Surah At-Taubah : Ayat 39
إِلَّا تَنفِرُوا۟ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْـًٔا ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka bukan saja dikecam, namun juga diancam jika tidak berangkat perang. Karena itu, Allah menegaskan bahwa jika kenikmatan duniawi telah memberatkanmu sehingga kamu tidak berangkat untuk berperang beserta rasulullah, padahal kamu tidak ada halangan untuk itu, maka niscaya Allah akan menghukum kamu baik di dunia dengan kehinaan atau dikucilkan mau-pun di akhirat kelak dengan azab yang pedih, dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain yang lebih baik, lebih kuat dan lebih taat, dan ketahuilah, bahwa keengganan kamu untuk berperang dan bahkan ketidaktaatanmu terhadap semua perintah Allah itu tidak akan meru-gikan-Nya sedikit pun (lihat: surah ibra'him/14: 8). Dan Allah mahakuasa atas segala sesuatujangan pernah menduga kalau Allah dan rasulullah membutuhkan pertolonganmu untuk mengalahkan musuh-Musuh-Nya. Tentu saja tidak. Karena itu, jika kamu tidak menolongnya, yakni nabi Muhammad dalam perang tabuk, sesungguhnya Allah telah menolong dan menguatkan-Nya, antara lain menolong beliau ketika orang-orang kafir mengusirnya dari mekah, sedang saat itu dia salah seorang dari dua orang, yakni beliau hanya ditemani abu bakar. Situasi saat itu benar-benar menegangkan, yaitu ketika keduanya berada dalam gua dan orang-orang kafir ada di sekitarnya, maka ketika itu Allah menguatkan jiwa beliau sehingga dengan penuh keyakinan dia berkata kepada sahabatnya, abu bakar, jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita dan menolong serta melindungi kita. Sebagai bentuk pertolongan Allah, maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya, yakni nabi Muhammad, sehingga mampu menghadapi situasi yang sangat sulit tersebut dan bahkan membantu beliau dengan bala tentara, berupa malaikat-malaikat yang tidak terlihat olehmu, dan dia menjadikan seruan orang-orang kafir kepada kedurhakaan dan kemusyrikan itu rendah, sebab usaha mereka untuk mematikan api islam bahkan membunuh rasulullah ternyata gagal. Dan bahkan sebaliknya, kalimat Allah, yakni agama islam, itulah yang tinggi. Demikian ini, karena Allah mahaperkasa, lagi mahabijaksana.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 38-39 Ini adalah celaan untuk orang yang tidak ikut dengan Rasulullah SAW dalam perang Tabuk, ketika buah-buahan sudah matang, dan naungan pada cuaca yang sangat panas. Lalu Allah SWT berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kalian, "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah) yaitu jika kalian diajak untuk berperang di jalan Allah (kalian merasa berat dan ingin tinggal di tempat kalian?) yaitu kalian malas dan cenderung untuk tinggal di tempat dengan menganggur dan menikmati buah-buahan yang matang. (Apakah kalian puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? ) yaitu mengapa kalian melakukan demikian? Apakah kalian puas dengan dunia sebagai ganti akhirat? Kemudian Allah SWT memerintahkan untuk berzuhud terhadap dunia dan mendorong untuk mendapatkan akhirat. Lalu Allah berfirman: (padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.) Diriwayatkan dari Al-Mustaurid, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tidak ada dunia ini dibandingkan dengan akhirat, melainkan sebagaimana seseorang di antara kalian memasukkan jarinya ke dalam laut, maka hendaklah dia melihat apa yang didapat oleh jarinya?” Lalu beliau mengisyaratkan dengan jari tunjuk beliau. Kemudian Allah SWT mengancam orang yang meninggalkan jihad, Dia berfirman: (Jika kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kalian dengan siksa yang pedih.) untuk menolong NabiNya dan menegakkan agamaNya, seperti Allah berfirman: (dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kalian) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kalian (ini)) (Surah Muhammad: 38) (dan kalian tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun) yaitu kalian tidak memberikan mudharat kepada Allah sedikit pun dengan keberpalingan, pembangkangan, dan keberatan kalian dari berjihad (Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) yaitu Dia Maha Kuasa untuk menang atas para musuh tanpa kalian
Tafsir As-Sa'di
39. Kemudian Allah mengancam mereka jika mereka tetap malas berjihad, Dia berfirman, “jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih”, di dunia dan akhirat, karena tidak berangkat untuk berjihad dalam kondisi yang menuntut keberangkatan, termasuk dosa besar yang menyebabkan azab yang berat, karena ia mengandung mudarat besar, orang yang tertinggal dengan senjata telah durhaka kepada Allah, melakukan laranganNya, tidak membentu menolong agama Allah, tidak membela kitab dan syariat Allah, tidak membantu saudara yang seiman dan melawan musuh yang hendak menghabisi mereka dan mematikan agama mereka, hal itu bisa melemahkan sebagian orang yang telah ikut berjihad melawan musuh Allah, maka orang yang demikian ini berhak memperoleh ancaman keras dari Allah, Dia berfirman, “jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya kamu dengan kaum yang lain”, yang tidak sama dengan kaum “dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepadaNya sedikitpun.” Karena Allah telah menjamin untuk memenakan agamaNya dan kalimatNya, tidak ada bedanya kamu mejalankan perintah Allah atau kamu mencampakkannya di belakang punggungmu. “Allah Mahakuasa atas segala seusatu.” Tidak ada seusatupun yang menghalang-halangiNya dari apa yang diinginkanNya dan tidak ada sesuatupun yang dapat mengalahkanNya.
Tafsir Al-Wajiz
39. Jika kalian tidak berangkat dan keluar untuk berjihad, niscaya Allah akan mengazab kalian dengan azab yang pedih di dunia dengan dihinakan, lalu mendatangkan kaum lain sebagai pengganti kalian yang menaati Allah dan menyelamatkan agamaNya dan negeriNya. Dan kalian tidak bisa memberi mudharat kepada Allah dan nabiNya sedikitpun dengan tidak menunaikan perintah dan memberi pertolongan. Allah itu berkuasa atas setiap sesuatu di antaranya adalah menyelamatkan agama dan nabiNya. Ibnu Abbas berkata: “Rasulallah SAW meminta orang-orang Arab untuk berangkat (perang), lalu mereka keberatan. Kemudian Allah menurunkan ayat {illaa tanfiruu yu’adzibkum ‘adzaban aliiman} Lalu hujan ditahan untuk turun atas mereka dan ini merupakan azab bagi mereka”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com