Surah An-Nahl : Ayat 42
ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"(yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal."
Tafsir Ringkas Kemenag
Pahala yang besar dan baik itu hanya diperoleh oleh orang yang sabar dalam melaksanakan tuntunan Allah dan menghadapi berbagai cobaan, dan orang yang hanya kepada tuhan yang mahakuasa dan maha mengatur mereka bertawakal serta menyerahkan urusan mereka setelah berupaya mewujudkannya sekuat kemampuan. Pengutusan para nabi dan rasul adalah sesuatu yang hak dan benar adanya. Dan kami tidak mengutus kepada umat manusia sebelum engkau, wahai Muhammad, melainkan orang laki-laki terpilih yang memiliki keistimewaan dan ketokohan dari kalangan manusia, bukan malaikat, yang kami beri wahyu kepada mereka melalui utusan kami, jibril agar disampaikannya kepada umat mereka; maka bertanyalah, wahai orang yang meragukan keesaan Allah dan tidak mengetahui tuntunan-Nya, kepada orang yang mempunyai pengetahuan tentang nabi dan kitab-kitab Allah, jika kamu tidak mengetahui. (lihat: surah al-anbiya'/21: 7'8 dan al-jinn/72: 6).
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 41-42 Allah SWT memberitahukan tentang balasanNya kepada orang-orang hijrah di jalanNya dengan mengharapkan ridhaNya. Mereka adalah orang-orang yang meninggalkan rumah, saudara, dan keluarganya dengan mengharapkan pahala dan balasan Allah SWT Allah menjanjikan akan memberikan balasan yang baik kepada mereka di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman: (pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia) Qatadah berkata yaitu Madinah. Dikatakan bahwa itu adalah rezeki yang baik. Pendapat ini dikatakan Mujahid. Tidak ada pertentangan di antara keduanya, karena mereka meninggalkan tempat tinggal dan harta mereka, maka Allah menggantikannya dengan tempat tinggal dan harta yang lebih baik di dunia. Sesungguhnya siapa saja yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Dia akan memberinya ganti dengan sesuatu yang lebih baik baginya daripada yang ditinggalkan. Demikianlah yang terjadi, sesungguhnya Allah menempatkan mereka di berbagai negeri dan menjadikan mereka berkuasa atas para hambaNya, sehingga mereka menjadi para pemimpin dan penguasa, dan masing-masing mereka menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Allah SWT memberitahukan bahwa pahalaNya bagi orang-orang yang hijrah di akhirat itu lebih agung daripada apa yang Dia berikan kepada mereka di dunia. Allah berfirman: (Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar) yaitu daripada apa yang Kami berikan kepada mereka di dunia (kalau mereka mengetahui) yaitu, seandainya orang-orang yang tidak ikut hijrah bersama mereka itu mengetahui pahala yang disimpan Allah di sisiNya untuk orang-orang yang taat kepadaNya dan mengikuti RasulNya. Oleh karena itu Hasyim meriwayatkan dari Al-Awwam, dari seseorang yang menceritakan kepadanya bahwa Umar bin Khattab ketika memberikan sesuatu kepada seseorang dari kalangan kaum Muhajirin selalu berkata,'"Ambillah, semoga Allah memberimu keberkahan dalam hal ini. Ini adalah balasan yang dijanjikan Allah di dunia, dan apa yang Dia simpan untukmu di akhrat jauh lebih utama" Kemudian dia membacakanayat ini: (pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui) Kemudian Allah SWT menggambarkan mereka dan berfirman: ((yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal (42)) yaitu mereka sabar dalam menghadapi gangguan dari kaumnya dan berserah diri kepada Allah yang memberikan akibat yang baik bagi mereka di dunia dan akhirat
Tafsir As-Sa'di
42. kemudian Allah menyebutkan sifat sifat para kekasihNya (para waliNya) dengan berfirman "(yaitu) orang orang yang sabar” dalam melaksanakan perintah perintah Allah dan larangan laranganNya, sabar atas takdir takdir Allah yang tidak mengenakan dan bersabar atas gangguan dan cobaan cobaan. ”dan hanya kepada Rabb saja mereka bertawakal” maksudnya bersandar kepadaNya dalam menjalankan hal hal yang dicintaiNya tidak bersandar pada diri mereka sendiri. Dengan ini, urusan urusan mereka lancar dan kondisi kondisi mereka stabil. Sesungguhnya kesabaran dan tawakal adalah kekuatan segala perkara. Tidaklah ada kebaikan yang lepas dari seseorang melainkan pasti lantaran ketidaksabarannya dan tidak adanya pengerahan kemampuan untuk mewujudkan apa yang diinginkannya atau tidak bertawakal dan berserah diri kepadaNya.
Tafsir Al-Wajiz
42. Orang-orang yang berhijrah dan senantiasa sabar atas siksa orang musyrik dan hanya bersandar kepada Tuhan mereka saja mereka menyerahkan urusan mereka