Surah Al-Ankabut : Ayat 40
فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنۢبِهِۦ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ ٱلصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ ٱلْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

"Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri."

Tafsir Ringkas Kemenag
-.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 38-40 Allah SWT memberitahukan tentang umat-umat yang mendustakan para rasul itu, bagaimana Allah membinasakan mereka dengan berbagai macam azab sebagai pembalasan Allah SWT terhadap mereka. Yaitu kaum 'Ad, kaumnya nabi Hud yang tinggal di daerah bukit-bukit pasir, yaitu di dekat Hadramaut di negeri Yaman. Kaum Tsamud, kaumnya nabi Shalih, yang tinggal di kota Al-Hijr yang letaknya dekat dengan lembah Al-Qura. Orang-orang Arab mengenal tempat-tempat tinggal mereka karena mereka sering melaluinya. Qarun pemilik harta melimpah dan kunci-kunci perbendaharaan yang berat. Fir'aun, raja Mesir di masa nabi Musa dan menterinya, Haman, keduanya adalah bangsa Qibti yang kafir kepada Allah dan rasulNya (Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya) yaitu siksaannya sesuai dengan dosanya (maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil) Mereka adalah kaum ‘Ad, demikian itu karena mereka mengatakan,"Siapakah yang lebih kuat daripada kami?" Maka datanglah kepada mereka angin kencang yang sangat dingin dan sangat kuat tiupannya, yang menerbang­kan semua batu kerikil lalu dilemparkan kepada mereka dan mencabut mereka dari muka bumi, seakan-akan mereka bagaikan batang-batang kurma yang tumbang. (dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur) Mereka adalah kaum Tsamud. Hujjah Allah telah ditegakkan terhadap mereka dan bukti kebenaran telah ditampakkan kepada mereka melalui unta betina yang muncul dari batu besar sesuai dengan apa mereka minta. Tetapi sekalipun demikian mereka tetap tidak beriman, bahkan mereka tetap berada pada kesesatan dan kekafiran mereka. Mereka mengancam nabi Allah, Shalih dan orang-orang yang beriman kepadanya, dan mengancamakan mengusir dan merajam mereka. Maka datanglah pekikan keras yang mengguntur yang membungkam suara dan menghentikan pergerakan mereka. (dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi) Dia adalah Qarun yang melampaui batas, bersikap sewenang-wenang, zalim, dan durhaka kepada Tuhan yang Maha Tinggi. Dia berjalan di muka bumi dengan sombong, angkuh, sewenang-wenang, dan menduga bahwa dirinya lebih utama daripada orang lain, serta berjalan dengan penuh kebanggaan dan keangkuhan, maka Allah membenamkannya beserta rumahnya. Dia terus terbenam ke dalam bumi sampai hari kiamat (dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan) Dia adalah Fir'aun dan menterinya, Haman, dan tentara keduanya, semuanya ditenggelamkan dalam waktu yang singkat, tidak ada seorang pun dari mereka yang selamat. (dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka) dalam apa yang Dia perbuat terhadap mereka (akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) Sesungguhnya Kami melakukan hal itu terhadap mereka sebagai balasan yang setimpal dari apa yang mereka lakukan sendiri. Inilah yang Kamu sebutkan sesuai dengan konteks ayat. Hal ini merupakan bab tentang Laf dan Nasyr. yaitu Allah menyebutkan umat-umat yang mendustakan, Kemudian berfirman: (Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya) yaitu dari kalangan orang-orang yang disebutkan. Kemudian Allah menyebutkan dalam surah ini tentang kebinasaan kaum nabi Nuh dengan banjir besar dan kaum nabi Luth dengan azab dari langit. Lalu disebutkan dengan panjang lebar dan terinci antara hal itu dengan konteks ini
Tafsir As-Sa'di
39. Demikian pula Qarun, Fir’aun dan haman. Ketika Allah mengutus Musa bin Imran kepada mereka dengan mukjizat-mikjizat yang nyata dan argument-argumen yang sangat jelas, namun mereka tetap tidak mau tunduk bahkan mereka berbuat sombong di muka bumi terhadap hamba-hamba Allah (Bani Israil) dengan memperbudak mereka dan sombong terhadap kebenaran. Mereka menolaknya, maka akhirnya mereka tidak mampu menyelamatkan diri hingga azab menimpa mereka, “dan tidaklah mereka itu orang-orang yang mendahului.” Maksudnya, (tidaklah mereka mendahului) Allah dan tidak pula luput (dari azabNya). Akan tetapi mereka kalah dan menyerah.
Tafsir Al-Wajiz
40. Setiap individu atau kelompok yang telah disebutkan akan kami hukum sesuai dosanya, yaitu kekufuran dan pendustaan mereka. Di antara mereka ada yang Kami beri kiriman angin kencang yang di dalamnya mengandung batu kerikil, yaitu batu kecil. Mereka itu adalah kaum Luth dan kaum ‘Aad yang merupakan kaum Hud. Di antara mereka juga ada yang kami hukum dengan suara teriakan, yaitu teriakan yang sangat keras seperti kaum Madyan dan kaum Tsamud. Dan di antara mereka juga ada yang kami benamkan dalam bumi seperti Qarun dan kaum Luth. Mereka itu diazab dengan ditenggelamkan dan dilempari batu. Di antara mereka juga ada yang Kami tenggelamkan seperti kaum Nuh dan Fir’aun beserta pasukannya. Tidaklah Allah menzalimi mereka dengan apa yang Dia perbuat kepada mereka, yaitu mengazab mereka tanpa sebab dosa, namun mereka menzalimi diri mereka sendiri dengan berbuat kekufuran dan mendustakan para rasul dan melakukan kemaksiatan

Sumber tafsir dari tafsirweb.com