Surah An-Nahl : Ayat 40
إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَىْءٍ إِذَآ أَرَدْنَٰهُ أَن نَّقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

"Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, maka jadilah ia."

Tafsir Ringkas Kemenag
Tidak sulit bagi Allah untuk melakukan apa saja yang dikehendakinya, tidak terkecuali membangkitkan manusia pada hari kiamat. Allah menyatakan, sesungguhnya firman kami terhadap sesuatu apabila kami menghendakinya terjadi, kami hanya mengatakan kepadanya, jadilah! maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendak dan sunah kami. Semudah itulah kami mewujudkan apa yang kami kehendaki. Usai berbicara tentang pengingkaran kaum musyrik mekah dan kezaliman mereka kepada nabi Muhammad dan kaum muslim, Allah lalu beralih menjelaskan ketentuan hijrah dan pahala bagi orang yang berhijrah, dan orang yang berhijrah meninggalkan kerabat dan kampung halamannya karena mengikuti perintah Allah setelah mereka dizalimi, pasti kami akan memberikan tempat, suasana, dan ganjaran yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala yang kami berikan kepada mereka di akhirat kelak pasti lebih besar dan baik. Sekiranya mereka, orang kafir, mengetahui betapa besar pahala yang kami berikan kepada orang yang beriman dan berhijrah, niscaya mereka beriman dan berhijrah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 38-40 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik bahwa mereka bersumpah (dengan nama Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh) yaitu mereka bersungguh-sungguh dalam sumpahnya bahwa (Allah tidak akan membangkitkan orang yang telah mati) yaitu, mereka menganggap hal tersebut mustahil, mereka mendustakan para rasul yang menyampaikan berita itu, dan mereka bersumpah menentang hal itu. Lalu Allah SWT berfirman, seraya mendustakan dan membantah mereka: ((Tidak demikian) bahkan) yaitu tidaklah seperti itu (sebagai suatu janji yang benar dari Allah) yaitu pasti terjadi (tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui) yaitu karena ketidaktahuan mereka, maka mereka menentang para rasul dan terjerumus ke dalam kekafiran. Kemudian Allah SWT menyebutkan hikmahNya tentang hari kiamat dan kebangkitan semua jasad pada hari pembalasan. lalu Dia berfirman: (agar Allah menjelaskan kepada mereka) yaitu, kepada manusia (apa yang mereka perselisihkan itu) yaitu segala sesuatunya (supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbual jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)) (Surah An-Najm: 31) (dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang yang berdusta) yaitu dalam sumpah mereka bahwa Allah tidak akan menghidupkan orang yang mati. Oleh karena itu, pada hari kiamat mereka akan diseru untuk masuk neraka Jahannam dengan digiring, dan Malaikat Zabaniyah berkata kepada mereka: ((Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kalian selalu mendustakannya.” (14) Maka apakah ini sihir? Ataukah kalian tidak melihat? (15) Masuklah kalian ke dalamnya (rasakanlah panas apinya), maka baik kalian bersabar atau tidak, sama saja bagi kalian, kalian hanya diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan (16) (Surah Ath-Thur) Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang kekuasaanNya atas segala sesuatu yang Dia kehendaki, bahwa tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya di bumi maupun di langit. Sesungguhnya perkara Allah itu ktika Dia menghendaki sesuatu, maka Dia berfirman kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. Dan membangkitkan makhluk itu termasuk dalam hal ini. Ketika Allah menghendaki hal itu terjadi, maka Dia hanya memerintah­kannya dengan sekali perintah, maka terjadilah sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Sebagaimana Allah berfirman: (Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata (50)) (Surah Al-Qamar) Dalam ayat ini Allah berfirman: (Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, "Jadilah.” Maka jadilah ia (40)) yaitu, Kami memerintahkan kepadanya dengan sekali perintah, maka serta merta hal itu ada. Sebagaimana yang dikatakan seorang penyair: “Apabila Allah menghendaki suatu perkara, maka sesungguhnya Dia hanya berfirman kepadanya, "Jadilah" maka jadilah ia” yaitu, Allah tidak membutuhkan penegasan dalam memberikan perintah kepadanya. Ssesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat mencegah dan menentangNya, karena hanya Dialah Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Besar segala sesuatu tunduk di bawah kekuasaan dan keagunganNya. Maka tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia.
Tafsir As-Sa'di
39-40. Kemudian Allah menyebutkan hikmah kenapa diadakan hari pembalasan dan hari kebangkitan. Allah berfirman “agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu” berupa persoalan persoalan yang besar dan kecil. Allah menjelaskaan hakikat (kebenarannya) dan memaparkannya “dan agar orang orang kafir itu mengetahui bahwasannya mereka adalah orang orang yang berdusta” sampai akhirnya mereka menyaksikan amalan amalan mereka sebagai penyesalan bagi diri mereka. tuhan tuhan sesembahan mereka yang dahuu mereka seru (diibadahi) bersama dengan Allah tidaklah bermanfaat sama sekali ketika telah datang keputusan Rabbmu. Dan tatkala mereka menyaksikan sesembahan sesembahan mereka menjadi kayu bakar bagi neraka jahanam, saat matahari dan bulan digulung, dan bintang bintang berhamburan dan saat sesembahan itu telah jelas bahwa ia adalah hamba yang tunduk lagi membutuhkan bantuan Allah dalam setiap kondisi sementara hal itu bukan merupakan perkara yang sulit atau pelik bagi Allah maka di sisi yang lain, apabila DIa menghendaki sesuatu, niscaya Dia (cukup) berfirman ”jadilah, maka akan terjadi ’tanpa ada perlawanan atau pencegahan. Bahkan benar benar akan terjadi persis seperti yang diinginkan dan dikehendakiNya.
Tafsir Al-Wajiz
40. Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” Begitu juga penciptaan awal maupun pembangkitan kembali

Sumber tafsir dari tafsirweb.com