Tafsir Ringkas Kemenag
Selama 13 tahun di mekah Allah membela orang yang beriman dengan menguatkan hati mereka untuk bersabar dalam menghadapi hinaan, boikot, pengusiran dan percobaan pembunuhan yang dilakukan orang-orang kafir. Kini, setelah hijrah ke madinah diizinkan kepada orang-orang yang diperangi untuk berperang guna membela diri dan kehormatan agama dalam perang badar, karena sesungguhnya mereka dizalimi selama di mekah. Dan sungguh, Allah mahakuasa menolong me-reka itu pada perang badar dengan menurunkan para malaikat untuk mengalahkan orang-orang kafir mekah. 40. Orang-orang beriman yang diizinkan untuk berperang itu adalah orang-orang yang diusir dari kampung halamannya di mekah tanpa alasan yang benar, baik menurut akal sehat maupun nurani. Alasan satu-satunya dari tindakan tersebut adalah hanya karena mereka berkata, 'tuhan kami ialah Allah, ' lalu istikamah dalam keyakinannya. Seandainya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia kepada sebagian yang lain yang menumpahkan darah dan saling menghancurkan, dengan diizinkan berperang kepada orang-orang beriman guna membela diri dan menyadarkan penyerang untuk menghentikan serangannya dan bersedia hidup berdampingan dengan toleran, tentu telah dirobohkan biara-biara nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah akibat keganasan perang. Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama-Nya dengan mencegah perang dan memperjuangkan perdamaian. Sungguh, Allah mahakuat, mahaperkasa atas segala sesuatu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 39-40 Mujahid dan Ad-Dahhak berkata bahwa ini adalah ayat yang diturunkan tentang jihad Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa ketika Nabi SAW keluar dari Makkah, lalu Abu Bakar berkata,"Mereka mengusir nabi mereka,”Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un, tentu mereka pasti binasa" Ibnu Abbas berkata,”Lalu Allah SWT menurunkan firmanNya: (Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu (39)) Abu Bakar berkata,"Maka aku mengetahui bahwa akan terjadi peperangan" Firman Allah (Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu) yaitu Dia mampu menolong hamba-hambaNya yang mukmin tanpa melibatkan mereka dalam peperangan, tetapi Dia berkehendak agar hamba-hambaNya mencurahkan usaha mereka untuk melakukan ketaatan kepadaNya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), Maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kalian telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka dan sesudah itu kalian boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka (4) Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka (5) dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkanNya kepada mereka (6)) (Surah Muhammad) Sesungguhnya Allah mensyariatkan jihad hanyalah dalam waktu yang sesuai dengannya; karena sesungguhnya ketika mereka berada di Makkah, orang-orang musyrik jumlahnya lebih banyak. Seandainya orang-orang muslim yang jumlahnya lebih sedikit dari sepersepuluh jumlah orang-orang musyrik, diperintahkan untuk memerangi mereka, maka amat berat bagi mereka melakukannya. Karena itu setelah penduduk Yatsrib berbaiat kepada Rasulullah SAW di malam 'Aqabah, yang saat itu jumlah mereka ada delapan puluh orang. Mereka berkata,"Wahai Rasulullah, bolehkan kami menyerang penduduk lembah ini?" yang mereka maksud adalah orang-orang Mina di malam-malam ketika di Mina. Maka Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya aku belum diperintahkan untuk melakukannya" Setelah orang-orang musyrik melampaui batas dan mengusir Nabi SAW dari mereka, bahkan mereka bermaksud membunuhnya, sebagian di antara para sahabatnya berpencar, pergi meninggalkan Makkah; sebagian di antara mereka berhijrah ke Habasyah, dan sebagian lainnya ke Madinah. Setelah mereka semua berada di Madinah, lalu Rasulullah SAW datang kepada mereka. Maka mereka berkumpul dan menolong beliau. Sehingga jadilah Madinah merupakan kota dan benteng Islam, yang mereka jadikan tempat berlindung. Saat itu Allah memerintahkan berjihad melawan musuh-musuh mereka. Ini merupakan ayat jihad yang pertama diturunkan, yaitu firmanNya SWT: (Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa (39) menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar) (kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah”) yaitu mereka sama sekali tidak pernah berbuat jahat dan tidak mempunyai dosa apa pun terhadap kaumnya, melainkan hanya karena mereka mengesakan Allah dan menyembahNya, tidak ada sekutu bagiNya. Ini adalah Istisna munqathi’ yang berhubungan dengan kejadian yang sebenarnya. Adapun bagi orang-orang musyrik hal itu merupakan suatu dosa besar berat, sebagaimana Allah SWT berfirman: (mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kalian karena kalian beriman kepada Allah, Tuhan kalian) (Surah Al-Mumtahanah: 1) Allah SWT berfirman tentang kisah ashabul ukhdud, yaitu: (Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (8)) (Surah Al-Buruj) Oleh karena itu orang-orang muslim mengucapkan syair-syair saat mereka membangun parit: “Ya Allah, seandainya bukan karena Engkau, maka kami tidak akan mendapat petunjuk, tidak bersedekah dan tidak shalat” “Maka turunkanlah ketenangan kepada kami dan teguhkanlah telapak kaki kami saat bertemu musuh” “Sesungguhnya mereka melampaui batas kepada kami; mereka bermaksud memfitnah kami, tetapi kami menolak” Rasulullah SAW menyetujui ucapan mereka itu dan beliau ikut mengucapkannya bersama mereka, Jika mereka mengucapkan "Mereka bermaksud memfitnah kami, tetapi kami menolak" Maka Nabi SAW mengucapkan “tetapi kami menolak” dengan suara yang keras. Kemudian Allah SWT : (Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain) yaitu seandainya Allah tidak menolak suatu kaum dengan kaum lain dan mencegah kejahatan sebagian manusia dari sebagian lainnya, melalui sarana dan penyebab yang telah Dia ciptakan dan takdirkan, maka bumi ini rusak dan orang kuat akan memakan yang lemah. (tentulah telah dirobohkan biara-biara) yaitu tempat-tempat ibadah yang kecil milik para rahib. Hal ini dikatakan Mujahid, Abu Al-’Aliyah, Adh-Dhahhak, dan lainnya. Qatadah berkata bahwa maknannya adalah tempat peribadatan orang-orang sabi’. (gereja-gereja) yaitu lebih besar daripada yang pertama dan lebih banyak orang di dalamnya. Dan ini adalah milik orang-orang Nasrani juga. Pendapat ini dikatakan Abu Al-’Aliyah, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan lainnya. Ibnu Jubair meriwayatkan dari Mujahid dan lainnya, bahwa itu adalah sinagog-sinagog. Firman Allah: (rumah-rumah ibadat orang Yahudi) Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, bahwa shalawat adalah masjid Ahli Kitab dan masjidnya orang-orang muslim. Adapun masjid khusus bagi orang-orang muslim. Firman Allah: (yang di dalamnya banyak disebutkan nama Allah) Dikatakan bahwa dhamir pada firmanNya: (yang di dalamnya disebut) merujuk kepada masjid, karena lafaz masjid yang paling dekat untuk disebutkan. Adh-Dhahhak berkata bahwa semua itu banyak disebutkan nama Allah di dalamnya . Ibnu Jarir berkata bahwa yang benar adalah bahwa tentulah telah dirobohkan kuil-kuil para rahib, gereja-gereja orang Nasrani, sinagog-sinagog orang Yahudi, dan masjid-masjid orang-orang muslim yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Pengertian inilah yang dipakai dan terkenal dalam pembicaraan orang-orang Arab. Firman Allah: (Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya) sebagaimana firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian (7) Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka (8)) (Surah Muhammad) Firman Allah: (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa) Allah menggambarkan DzatNya dengan kekuatan dan keperkasaan. Dengan kekuatanNya Dia menciptakan segala sesuatu dan menentukan takdirnya. Dengan keperkasaanNya tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkanNya, bahkan segala sesuatu hina di hadapanNya dan membutuhkanNya. Orang yang ditolong oleh Dzat yang Maha Perkasa dan Maha Kuat, maka dia pasti mendapat kemenangan,sedangkan musuh-musuhnya akan kalah. Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul (171) (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan (172) Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang (173)) (Surah Ash-Shaffat)
Tafsir As-Sa'di
39. Dimasa permulaan Islam, kaum Muslimin dilarang memerangi kaum kafir dan diperintahkan untuk bersabar terhadap (gangguan) mereka atas dasar hikmah ilahi. Ketika mereka telah berhijrah ke Madinah dan tetap ditindas, sementara telah terhimpun ketahanan diri dan kekuatan, maka mereka diperbolehkan melancarkan peperangan. Sebagaimana tertuang dalam Firman Allah, “telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi.” Dapat dipahami dari ayat tersebut, bahwasanya sebelumnya, mereka dilarang melakukannya. Kemudian Allah mengizinkan bagi mereka untuk memerangi kaum yang melancarkan peperangan (kepada mereka). Allah memberikan lampu hijau bagi mereka (untuk berperang), karena mereka pihak yang terzhalimi, lantaran dihalang-halangi dari (menjalankan) agama mereka dan disakiti karenanya serta diusir dari kampung-kampung mereka “Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu,” maka hendaknya mereka memohon pertolongan kepadaNya dan meminta bantuan padaNya.