Surah Fatir : Ayat 41
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُمْسِكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ أَن تَزُولَا ۚ وَلَئِن زَالَتَآ إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

"Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."

Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah terbukti bahwa tidak ada siapa dan apa pun yang terlibat dalam penciptaan serta pengaturan langit dan bumi selain Allah, lalu ditegaskan bahwa sungguh, Allah-lah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap dengan memelihara sistem peredarannya; dan jika kedua-Nya akan lenyap akibat gangguan pada sistem peredarannya, maka tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, dia maha penyantun, selalu berbelas kasih, tidak menyegerakan kehancuran alam raya, dan menunda siksa bagi pendurhaka untuk memberinya kesempatan bertobat; sungguh Allah maha pengampun kepada siapa pun yang bertobat. 42. Meski melihat banyak bukti kekuasaan Allah di alam raya, kaum kafir tetap ingkar. Mereka menuntut agar Allah mengutus seorang rasul kepada mereka. Dan sebelum nabi Muhammad diutus, mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat yang lain, misalnya umat yahudi atau nasrani. Tetapi, ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, mereka justru mengingkari sumpah mereka sendiri. Kedatang-an rasulullah tidak menambah apa-apa kepada mereka, bahkan semakin jauh saja mereka dari kebenaran.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 40-41 Allah berfirman kepada RasulNya agar berkata kepada orang-orang musyrik: (Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah) yaitu, berhala-berhala dan tandingan-tandingan (Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit) yaitu, mereka tidak memiliki apapun dalam hal itu bahkan sebesar kulit ari. Firman Allah: (atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya) yaitu ataukah Kami menurunkan kepada mereka sebuah kitab yang mendukung apa yang mereka katakan berupa kemusyrikan dan kekufuran? Kenyataannya tidak demikian (Sebenarnya orang-orang yang zalim itu sebagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebagian yang lain, kecuali tipuan belaka”) yaitu sesungguhnya dalam hal itu mereka hanya mengikuti hawa nafsu, pendapat, dan angan-angan mereka yang dibuat-buat oleh diri mereka sendiri, padahal itu adalah tipuan, kebathilan, dan kepalsuan belaka. Kemudian Allah SWT menyebutkan tentang kekuasaanNya yang Maha agung, yang dengan itu langit dan bumi berdiri tegak dan dengan perintahNya Dia menjadikan pada keduanya kekuatan yang menjaga kelestariannya. Jadi Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap) yaitu agar keduanya tidak bergeser dari tempatnya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya) (Surah Al-Hajj: 65) (dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah) yaitu, tidak ada yang mampu mempertahankan kelestarian dan keutuhan keduanya kecuali Dia, dan Dia dengan semua itu Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. yaitu, Dia Melihat para hambaNya yang kafir dan durhaka kepadaNya, namun Dia menyantuni dan memberikan masa tangguh bagi mereka. Dia menunggu dan menangguhkan bukan menyegerakan. Dia menutupi dan mengampuni yang lainnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun)
Tafsir As-Sa'di
41. Allah menginformasikan tentang kemahasempurnaan KuasaNya dan keparipurnaan rahmatNya serta keluasan sifat santun dan ampunanNYa, dan bahwasanya Allah “menahan langit dan bumi” agar tidak lenyap, sebab kalau keduanya lenyap, maka tak seorang pun di antara makhluk ini yang dapat menahannya, dan sudah pasti kuasa dan kekuatan mereka tidak mampu untuk bisa menahannya. Namun, Allah telah menetapkan keberadaan keduanya sebagaimana adanya, agar tercipta rasa aman, manfaat, dan sikap mengambil pelajaran bagi manusia, dan agar mereka mengetahui keagungan kerajaanNya dan kehebatan kekuasaanNya yang dapat membuat hati mereka penuh dengan rasa membesarkan, mengagungkan, mencintai dan memuliakan (Nya), dan supaya mereka mengetahui kesempurnaan sifat santunNya dan mengampuni dengan menangguhkan orang-orang yang berdosa dan Allah tidak segera mengazab orang-orang yang durhaka, padahal kalau saja Allah memerintah langit, niscaya ia melempari mereka (dengan hujan azab); dan kalau saja Allah mengizinkan kepada bumi, niscaya ia menelan mereka. Akan tetapi ampunan, kelembutan, dan kemurahanNya Mahaluas. “Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
Tafsir Al-Wajiz
41. Sesungguhnya Allah menjaga langit (yaitu setiap sesuatu yang diangkat di atas kepala berupa benda-benda langit, planet-planet dan bintang-bintang) dan bumi dengan kuasaNya agar tidak menghilang dari tempatnya. Dan jika langit dan bumi hilang, maka tidak ada satupun kecuali Dia (Allah) yang dapat menjaga keduanya agar tidak hilang. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemurah sehingga tidak mempercepat hukuman dan Maha Pengampun bagi dosa orang-orang yang bertaubat. Itu adalah sebab penjagaanNya terhadap langit dan bumi

Sumber tafsir dari tafsirweb.com