Surah Luqman : Ayat 4
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
"(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat."
Tafsir Ringkas Kemenag
4-5. Mereka yang berbuat kebajikan itu ialah orang-orang yang melaksanakan salat secara konsisten dan sempurna sesuai syarat dan rukunnya, menunaikan zakat sebagai bukti komitmen sosialnya, dan mereka tanpa keraguan sedikit pun meyakini adanya akhirat. Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh ke-beruntung-an hakiki, yakni selamat dari neraka dan masuk surga
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Telah disebutkan dalam surah Al-Baqarah secara umum pembahasan yang berkaitan dengan permulaan surah ini, yaitu bahwa Allah SWT menjadikan Al-Qur'an ini sebagai petunjuk, obat, dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik. Mereka adalah orang-orang yang berbuat kebaikan dalam mengikuti syariat, mengerjakan shalat fardu dengan memelihara batasan-batasan dan waktu-waktunya, dan mengerjakan shalat sunah yang mengiringinya baik yang ratib maupun tidak. Mereka menunaikan zakat yang diwajibkan kepada mereka untuk orang-orang yang berhak menerimanya, menyambung silaturahmi dan kerabat mereka, serta beriman kepada hari pembalasan di akhirat. Oleh karena itu mereka berharap atas pahala Allah dalam mengerjakan hal itu. Mereka tidak memamerkannya, dan tidak menghendaki balasan dari manusia serta tidak bersyukur. Barangsiapa yang mengerjakan hal itu dengan demikian, maka dia termasuk orang-orang yang disebutkan Allah SWT: (Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya) yaitu dengan terang dan jelas dan berada pada jalan yang terang dan jelas (dan mereka itulah orang-orang yang beruntung) yaitu di dunia dan akhirat
Tafsir As-Sa'di
4. kemudian Allah menyifati (mendiskripsikan) orang-orang yang berbuat ihsan dengan ilmu yang sempurna, yaitu keyakinan yang membangkitkan untuk beramal dan takut kepada siksaan Allah, sehingga mereka meninggalkan segala maksiat. Dan Allah juga menyifati mereka dengan amal, dan Allah menekankan diantara amal itu dua bentuk amal yang utama, yaitu “shalat,” yang meliputi keikhlasan, bermunajat kepada Allah dan menghambakan diri yang sempurna bagi hati, lisan dan seluruh anggota badan yang menolong seluruh amal perbuatan, ”dan zakat,” yang menyucikan orang yang menunaikannya dari sifat-sifat tercela, berguna bagi saudaranya yang Muslim dan menutupi kebutuhannya, dan dengannya terbukti bahwa sang hamba lebih mengutamakan cinta Allah daripada kecintaannya kepada harta benda. Maka dari itu dia mengeluarkan sebagian dari harta yang dicintainya demi sesuatu yang lebih dicintainya, yaitu mencari keridhaan Allah.
Tafsir Al-Wajiz
4. (Yaitu) orang-orang baik yang melaksanakan shalat secara sempurna pada waktunya, membayar zakat yang diwajibkan untuk orang-orang yang berhak dan meyakini adanya akhirat dan segala sesuatu yang ada di dalamnya berupa pembangkitan, hisab, pembalasan dan lain-lain.