Surah Hud : Ayat 40
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ قُلْنَا ٱحْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ وَمَنْ ءَامَنَ ۚ وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٌ
"Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit."
Tafsir Ringkas Kemenag
Demikianlah kaum nabi nuh yang terus-menerus mengejeknya dalam pembuatan kapal. Hingga apabila perintah kami datang untuk membinasakan para pendurhaka dan tiba perintah kami kepada nabi nuh beserta pengikutnya menaiki kapal dan air dari dalam tanur, yakni periuk telah mendidih dan bergejolak hingga memancarkan air dengan sangat deras, lalu kami berfirman kepada nabi nuh, muatkanlah ke dalamnya segala jenis hewan, dari masing-masing sepasang jantan dan betina, dan muatkan juga keluargamu yang beriman kepada Allah kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu sebagai orang yang akan diazab karena kedurhakaan mereka, dan muatkan pula orang yang beriman dari mereka. Ternyata orang-orang beriman yang ikut bersama dengan nabi nuh hanya sedikit. Meskipun nabi nuh sudah berdakwah kurang lebih 950 tahun lamanya, mengajak umatnya beriman kepada Allah dan meyakinkan bahwa mereka yang tidak mengikuti ajakannya akan ditenggelamkan, tetapi mereka tetap durhaka. (lihat: surah al- 'ankabut/29:14). Dan dia pun berkata kepada kaumnya yang beriman, naiklah kamu semua bersamaku ke dalamnya, yakni kapal itu dengan menyebut nama Allah pada waktu kapal mulai berlayar dan setelah berlabuhnya, seraya berserah diri kepada-Nya. Sesungguhnya tuhanku maha pengampun atas dosa orang yang bertobat, dan maha penyayang kepada siapa saja yang menempuh jalan kebenaran. Ayat ini mengandung pesan, tentang keharusan tawakal kepada Allah ketika memulai suatu aktivitas maupun setelah persoalan selesai, dan berbaik sangka kepada-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ini merupakan janji Allah SWT kepada nabi Nuh jika datang perintah Allah berupa hujan yang berturut-turut tanpa henti disertai dengan luapan air yang tidak berhenti, bahkan itu sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah (11) Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air, itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan (12) Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku (13) yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh) (14)) (Surah Al-Qamar) Adapun firman Allah (dan dapur telah memancarkan air) yaitu bumi menjadi mata air yang memancarkan air, sehingga air keluar dari tempat pemanggangan roti yang merupakan tempat api. yaitu memancarkan air. Ini adalah pendapat mayoritas ulama salaf dan masa kini. Maka saat itu Allah memerintahkan nabi Nuh untuk membawa bersamanya ke dalam bahtera itu (dari setiap jenis makhluk yang bernyawa sepasang jodoh) dari berbagai jenis makhluk yang memiliki ruh. Dikatakan dan yang lain berupa tumbuh-tumbuhan sepasang jantan dan betina. Firman Allah: (dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya) yaitu bawalah di dalamnya keluargamu, mereka adalah ahli baitnya dan kerabatnya kecuali orang yang telah ditetapkan dari kalangan mereka, yaitu orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, dan dari kalangan mereka adalah anaknya, Yam yang memisahkan diri, dan istrinya yang mengingkari Allah dan RasulNya. Firman Allah: (dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman) yaitu dari kaummu (Dan tidak beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit) yaitu sangat sedikit, bersamaan mereka cukup lama di antara mereka sembilan ratus lima puluh tahun
Tafsir As-Sa'di
40 “hingga apabila perintah kami datang” yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ”dan dapur perapian telah memancarkan air” yakni Allah menurunkan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut seerta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ”kami berfirman kepada Nuh 'muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing masing binatang sepasang (jantan dan betina)” maksudnya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ”dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir terhadap yang terdahulu” dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ”dan (muatkan pula) orang orang yang beriman” padahal ketika itu ”tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit”
Tafsir Al-Wajiz
40. Hingga apabila perintah Kami untuk membinasakan itu datang dan bumi telah memancarkan air sebagai tanda datangnya bencana banjir bandang, Kami berfirman kepada Nuh: “Muatlah setiap binatang dengan sepasang jantan dan betina ke dalam bahtera itu, serta muatlah keluargamu kecuali orang yang telah ditetapkan bahwa mereka akan ditenggelamkan. Muatlah pula orang-orang yang beriman”. Orang-orang yang beriman bersama dengan Nuh itu hanya sedikit. Mereka berjumlah 80 orang, 3 orang dari keluarganya, yaitu Sam, Ham. Yafits dan istri-istri mereka