Surah Ghafir : Ayat 39
يَٰقَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا مَتَٰعٌ وَإِنَّ ٱلْءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلْقَرَارِ
"Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal."
Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai kaumku! sesungguhnya kehidupan dunia yang fana ini hanyalah kesenangan sementara yang mudah didapat dan mudah pula lenyap, dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang tidak akan pernah lenyap dan kekal selama-lamanya. '40. Dialog yang terjadi antara fir'aun dengan salah seorang kaumnya yang beriman secara sembunyi-sembunyi itu, memberi pesan kuat tentang perbuatan baik dan perbuatan jahat. Oleh sebab itu, renungkanlah bahwa barang siapa mengerjakan perbuatan jahat dan berbuat kebinasaan di muka bumi, maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan dan beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman dengan sungguh-sungguh, maka mereka akan masuk ke dalam surga atas anugerah Allah, dan mereka diberi rezeki di dalamnya dengan nikmat tidak terhingga.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 38-40 Orang mukmin berkata itu berkata kepada kaumnya yang membangkang, melampaui batas dan lebih memilih kehidupan dunia dan melupakan Tuhan Yang Maha Mengalahkan dan Maha Tinggi. Jadi dia berkata kepada mereka: (Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar) yaitu tidak sebagaimana yang hal dusta yang dikatakan Fir'aun dalam ucapannya: (dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar) (Surah Ghafir: 29) Kemudian dia menganjurkan mereka untuk bersikap zuhud terhadap dunia yang lebih mereka pilih daripada akhirat, sehingga hal itu menghalangi mereka untuk membenarkan utusan Allah, nabi Musa. jadi dia berkata: (Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara)) yaitu sedikit lagi akan hilang dan fana dalam waktu sebentar, dia akan lenyap dan menyusut (dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah negeri yang kekal) yaitu negeri yang tidak akan lenyap, perpindahan, dan pergi darinya menuju negeri lain, bahkan kepada kenikmatan atau neraka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu) yaitu, satu yang serupa dengan itu (Dan barang siapa mengerjakan amal yang saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab) yaitu tidak bisa diukur balasannya, bahkan Allah memberinya pahala yang banyak, yang tidak ada putusnya dan tidak ada habisnya.
Tafsir As-Sa'di
39. “hai kaumku, sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan sementara,” disenangi dan dinikmati hanya sebentar saja, lalu terputus dan sirna. Maka janganlah kalian tertipu atau terpedaya dari tujuan kalian diciptakan. “Dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal”. Yang menjadi tempat tinggal, tempay kedamaian, dan tempat ketentraman. Maka hendaknya kalian mengutamakannya dan melakukan amalan untuknya yang dapat membuat kalian bahagia di dalamnya.
Tafsir Al-Wajiz
39. “Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kenikmatan sementara yang akan lenyap, adapun akhirat adalah tempat yang kekal dan abadi selamanya