Surah Yusuf : Ayat 41
يَٰصَىٰحِبَىِ ٱلسِّجْنِ أَمَّآ أَحَدُكُمَا فَيَسْقِى رَبَّهُۥ خَمْرًا ۖ وَأَمَّا ٱلْءَاخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ ٱلطَّيْرُ مِن رَّأْسِهِۦ ۚ قُضِىَ ٱلْأَمْرُ ٱلَّذِى فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ

"Hai kedua penghuni penjara: “Adapun salah seorang diantara kamu berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah nabi yusuf terlebih dahulu menyampaikan risalah Allah tentang ketuhanan, ayat berikutnya menjelaskan tentang takwil mimpi kedua pemuda itu sebagaimana dijelaskan pada ayat 36. Hal ini dilakukan agar ajaran tauhid mudah diterima oleh mereka. Wahai kedua penghuni penjara, dengarkanlah takwil mimpi kamu, adapun salah seorang di antara kamu yang bermimpi memeras anggur, maka dalam waktu dekat akan dibebaskan dari penjara dan akan bertugas kembali menyediakan minuman khamar bagi tuannya. Adapun yang seorang lagi yang bermimpi membawa roti di atas kepalanya, dia akan dijatuhi hukuman mati dengan cara disalib, lalu burung hinggap dan memakan sebagian daging kepalanya. Dengan demikian telah terjawab perkara yang kamu tanyakan kepadaku perihal takwil mimpi kamu. Dan dia nabi yusuf pun berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat dari hukuman mati di antara mereka berdua, jika kamu nanti keluar dari penjara ini, terangkanlah tentang keadaanku yang ditahan secara zalim tanpa kesalahan kepada tuanmu, agar aku dapat segera dibebaskan. Maka setan menjadikan dia yakni orang yang selamat dari hukuman, lupa untuk menerangkan tentang keadaan nabi yusuf kepada tuannya. Karena itu dia nabi yusuf tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya, dalam tempo kurang lebih tiga sampai sembilan tahun.
Tafsir Ibnu Katsir
Nabi Yusuf berkata kepada keduanya: (Hai kedua temanku dalam penjuru, adapun salah seorang di antara kamu berdua kelak akan memberi minum tuannya dengan khamr) Dia adalah yang bermimpi memeras anggur. Tetapi nabi Yusuf tidak menentukannya agar dia tidak bersedih karena hal itu. Oleh karena itu dia menyamarkan dalam perkataannya: (adapun yang seorang lagi. maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya Ppa yang dia lihat dalam mimpinya itu membawa roti di atas kepalanya. Kemudian nabi Yusuf memberitahukan kepada keduanya bahwa penjelasan yang telah disampaikan itu pasti terjadi, karena mimpi bagi orang yang mengalaminya masih menjadi ramalan selama tidak dijelaskan. Jika dia menjelaskannya kepada orang lain, maka terjadi.
Tafsir As-Sa'di
41 Kemudian beliau mulai menakwilkan mimpi mereka berdua yang sebelumnya telah beliau janjikan. Beliau berkaata ”hai kedua penghuni penjara, ’adapun salah seorang diantara kamu berdua’” yaitu orang yang melihat dirinya memeras anggur, ia akan bebas dari penjara dan memberi minum “tuannya dengan khamar” maksudnya, ia akan memberikan minuman kepada tuannya yang ia layani berupa minuman khamar. Ini adalah konsekuensi atas kebebasannya dari penjara. ”adapun yang seorang lagi” yaitu orang yang bermimpi dirinya memanggul roti di atas kepalanya, kemudian seekor burung memakan sebagian roti itu. ”maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya” yusuf menakwilkan roti yang dimakan oleh burung dengan daging kepalanya dan seisinya termasuk otaknya juga. Ia tidak dikubur dan disembunyikan dari jangkauan burung burung bisa leluasa mematukinya. Kemudia yusuf mengabarkan bahwa hasil penakwilan mimpi ini yang ia sebutkan, pasti akan terjadi. Ia berkata, ”telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)” yaitu perkara yang kalian berdua menanyakan tentang takwil dan penjelasannya.
Tafsir Al-Wajiz
41. Wahai sahabatku dalam penjara, inilah penafsiran mimpi kalian: “Adapun salah satu dari kalian yaitu pembawa minuman, dia akan kembali ke tempat asalnya dan keluar dari penjara. Dia akan memberi minum tuannya, yaitu Raja dengan khamr, sedangkan yang lainnya yaitu pembawa roti, dia akan disalib dana akan terus disalib sampai ada burung memakan sesuatu di atas kepalanya.” Lalu keduanya berkata: “Kami berbohong, kami tidak melihat apapun.” Yusuf berkata: “Perkara yang kalian tanyakan telah berlaku baik kalian jujur maupun berdusta.”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com