Surah Al-Furqan : Ayat 42
إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ ءَالِهَتِنَا لَوْلَآ أَن صَبَرْنَا عَلَيْهَا ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلًا
"Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar(menyembah)nya” dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Padahal mereka tahu bahwa nabi Muhammad tidaklah pernah berdusta. Mereka merasa bahwa nabi Muhammad telah melakukan upaya maksimal dalam berdakwah, sehingga di antara mereka saling berbisik: sungguh, hampir saja dia yakni nabi Muhammad, menyesatkan, membelokkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan menyembah nya. ' walaupun dengan dalih yang dibuat-buat, mengelabui orang lain atau dengan jalan menakut nakuti. Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, baik di dunia maupun di akhirat siapa yang paling sesat jalannya, apakah nabi Muhammad yang berada pada jalur kebenaran atau mereka sendiri. Pada waktu perang badar, hal tersebut terbukti. 43. Sudahkah engkau, wahai rasul melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya, dengan selalu mengikuti hawa nafsunya. Orang-orang jahiliah, seperti dituturkan oleh ibnu abbas, selalu berganti sesembahan. Manakala ada sesembahan yang dipandang lebih baik, mereka akan mengganti sesembahan yang lama dengan yang baru. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya' engkau, wahai rasul, tidak akan bisa menahan mereka dari kesesatan, karena tugas kamu adalah menyampaikan ajaran.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 41-44 Allah SWT memberitahukan tentang ejekan orang-orang musyrik kepada Rasulullah SAW ketika mereka melihatnya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?") (Surah Al-Anbiya: 36) yaitu mereka menuduhnya melakukan aib dan hal yang merendahkan. Dan di sini Allah berfirman: (Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?” (41)) yaitu dengan sinis dan mengejek, semoga Allah melaknat mereka, sebagaimana Allah berfirman: (Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu! (32)) (Surah Ar-Ra’d) Firman Allah SWT (Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?) Mereka bermaksud bahwa dia hampir membelokkan mereka dari menyembah berhala, sekiranya mereka tidak sabar dan tetap menyembah berhala-berhala itu. Allah SWT berfirman seraya memperingatkan dan mengancam mereka: (Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya) Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengingatkan kepada nabiNya bahwa orang yang telah ditakdirkan celaka dan tersesat oleh Allah, maka tidak ada seorangpun yang memberikan petunjuk kepadanya selain Allah SWT (Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya) yaitu mana saja yang dianggap baik hawa nafsunya, maka itu adalah agama dan panutannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka) (Surah Fathir: 8). Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?) Kemudian Allah SWT berfirman: (Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya (44)). yaitu mereka lebih buruk keadaannya daripada hewan ternak yang bebas, karena sesungguhnya hewan ternak itu melakukan sesuai dengan dia diciptakan. Sedangkan mereka diciptakan untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, lalu mereka menyembah selain Dia dan menyekutukanNya dengan tuhan lain, sekalipun hujjah ditegakkan dan pengutusan para rasul terhadap mereka.
Tafsir As-Sa'di
42 maka dari itu, mereka mengatakan “sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita,”
Tafsir Al-Wajiz
42. Sungguh kalau tidak karena kemantaban dan keteguhan kita dalam beribadah, dia hampir mengalihkan kita dari menyembah tuhan-tuhan kita dengan kemahirannya dalam membuktikan keesaan (Allah). Mereka akan mengetahui dengan yakin tentang siapa yang lebih jauh dari kebenaran saat menyaksikan azab yang menimpa mereka, apakah mereka atau orang-orang mukmin?!