Surah An-Nisa : Ayat 42
يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَعَصَوُا۟ ٱلرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ ٱلْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ ٱللَّهَ حَدِيثًا
"Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun."
Tafsir Ringkas Kemenag
Karena pada hari ketika mereka dibangkitkan itu, orang yang kafir yang sombong dan membanggakan diri dan orang yang mendurhakai rasul, nabi Muhammad, berharap sekiranya mereka diratakan dengan tanah, hancur luluh menjadi tanah sehingga tidak ada yang tersisa sedikit pun dari jasmani mereka, dengan demikian mereka merasa tidak diadili lagi, padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah dari apa yang mereka perbuat. Sungguh hal ini menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman pada beberapa ayat yang lalu, Al-Qur'an menggambarkan perilaku orang-orang yang sombong dan membanggakan diri serta betapa dahsyat siksa yang akan dijumpai mereka pada hari berbangkit, sampaisampai mereka menginginkan agar disamaratakan saja dengan tanah, sehingga tidak mengalami perhitungan amal sama sekali. Namun hal itu tidak akan terjadi, karena tidak ada seorang pun yang dapat sembunyi dari pengawasan Allah. Oleh sebab itu, ayat ini dan ayat berikutnya menjelaskan bagaimana seharusnya manusia hidup di dunia agar selamat dari siksaan di hari berbangkit tersebut. Caranya ialah dengan melaksanakan salat dan bagaimana salat itu ditunaikan agar bisa menyelamatkan diri dari siksa di hari berbangkit tersebut. Wahai orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, janganlah kamu mendekati tempat salat atau melaksanakan salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, yakni hilang ingatan karena minuman keras. Dirikanlah salat jika kamu sudah sadar apa yang kamu ucapkan, dan juga jangan pula kamu hampiri masjid ketika kamu dalam keadaan junub yang mengharuskan kamu mandi wajib, kecuali hanya sekadar melewati jalan saja, boleh kamu lakukan sebelum kamu mandi junub. Adapun jika kamu sakit yang dikhawatirkan bila menyentuh air penyakit itu akan bertambah parah atau susah disembuhkan, atau kamu sedang dalam perjalanan yang jaraknya jauh, sekitar 80 km atau lebih, atau sehabis buang air, apakah itu buang air kecil atau buang air besar, atau kamu telah menyentuh perempuan, apakah itu hanya sekadar bersentuh kulit atau berhubungan suami istri, sedangkan kamu pada waktu itu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu, sedengan cara usaplah wajahmu satu kali dan usap pula tanganmu, dengan mempergunakan debu atau tanah itu. Sungguh, Allah itu maha pemaaf, maha pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertobatbagai pengganti wudu, dengan debu, atau tanah dan sejenisnya, yang baik, yakni suci,
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 40-42 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia tidak akan menzalim hamba-hambaNya di hari kiamat seberat biji sawi, bahkan seberat dzarrah pun. Sebaliknya, Dia akan membalas amal mereka dengan penuh, dan Dia akan melipatgandakan amal itu jika berupa amal baik, sebagaimana Allah SWT berfirman, (Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan (47)) (Surah Al-Anbiya’) Allah berfirmaan seraya memberitahukan tentang Luqman bahwa dia berkata, ("Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (16)) (Surah Luqman) dan (Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka (6) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (8)) (Surah Al-Zalzalah). Dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudzri dari Rasulullah SAW bersabda dalam hadits tentang syafa'at,"Allah SWT berfirman: “Kembalilah, dan siapa saja yang kalian temukan dalam hatinya seberat biji sawi dari iman, maka keluarkanlah dia dari neraka.” dalam lafazh “Bahkan lebih kecil lagi dari dzarrah dari iman, maka keluarkanlah dia dari neraka, lalu mereka mengeluarkan banyak makhluk". Lalu Abu Sa’id berkata,”Bacalah jika kalian mau (Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar (40)) Firman Allah SWT (Maka bagaimanakah apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu) (41)) Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kengerian, dan kedahsyatan perkara hari kiamat. Bagaimana perkara dan keadaan pada hari kiamat saat setiap umat akan dihadirkan dengan seorang saksi, (yaitu para Nabi) sebagaimana Allah SWT berfirman, (Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya (69)) (Surah Az-Zumar), dan ((Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (89)) (Surah An-Nahl) Abdullah bin Mas'ud berkata,”Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku “Bacakanlah untukku Al-Qur’an” Lalu aku berkata,”Wahai Rasulullah, apakah aku akan membacanya untukmu, padahal kepada engkaulah Al-Quran diturunkan?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, karena aku suka mendengarnya dari orang lain" Lalu Aku membaca surah An-Nisa sampai ayat, (Maka bagaimanakah apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu) (41)) Kemudian Rasulullah SAW bersabda,"Cukuplah untuk saat ini" Seketika kedua matanya meneteskan air mata. Firman Allah, (Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun (42)) yaitu kengerian yang terjadi dan sesuatu yang akan menimpa mereka berupa rasa malu dan kehinaan itu membuat mereka terkejut menelan ludah mereka sendiri, sebagaimana firmanNya (pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah") (Surah An-Naba’: 40) Firman Allah (dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun) memberitahukan tentang keadaan mereka Diana mereka mengakui segala sesuatu yang telah mereka lakukan dan tidak menyembunyikan sedikitpun dari hal itu.
Tafsir As-Sa'di
42. Oleh karena itulah Allah berfirman, “Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul ingin” yaitu mereka menyatukan antara kufur kepada Allah dan kepada RasulNya dengan durhaka kepada Rasul, “supaya mereka disamaratakan dengan tanah,” maksudnya, tanah itu menelan mereka hingga mereka menjadi tanah dan menghilang, sebagaimana Allah berfirman, "“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”. -An-Naba:40- “Dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) suatu kejadian pun,” maksudnya adalah, bahkan mereka akan mengakui apa yang telah mereka kerjakan dan semua lisan-lisan mereka, tangan-tangan mereka, dan kaki-kaki mereka akan bersaksi terhadap apa yang telah mereka lakukan. Pada hari itu Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, hingga mereka mengetahui bahwa Allah-lah Dzat yang Benar lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya). Adapun riwayat yang menyatakan bahwasanya kaum kafir menyembunyikan kekufuran dan pengingkaran mereka, sesungguhnya hal tersebut terjadi pada beberapa kondisi pada Hari KIamat, yaitu ketika mereka mengira bahwa pengingkaran mereka akan berguna bagi mereka (sehingga terbebas) dari siksa Allah, namun bila mereka mengetahui kenyataan dan seluruh anggota badan mereka akan bersaksi atas (semua perbuatan mereka), maka saat itulah segala perkara akan jelas, hingga tindakan menyembunyikan itu tidak memiliki manfaat atau faidah.
Tafsir Al-Wajiz
42. Pada hari kiamat orang-orang kafir berharap agar Allah menyamaratakan mereka dengan bumi sehingga mereka menjadi tanah atau mereka dijatuhkan dalam bumi lalu dikubur dengan tanah, yaitu mereka berharap menjadi tanah. Dan mereka itu tidak mungkin bisa menyembunyikan sedikitpun amal mereka dari Allah SWT. Sehingga rahasia-rahasia, dan seluruh peristiwa yang mereka alami itu diketahui olehNya, dan seluruh anggota badan mereka bersaksi atas mereka.