Surah An-Nisa : Ayat 40
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

"Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar."

Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat yang lalu ditutup dengan sebuah pernyataan bahwa Allah maha mengetahui segala sesuatu tentang keadaan orang-orang sombong dan membanggakan diri itu. Untuk mengikis kesan Allah menimpakan siksa yang melebihi batas kedurhakaan orang-orang yang sombong dan membanggakan diri itu, ayat ini memberi penegasan bahwa Allah tidak akan berlaku aniaya. Sungguh, ketahuilah bahwa Allah tidak akan menzalimi ketika menjatuhkan sanksi kepada seseorang, walaupun sebesar dzarrah yakni sesuatu yang terkecil dan teringan, dan demikian pula jika ada kebajikan, walaupun kebajikan itu hanya sekecil dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakan kebajikannya itu dan memberikan pahala yang besar dengan berlipat ganda dari sisi-Nya. Setelah menggambarkan perilaku orang-orang yang sombong dan membanggakan diri yang dikategorikan sebagai orang-orang kafir itu, ayat berikut menghadapkan kenyataan itu terhadap orang beriman untuk ditarik pelajaran. Maka jadikanlah bahan renungan tentang bagaimanakah kelak keadaan orang kafir itu, jika kami pada hari itu mendatangkan seorang saksi, yakni rasul, dari setiap umat, dan kami mendatangkan engkau, wahai Muhammad, sebagai saksi atas mereka, orangorang sombong dan membanggakan diri itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 40-42 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia tidak akan menzalim hamba-hambaNya di hari kiamat seberat biji sawi, bahkan seberat dzarrah pun. Sebaliknya, Dia akan membalas amal mereka dengan penuh, dan Dia akan melipatgandakan amal itu jika berupa amal baik, sebagaimana Allah SWT berfirman, (Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan (47)) (Surah Al-Anbiya’) Allah berfirmaan seraya memberitahukan tentang Luqman bahwa dia berkata, ("Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (16)) (Surah Luqman) dan (Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka (6) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (8)) (Surah Al-Zalzalah). Dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudzri dari Rasulullah SAW bersabda dalam hadits tentang syafa'at,"Allah SWT berfirman: “Kembalilah, dan siapa saja yang kalian temukan dalam hatinya seberat biji sawi dari iman, maka keluarkanlah dia dari neraka.” dalam lafazh “Bahkan lebih kecil lagi dari dzarrah dari iman, maka keluarkanlah dia dari neraka, lalu mereka mengeluarkan banyak makhluk". Lalu Abu Sa’id berkata,”Bacalah jika kalian mau (Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar (40)) Firman Allah SWT (Maka bagaimanakah apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu) (41)) Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kengerian, dan kedahsyatan perkara hari kiamat. Bagaimana perkara dan keadaan pada hari kiamat saat setiap umat akan dihadirkan dengan seorang saksi, (yaitu para Nabi) sebagaimana Allah SWT berfirman, (Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya (69)) (Surah Az-Zumar), dan ((Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (89)) (Surah An-Nahl) Abdullah bin Mas'ud berkata,”Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku “Bacakanlah untukku Al-Qur’an” Lalu aku berkata,”Wahai Rasulullah, apakah aku akan membacanya untukmu, padahal kepada engkaulah Al-Quran diturunkan?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, karena aku suka mendengarnya dari orang lain" Lalu Aku membaca surah An-Nisa sampai ayat, (Maka bagaimanakah apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu) (41)) Kemudian Rasulullah SAW bersabda,"Cukuplah untuk saat ini" Seketika kedua matanya meneteskan air mata. Firman Allah, (Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun (42)) yaitu kengerian yang terjadi dan sesuatu yang akan menimpa mereka berupa rasa malu dan kehinaan itu membuat mereka terkejut menelan ludah mereka sendiri, sebagaimana firmanNya (pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah") (Surah An-Naba’: 40) Firman Allah (dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun) memberitahukan tentang keadaan mereka Diana mereka mengakui segala sesuatu yang telah mereka lakukan dan tidak menyembunyikan sedikitpun dari hal itu.
Tafsir As-Sa'di
40. Allah mengabarkan tentang kesempurnaan keadilaNya, keutamaaNya dan berlepas diriNya dari perkara yang berlawanan dengan hal-hal tersebut seperti kezhaliman, baik sedikit maupun banyak, seraya berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya walaupun sebesar dzarrah” yaitu Allah mengurangi kebaikan-kebaikan hamba-hambaNya atau menambah keburukan-keburukanya,sebagaiman Allah juga berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." -Az-Zalzalah:7-8-. “Dan jika kebaikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakanya” yaitu hingga sepuluh kali lipat dan bahkan lebih banyak dari itu, yang sesuai dengan kondisi dan kebajikan tersebut, serta kondisi pelakunya dari segi keihklasan, rasa cinta, dan kesempurnaan. “Dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar” yaitu sebagai pahala tambahan atas perbuatan itu sendiri berupa taufik dari amalan-amalan baik lainya dan memberikan kebaikan yang melimpah serta keberkahan yang banyak.
Tafsir Al-Wajiz
40. Sesungguhnya Allah tidak menzalimi siapapun, tidak mengurangi pahala amal mereka, dan tidak pula menambahkan hukuman mereka sezarrah pun (yaitu satu bagian dari debu-debu yang bertebaran di udara). Jika takaran sezarrah ini berupa kebaikan, maka Dia akan melipat gandakannya, namun tidak melipat gandakan keburukan, dan dari keutamaanNya, Dia memberikan pahala tanpa batas atas amal shalih mereka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com