Surah Ar-Rum : Ayat 42
قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ
"Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Perbuatan buruk manusia akan mendatangkan azab sebagaimana azab yang telah menimpa umat-umat terdahulu. Azab itu juga akan datang kepada umat-umat di masa sekarang maupun yang akan datang sebagai sunatullah jika mereka memiliki karakter yang sama. Karena itu, katakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada siapa saja yang meragukan hakikat ini, 'bepergianlah di muka bumi, di mana saja yang bisa kamu jangkau, lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu yang dihancurkan akibat perilaku buruk mereka. Itu semua karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah dan menuhankan hawa nafsu. '43. Setiap perbuatan buruk pasti berdampak negatif. Oleh karena itu, wahai nabi Muhammad dan siapa saja yang ingin terhindar dari azab Allah, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus, yakni islam, sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak, baik itu berupa kematian maupun hari kiamat. Maka pada hari itu mereka terpisah-pisah, sebagian mereka berada di surga dan sebagian lagi di neraka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 41-42 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ikrimah bahwa yang dimaksud “Al-bahr” adalah negeri-negeri dan kota-kota yang terletak di pinggir sungai. Ulama’ lainnya berkata bahwa yang dimaksud dengan “Al-barru” adalah daratan yang sudah diketahui dan “Al-Bahr” adalah lautan yang sudah diketahui. Diriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (Telah tampak kerusakan di darat dan di laut) dia berkata bahwa yang dimaksud dengan rusaknya daratan adalah terbunuhnya anak cucu nabi Adam, dan yang dimaksud dengan rusaknya lautan adalah banyaknya bahtera yang dirampok. Makna firman Allah SWT: (Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia) yaitu dengan berkurangnya hasil tanaman dan buah-buahan karena perbuatan maksiat. Oleh karena itu disebutkan dalam hadits shahih,”Apabila seorang yang durhaka mati, maka merasa gembiralah semua hamba, negeri, pepohonan, dan hewan-hewan dengan hal itu" Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam bahwa yang dimaksud dengan kerusakan di sini adalah kemusyrikan, tetapi pendapat ini perlu dilihat lagi. Firman Allah SWT: (supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka) yaitu, agar Allah menguji mereka dengan berkurangnya harta, jiwa, hasil buah-buahan sebagai suatu kehendak dan balasan dari Allah bagi perbuatan mereka (agar mereka kembali (ke jalan yang benar)) yaitu dari perbuatan-perbuatan maksiat, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)) (Surah Al-A'raf: 168) Kemudian Allah SWT berfirman: (Katakanlah,"Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu) yaitu sebelum kalian (Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”) yaitu maka lihatlah apa yang telah menimpa mereka karena mendustakan para rasul dan mengingkari nikmat.
Tafsir As-Sa'di
42. perintah berjalan di bumi itu mencakup juga (perintah) berjalan dengan fisik dan berjalan dam hati untk memperhatikan dan merenungkan kesudahan-kesudahan orang-orang terdahulu (bahwa) “kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang musyrik,” kalian menjumpai kesudahan mereka adalah seburuk-buruk kesudahan, akhir hidup mereka adalah seburuk-buruk akhir kehidupan, yaitu azab (yang telah membinasakan mereka semua), celaan, kutukan dari makhluk Allah yang mengikuti mereka, dan kehinaan yang berlanjut. Maka waspadalah untuk tidak melakukan seperti perbuatan mereka, agar kalian tidak diperlakukan sama dengan mereka. Karena sesungguhnya keadilan Allah dan kebijaksanaanNya selalu ada pada setiap waktu dan setiap tempat.
Tafsir Al-Wajiz
42. Wahai rasulallah, katakanlah kepada orang-orang yang mendustakan risalahmu, “Berjalanlah ke penjuru bumi dan renungkanlah tentang apa yang terjadi di sana, supaya kalian bisa memastikan kebenaran janji Kami dan lihatlah takdir umat-umat terdahulu yang Kami hancurkan, karena kebanyakan mereka menyekutukan Allah dengan tuhan lain”