Surah An-Nahl : Ayat 4
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ
"Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dia yang mahaesa dan mahakuasa itu juga telah menciptakan manusia dari setetes mani yang secara lahiriah tampak remeh, tidak berarti, dan tidak berdaya, ternyata dia berubah menjadi manusia yang kuat dan tangguh, bahkan dia berubah menjadi pembantah yang nyata tentang tuhan dan hakikat dirinya. Dan tidak saja menciptakan langit, bumi, dan manusia, hewan ternak juga telah diciptakan-Nya, untuk kamu padanya ada bulu dan kulit yang dapat kamu jadikan pakaian yang menghangatkan badan kamu dan berbagai manfaat lain yang dapat kamu ambil dalam kehidupan kamu, dan sebagian dari-Nya juga dapat kamu makan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 3-4 Allah SWT memberitahukan tentang makhlukNya, alam yang ada di atas, yakni langit, dan alam yang ada di bawah yaitu bumi berikut dengan apa yang ada padanya, bahwa semuanya adalah diciptakan dengan benar dan tidak sia-sia, bahkan: (supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)) (Surah An-Najm: 31) Kemudian Allah SWT menyucikan DzatNya dari kemusyrikan orang-orang yang menyembah tuhal lain bersamaNya, padahal hanya DIalah Dzat yang menciptakan makhluk, tidak ada sekutu bagiNya. Ole karena itu, hanya Dialah yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya. Kemudian Allah mengingatkan tentang penciptaan jenis manusia dari air mani yang hina dan lemah. Lalu setelah itu menjadi manusia dan tumbuh dewasa, tiba-tiba dia menjadi orang yang membantah Tuhannya, mendustakanNya, dan memerangi para rasulNya; padahal dia diciptakan hanya untuk menjadi hambaNya, bukan lawanNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah, dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa (54) Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudarat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya (55)) (Surah Al-Furqan)
Tafsir As-Sa'di
4. usai membicarakan penciptaan langit (dan bumi) Allah menyebutkan penciptaan segenap makhluk yang menghuni keduanya. Dia mengawalinya, ”dia telah menciptakan manusia dari mani” Allah senantiasa mengatur, menumbuhkan dan mengembangkan (nuthfah tersebut) sampai menjadi manusia yang sempurna, lengkap angota angota tubuh luar ataupun dalamnya. Dia telah memolesnya dengan beragam karunia yang melimpah. sampai manakala ia telah menjelma manusia dewasa, maka ia membanggakan diri dan terpesona dengan dirinya. ”tiba tiba ia memusuhi Rabbnya, mengingkariNya, menyanggah para RasulNya dan mendustakan ayat ayatNya serta melupakan penciptaan dirinya pertama kali serta curahan kenikmatan Allah padanya. Ia justru memanfaatkannya untuk bermaksiat kepadaNya. Ayat tersebut juga mengandung pengertian makna, bahwasannya Allah menciptakan seorang manusia dari cairan mani. Selanjutnya Dia senantiasa mentransfernya dari satu fase menuju fase berikutnya sampai terbentuk manusia yang berakal lagi dapat berbicara, mempunyai akal dan pemikiran, yang bisa menentang dan membantah. Maka hendaknya yang telah mengantarkannya menuju kondisi demikian ini, yang sedikitpun dia tidak mempunyai kemampuan nelakukan nya sendiri.
Tafsir Al-Wajiz
4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, namun dengan tiba-tiba ia menjadi pembantah dan pengingkar hari kebangkitan dan hari pembalasan yang nyata