Surah Nuh : Ayat 4
يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ إِذَا جَآءَ لَا يُؤَخَّرُ ۖ لَوْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
"niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kalau kamu lakukan itu semua niscaya dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu yaitu dengan memanjangkan umurmu untuk kemaslahatanmu sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda sedikit pun, seandainya kamu mengetahui hal itu maka tentu kamu akan menjadi orang yang beriman. ' 5-6. Ajakan nabi nuh tidak disambut dengan baik oleh kaumnya, maka dia nabi nuh mengadu kepada Allah, 'ya tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku untuk beriman kepada-Mu dengan berbagai cara, dan itu kulakukan siang dan malam terus menerus, tetapi seruanku itu tidak menambah iman dan kebaikan mereka, justru mereka lari menjauh dari kebenaran.
Tafsir As-Sa'di
2-4. Nabi Nuh menunaikan tugas itu serta bersegera menunaikan perintah Allah seraya berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu,” yakni, yang jelas ancamannya karena jelasnya apa-apa yang diperingatkan dan apa yang bisa menyelamatkan. Hal itu dijelaskan secara terang. Nabi Nuh memberitahu dan memerintahkan landasan hal itu pada kaumnya seraya berkata, “(yaitu) sembahlah olehmu Allah, dan bertakwalah kepadaNya,” dengan mengesakan Allah dalam ibadah, tauhid, jauh dari kesyirikan serta segala jalan dan perantaranya. Bila mereka bertakwa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka, dan bila mereka diampuni, mereka akan mendapatkan keselamatan dari siksa dan mendapatkan keuntuntungan berupa pahala, “dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan,” yakni, Allah memberi kesenangan pada kalian di dunia ini dan mencegah kebinasaan dari kalian hingga waktu yang ditentukan. Batas waktu berada di dunia berdasarkan takdir dan kekuasaan Allah hingga waktu tertentu, bukan kesenangan abadi, sebab kematian adalah keniscayaan. Karena itu Allah berfirman, “Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui,” sebagaimana kalian kufur kepada Allah dan menentang kebenaran.
Tafsir Al-Wajiz
4. Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosa kalian dan pengampunan ini adalah hak Allah bukan hak hamba. Dia akan mengakhirkan umur kalian sampai waktu tertentu di sisi Allah dan tidak lebih dari itu. Karena sesungguhnya umat yang taat dan istiqamah itu memiliki umur panjang. Sesungguhnya ajal yang telah ditetapkan oleh Allah untuk kalian itu tidak akan ditangguhkan waktunya jika kalian masih dalam kekufuran, bahkan ajal kalian tidak pasti (bisa dipercepat). Jika saja kalian mengetahui hal itu, sungguh kalian akan bergegas untuk beriman. Maknanya adalah seakan-akan mereka cemas dengan kematian karena sangat sibuk dengan mencintai kehidupan dunia.