Surah Ghafir : Ayat 42
تَدْعُونَنِى لِأَكْفُرَ بِٱللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِۦ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ وَأَنَا۠ أَدْعُوكُمْ إِلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلْغَفَّٰرِ

"(Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?"

Tafsir Ringkas Kemenag
Mengapa pula kamu menyeruku agar memilih jalan untuk kafir kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan yang mempersekutukan-Nya dengan sesuatu hal yang aku sendiri tidak mempunyai ilmu tentang hal itu, padahal aku menyerumu agar beriman kepada Allah, tuhan yang mahaperkasa lagi maha pengampun'43. Sudah pasti dan tidak dapat disangkal lagi bahwa apa yang kamu serukan sedemikian rupa kepadaku agar aku beriman kepadanya, bukanlah suatu seruan yang baik yang akan berguna bagi kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Dan sadarilah bahwa sesungguhnya tempat kembali kita pada akhirnya pasti kepada Allah tuhan yang maha esa, dan ketahuilah sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas dengan berbuat durhaka kepada Allah, mereka itu-lah orang-orang yang akan menjadi penghuni neraka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 41-46 Orang yang mukmin itu berkata kepada mereka,"Mengapa aku menyeru kalian kepada keselamatan" yaitu menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dan membenarkan rasulNya yang telah Dia utus (tetapi kamu menyeru aku ke neraka? (41) (Mengapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui?) yaitu, pada kebodohan tanpa dalil (padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?) yaitu Dia dalam Keperkasaan dan KeagunganNya mengampuni dosa orang yang bertaubat kepadaNya (Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya) yaitu memang benar. As-Suddi dan Ibnu Jarir berkata bahwa makna firmanNya, ("La jarama") yaitu kebenaran Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya, ("La jarama") dia berkata bahwa tidak, sesungguhnya apa yang kalian serukan kepadaku berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan (tidak dapat memperkenankan seruan apa pun, baik di dunia maupun di akhirat) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah berhala itu tidak dapat berbuat apa-apa. As-Suddi berkata bahwa berhala itu tidak dapat menjawab orang yang menyerunya baik di dunia maupun di akhirat. Ini sebagaimana firmanNya: (Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa orang-orang yang menyerunya? (5) Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka (6)) (Surah Al-Ahqaf) dan (Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu) (Surah Fathir: 14) Firman Allah: (Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah) yaitu di akhirat, maka Allah akan membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka) yaitu, mereka kekal di dalamnya karena tindakan melampaui batas mereka, yaitu menyekutukan Allah. (Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu) kalian akan mengetahui kebenaran dari apa yang Aku perintahkan, Aku larang, Aku wasiatkan, dan Aku terangkan kepada kalian, maka kalian semua akan mengingat dan menyesalinya pada hari itu, tetapi hal itu tidak ada manfaatnya bagi kalian (Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah) yaitu aku berserah diri kepada dan memohon pertolongan kepada Allah, dan memutuskan hubungan dan menjauh dari kalian (Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya) yaitu Dia Maha Mengetahui tentang mereka, Maha Tinggi dan Maha Suci. Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang layak mendapatkannya, dan menyesatkan siapa saja yang layak disesatkan. MilikNya hujjah yang kuat, hikmah yang sempurna, dan takdirNya pasti terlaksana. Firman Allah: (Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka) yaitu di dunia dan akhirat. Adapun di dunia, Allah menyelamatkan­nya bersama nabi Musa. dan di akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga (dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk) yaitu dengan ditenggelamkan di laut, kemudian di akhirat dipindahkan ke neraka Jahim, karena sesungguhnya ruh mereka di setiap pagi dan sore dihadapkan kepada neraka sampai hari kiamat nanti. Dan apabila hari kiamat terjadi, maka ruh mereka bergabung dengan jasadnya di dalam neraka. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), "Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras") yaitu paling keras sakitnya dan paling besar azabnya. Ayat ini merupakan sumber dalil di kalangan mazhab ahli sunnah wal jama'ah atas adanya azab di alam barzakh, yaitu firman Allah SWT: (Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang) Qatadah berkata tentang firmanNya: (pada pagi dan petang) yaitu, di setiap pagi dan sora selama dunia masih berputar. Dikatakan kepada mereka, "Wahai kaum Fir'aun, ini adalah tempat tinggal kalian," dengan maksud mencemooh, mengecaman, dan menghina mereka.
Tafsir As-Sa'di
42. Lalu orang mukmin itu menguraikan seraya berkata “Kamu menyeruhku supaya aku kafir kepada Allah dan mempersekutukanNya dengan apa yang tida aku ketahui” bahwasanya ia berhak disembah selain Allah. Padahal berkata atas nama Allah tanpa ilmu adalah termasuk dosa yang paling besar dan paling buruk, “sedangkan aku menyeru kamu kepada yang mahaperkasa” yang kepunyaanNya sajalah seluruh kekuatan, sedangkan selain Dia sama sekali tidak mempuanyai wewenang apapun, “Lagi Maha Pengampun” yang apabila manusia melampaui batas diri mereka dan lancang melakukan apa-apa yang dimurkai Allah, lalu ia bertaubat dan kembali padaNya, maka Dia hapus dosa-dosa dan kesalahan mereka dan mencegah akibat buruknya, yaitu hukuman dan siksa dunia dan akhirat.
Tafsir Al-Wajiz
42. Kemudian orang mukmin ini menjelaskan tentang dua ajakan itu dengan berkata: ”Kalian mengajakku untuk kafir dan menyekutukan Allah. Kalian mengajakku untuk menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak memiliki wujud dan tidak aku ketahui sama sekali. Sedangkan aku mengajak kalian untuk beriman kepada Allah SWT yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa yang tidak mungkin dikalahkan serta Maha Pengampun bagi orang yang mau bertaubat, beriman dan beramal shalih ”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com