Surah Fussilat : Ayat 4
بَشِيرًا وَنَذِيرًا فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
"yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Al-qur'an itu adalah kitab yang membawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan peringatan bagi orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, tetapi sangat disayang-kan karena kebanyakan dari mereka orang-orang yang membuat kerusakan itu berpaling dari petunjuk-Nya serta hal itulah yang membuat mereka tidak mendengarkan yakni tidak menyambut berita gembira dan per-ingatan itu. 5. Penolakan dan keberpalingan orang-orang musyrik mekah terhadap Al-Qur'an itu mereka nyatakan dalam bentuk pengakuan langsung. Dan mereka orang-orang musyrik mekah itu, berkata, 'hati dan akal pikiran kami sudah tertutup dan terkunci rapat dari apa yang engkau seru kami kepadanya, dan telinga kami sudah tersumbat sehingga kami tidak dapat mendengar apa pun yang engkau sampaikan, dan di antara kami dan engkau ada dinding pembatas yang sangat tebal. Oleh karena itu, lakukanlah apa yang sesuai menurut kehendakmu, dan demikian pula sesungguhnya kami akan melakukan apa yang sesuai menurut kehendak kami. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Allah SWT berfirman: (Ha Mim (1) Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (2) yaitu, Al-Qur'an itu diturunkan dari sisi Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. sebagaimana firmanNya: (Katakanlah, "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar”) (Surah An-Nahl: 102) dan (Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan alam semesta (192) dia dibawa turun oleh Ruhul Amin (Jibril) (193) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan (194)) (Surah Asy-Syu'ara’) Firman Allah: (Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya) yaitu dijelaskan makna-maknanya dan dikuatkan hukum-hukumnya (yakni bacaan dalam bahasa Arab) yaitu keadaannya sebagai bacaan yang berbahasa Arab yang jelas dan terang, makna-makna dan lafaz-lafaznya juga jelas, tidak sulit. Sebagaimana firmanNya: ((inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara rinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui) (Surah Hiid: 1) yaitu mengandung mukjizat dari segi lafazh dan maknanya (Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji (42)) (Surah Fushshilat) Firman Allah SWT: (untuk kaum yang mengetahui) yaitu sesungguhnya orang yang mengetahui keterangan dan penjelasan ini hanya para ulama yang ilmunya sangat mendalam (yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan) yaitu, terkadang membawa kabar gembira bagi orang-orang mukmin dan terkadang membawa peringatan bagi orang-orang kafir (tetapi kebanyakan mereka berpaling (darinya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan) yaitu kebanyakan orang-orang Quraisy tidak memahami sedikitpun darinya, padahal Al-Qur'an jelas dan gamblang (Mereka berkata, "Hati kami berada dalam tutupan”) yaitu dalam keadaan dilapisi oleh penutup ((yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan) yaitu tuli dari apa yang kamu sampaikan kepada kami (dan di antara kami dan kamu ada dinding) maka tidak ada sesuatupun darinya yang sampai kepada kami (maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)) yaitu bekerjalah sesuai dengan caramu, dan kami juga akan bekerja sesuai dengan cara kami, dan kami tidak akan mengikutimu”
Tafsir As-Sa'di
4. “yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan,” maksudnya, membawa berita gembira berupa pahala di dunia dan akhirat, dan membawa peringatan berupa siksa di dunia dan akhirat. Lalu Allah menjelaskan rinciannya, menyebutkan sebab-sebab dan karakter-karakter yang dengannya kabar gembira dan peringatan itu terlaksana. Ciri-ciri yang dimilki al-qur’an ini mengharuskan supaya ia direspon dengan sikap menerima, tunduk, meyakini, dan mengamalkannya. Akan tetapi kebanyakan manusia berpaling seperti berpalingnya orang-orang yang menyombongkan diri, “maka mereka tidak mau mendengarkan,” nya dengan tujuan menerima dan merespon positif, sekalipun mereka telah mendengarnya yang dengannya hujjah syar’I telah tegak atas mereka.
Tafsir Al-Wajiz
4. Al-Qur’an itu memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin tentang surga jika mereka mau mengamalkannya dan memberi peringatan kepada orang-orang yang berbuat maksiat yang menyimpang tentang neraka. Kebanyakan orang-orang kafir tidak mau menerimanya. Mereka tidak mau mendengarkannya dengan penuh perhatian, tidak mau menerimanya dan tidak mau mengambil manfaat darinya.