi al-kitab akan menjadi saksi atas kebenaran risalah nabi Muhammad. Sebagai sambungannya, surah ibrahim ini lalu diawali dengan penjelasan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an kepada nabi Muhammad untuk mengajak manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah. Alif laam raa'. Ini adalah kitab Al-Qur'an yang kami turunkan kepadamu, wahai nabi Muhammad, agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kemusyrikan kepada cahaya tauhid yang terang-benderang, dengan izin tuhan, yaitu menuju jalan tuhan yang mahaperkasa lagi maha terpuji.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman,”Orang-orang kafir itu mendustakanmu dan berkata: (Kamu bukan seorang yang dijadikan rasul) yaitu Allah tidaklah menjadikanmu sebagai seorang rasul (Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kalian) yaitu cukuplah Allah sebagai saksi antara aku dan kalian. Dia menyaksikan atas diriku terhadap apa yang aku sampaikan dari risalahNya, dan menjadi saksi atas kalian, wahai orang-orang yang berdusta. Dalam apa yang kalian buat-buat itu adalah kedustaan belaka. Firman Allah: (dan antara orang yang mempunyai ilmu Al-Kitab”) yaitu kata yang menunjukkan jenis yang mencakup ulama ahli kitab yang menjumpai sifat dan ciri nabi Muhammad SAW dalam kitab-kitab mereka terdahulu melalui berita-berita gembira yang disampaikan oleh para nabi. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami” (196) (Yaitu), orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil) (Surah Al-A'raf) dan (Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? (197)) (Surah Asy-Syu'ara’). dan ayat-ayat lain yang serupa yang di dalamnya disebutkan terdapat berita tentang orang-orang yang berilmu dari Bani Israil, bahwa mereka mengetahui hal itu melalui kitab-kitab mereka. Telah disebutkan juga dalam hadits tentang para rahib dari Abdullah bin Salam, bahwa dia masuk Islam di Makkah sebelum hijrah
Tafsir As-Sa'di
43. “Orang-orang kafir berkata, ‘Kamu bukan orang yang dijadikan rasul’,” maksudnya, mereka mendustakanmu dan mendustakan risalahmu “Katakanlah,” kepada mereka bila mereka meminta saksi “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu,” dan persaksian Allah itu dengan ucapan, tindakan, dan penetapanNya. Adapun (persaksian) ucapanNya, maka dengan segala berita yang diwahyukan kepada makhlukNya yang paling jujur yang menguatkan risalahNya. Sedangkan (persaksian) tindakanNya, maka dengan cara Allah telah mendukung RasulNya dan menolongnya dengan pertolongan yang di luar jangkauan kemampuannya dan kemampuan para sahabat serta para pengikutnya. Ini adalah persaksianNya melalui tindakan dan dukungan. Sedangkan penetapanNya, maka (perwujudannya adalah bahwa) Rasulullah telah memberitahukan tentang dirinya bahwa ia seorang rasul (Allah), dan memerintahkan orang-orang untuk mengikutinya. Barangsiapa yang mengikutinya, maka akan meraih kemuliaan dan keridhaanNya. Barangsiapa yang tidak mengikutinya, maka dia mendappatkan neraka dan murka. Harta dan nyawanya halal. Dan Allah menetapkannya atas hal tersebut. Seandainya, beliau berbicara macam-macam, niscaya beliau akan segera dikenakan hukuman. “Dan antara orang yang mempunyai ilmu al-Kitab,” ini mencakup semua ulama ahli kitab dari kedua golongannya (Yahudi dan Nasrani). Karena mereka bersaksi atas (kebenaran) Rasulullah. Barangsiapa yang beriman dan mengikuti kebenaran, niscaya akan menyampaikan kesaksian yang menjadi kewajibannya. Sedangkan orang yang menyembunyikannya, maka pemberitahuan Allah tentang dirinya, bahwa dia mempunyai persaksian adalah lebih gamblang daripada pernyataannya (dari dirinya sendiri). Seandainya dia tidak memiliki kesaksian, maka kesaksiannya akan tertolak dengan petunjuk bukti. Karena itu, sikap diamnya menunjukkan bahwa dia mempunyai kesaksian yang disembunyikan. Allah memerintahkan beliau untuk meminta persaksian ahli kitab, sebab mereka orang-orang yang berkompeten dalam masalah ini. Dan setiap perkara, maka hanya para ahlinyalah yang dimintai keterangan dan orang-orang yang lebih tahu daripada orang lain tentang itu. Berbeda dengan orang yang tidak tahu sama sekali tentangnya, misalnya bangsa yang buta huruf, dari kalangan kaum musyrikin Arab dan lainnya, maka tidak ada manfaatnya untuk meminta keterangan dari mereka. Karena mereka tidak mengetahui dan tidak mengerti. Wallahu a’lam.
Tafsir Al-Wajiz
43 Orang-orang kafir berkata: “Kamu bukanlah seorang utusan yang dijadikan Rasul untuk manusia wahai Muhammad”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Hanya Dia lah Yang Maha Mengetahui kebenaran risalahku, begitu juga Yang Menguasai Ilmu Ahli Kitab yaitu para mukmin Yahudi dan Nasrani yang juga telah bersaksi atas kebenaran risalahku ketika mereka mengetahui kebenaran dari kitab mereka”.