Surah Al-Anfal : Ayat 4
أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
"Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia."
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah menjelaskan beberapa bentuk amal yang berkaitan dengan hati, anggota tubuh dan harta, Allah menjelaskan bahwa mereka yang memiliki sifat-sifat seperti tersebut di atas itulah orang-orang yang benarbenar beriman, lahir dan batin, yang sempurna lagi mantap imannya. Mereka akan memperoleh derajat-derajat yang tinggi di sisi tuhannya, sesuai dengan amal mereka. Dan ampunan atas segala dosa mereka serta rezeki yang mulia berupa kehidupan yang baik di dunia dan kehidupan yang membahagiakan di akhirat. Sesungguhnya kemenangan itu bersumber dari Allah, tempat bergantungnya segala urusan. Persengketaan orang-orang beriman menyangkut soal pembagian harta rampasan perang itu mirip keadaan mereka ketika Allah memberi perintah kepada mereka untuk memerangi orang-orang musyrik di badar. Sebagaimana keadaan kaum muslim ketika berselisih soal pembagian harta rampasan, lalu Allah dan rasulnya mengambil alih pembagian itu, demikian pula ketika tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu di madinah untuk menghadang kafilah quraisy dan berperang di badar dengan cara dan tujuan yang benar melalui wahyu, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu benar-benar tidak menyukainya ikut keluar menghadang musuh. Ketidaksenangan mereka sekarang soal pembagian harta rampasan sama dengan ketidaksenangan mereka dahulu ketika diperintah ke badar, tetapi kemudian terbukti pilihan Allah-lah yang menghasilkan kemenangan dan kebahagiaan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 2-4 Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka) dia berkata,”Orang-orang munafik itu, tidak akan masuk ke dalam hati mereka, sesuatu apapun dari mengingat Allah ketika mengerjakan kewajiban dariNya. Mereka tidak beriman kepada sesuatu pun dari ayat-ayat Allah, tidak bertawakal, tidak shalat jika sendiri, dan tidak menunaikan zakat hartanya. Allah SWT memberitahukan bahwa mereka bukanlah orang-orang yang beriman. Kemudian Allah SWT menyifati orang-orang mukmin, Dia berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka) Jadi mereka mengerjakan hal-hal yang diwajibkan olehNya. (Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya)) yaitu kepercayaan mereka bertambah (dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal) yaitu mereka tidak mengharapkan kepada selainNya. Mujahid berkata tentang firmanNya (hati mereka gemetar) takut, yaitu panik dan takut. Demikianlah yang dikatakan oleh As-Sddi dan lainnya. Ini adalah sifat orang mukmin dengan keimanan yang sebenarnya, yaitu ketika disebut nama Allah gemetarlah hatinya yaitu karena takut kepadaNya, lalu dia mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya. Sebagaimana firmanNya: (Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon smpun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui (135)) (Surah Ali Imran) Firman Allah SWT: (dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya)) Sebagaimana firmanNya: (Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, "Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira (124)) (Surah At-Taubah) (dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal) yaitu mereka tidak mengharapkan kepada selainNya, tidak bertujuan kecuali hanya kepadaNya, tidak memohon pertolongan kecuali hanya kepadaNya. tidak meminta kebutuhan selain hanya kepadaNya, dan tidak suka apapun kecuali hanya kepadaNya, dan mereka mengetahui bahwa apa Dia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi. Dialah Dzat yang mengatur kerajaan. hanya Dia semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan tidak ada yang menghalangi keputusanNya, dan Dia itu Maha cepat perhitunganNya. Oleh karena itu Sa'id bin Jubair berkata bahwa tawakal kepada Allah adalah mengumpulkan keimanan. Firman Allah SWT: ((yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka (3)) dengan itu, Allah SWT mengingatkan amal mereka, setelah mereka berkeyakinan. Amal ini mengandung semua kebaikan, yaitu mendirikan shalat yang merupakan hak Allah SWT Qatadah berkata bahwa mendirikan shalat adalah memelihara waktu mengerjakannya, wuduhnya, rukuk dan sujudnya. Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka (3)) maka belanjakanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepada kalian sesungguhnya harta ini adalah pinjaman dan titipan yang ada padamu, wahai anak cucu Adam, yang dalam waktu dekat kamu akan berpisah dengannya. Firman Allah SWT: (Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya) yaitu mereka yang disifati dengan sifat-sifat ini adalah orang-orang yang beriman dengan sesungguhnya. Firman Allah SWT: (Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya) yaitu tempat, kedudukan, dan derajat di surga. Sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan (163)) (Surah Ali Imran) (dan ampunan) yaitu Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan membalas mereka dengan kebaikan-kebaikan.
Tafsir As-Sa'di
4 “mereka itulah” yang memiliki sifat sifat diatas adalah “orang-orang yang beriman dengan sebenar benarnya” karena mereka menggabungkan antara islam dengan iman, antara amal lahir dan amal batin, antara ilmu dengan amal, dan antara hak Allah dengan hak hamba hambaNya. Allah mendahulukan amalan hati karena ia adalah dasar bagi amalan anggota tubuh sekaligus ia lebih utama darinya. dan di dalam ayat ini terkandung dalil bahwa iman itu bertambah dan berkurang, ia bertambah dengan ketaatan dan bekurang dengan sebaliknya. bahwa seorang hamba harus menjaga dan memupuk imannya, dan bahwa perkara yang pertama menghasilkan itu adalah mentadaburi dan merenungkan makna kitabullah. Kemudian Allah menyebutkan pahala orang oang yang beriman, dengan sebenar benarnya, Dia berfirman ”mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabb mereka” yakni derajat yang tinggi sesuai dengan ketinggian amal mereka. ”dan ampunan” bagi dosa dosa mereka ”serta rizki yang nikmat dan mulia” yaitu apa yang Allah sediakan untuk mereka di surge dari apa yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas di benak manusia. ini menunjukan bahwa barangsiapa yang tidak sampai pada derajat mereka dalam keimanan, maka walaupun dia masuk surge namun dia tidak dapat dari kemuliaan dari Allah yang sempurna seperti apa yang mereka dapatkan.
Tafsir Al-Wajiz
4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya tanpa keraguan. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya di surga dan ampunan serta rezeki nikmat yang mulia di surga