Surah Al-Baqarah : Ayat 39
وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَآ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

"Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Adapun sebaliknya, orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami dan enggan bertobat, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya bukan saja karena mereka kafir, tetapi juga karena mereka mendustakan ayat-ayat kami, yakni tahu dan mengerti ayat-ayat kami, tetapi menolaknyaayat ini dan beberapa ayat setelahnya berbicara tentang bani israil, yakni anak keturunan israil, nama lain dari nabi yakub, cucu nabi ibrahim. Mereka juga dikenal dengan sebutan yahudi. Wahai bani israil! ingatlah dan renungkanlah nikmat-nikmat-ku yang telah aku berikan kepadamu dan nenek moyangmu seperti turunnya petunjuk-petunjuk ilahi, penyelamatan dari musuh-Musuhmu, dan lain-lain. Dan penuhilah janjimu kepada-ku yang telah kamu nyatakan di dalam jiwamu, niscaya aku penuhi pula janji-ku kepadamu dengan memberi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia serta pahala dan surga di akhirat nanti, dan takutlah serta tunduklah kamu hanya kepada-ku saja.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah berfirman untuk memberitahu tentang apa yang Dia peringatkan kepada nabi Adam, istrinya (Hawa), dan Iblis ketika Dia mengeluarkan mereka dari surga. Yang dimaksud dengan "keturunan" di sini adalah bahwa Allah akan menurunkan kitab-kitab, mengutus para nabi dan rasul; sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Al-'Aliyah, dan yang dimaksud dengan “petunjuk” adalah para nabi dan rasul, serta penjelasan. Mujahid berkata bahwa “petunjuk” (di sini) adalah nabi Muhammad SAW. Al-Hasan berkata bahwa “petunjuk” (di sini) adalah Al-Quran. Dua pendapat ini benar. Adapun pendapat Abu Al-‘Aliyah itu lebih umum. (barang siapa yang mengikuti petunjukKu) maknanya yaitu siapa saja yang menerima kitab-kitab yang diturunkanNya dan rasul-rasul yang diutusNya (niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka) yaitu terhadap apa yang akan mereka hadapi berupa perkara akhirat. (dan tidak (pula) mereka bersedih hati) atas apa yang telah mereka tinggalkan berupa perkara dunia, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Thaha (Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka (123)) (Surah Thaha :123) Disebutkan bahwa perintah “turun” yang kedua ini memiliki makna yang berbeda dari yang pertama. Beberapa ulama’ beranggapan bahwa ini adalah bentuk pengulangan dan penegasan, sebagaimana ketika seseorang berkata "Bangkit, bangkit!". Ulama’ lain berpendapat bahwa perintah “turun” yang pertama adalah itu turun dari surga ke langit dunia, sedangkan yang kedua adalah turun dari langit dunia ke bumi. Yang benar adalah pendapat yang pertama, dan Allah SWT lebih mengetahui rahasia kitabNya
Tafsir As-Sa'di
39. Demikian juga menghilangkan “kesesatan” dan “kesengsaraan” dari orang yang mengikuti petunjukNya. Dan apabila kedua hal itu juga telah hilang, niscaya tetaplah hal yang menjadi kebalikan keduanya yaitu hidayah dan kebahagiaan. Barangsiapa yang mengikuti petunjukNya, niscaya dia akan memperoleh rasa aman dan kebahagiaan dunia dan akhirat dan juga hidayah, dan hilanglah darinya segala hal yang dibenci berupa kekhawatiran, kesedihan dan kesesatan, serta kesengsaraan, dan dia memperoleh hal yang diharap-harapkan dan lenyaplah hal yang di takuti. Hal ini akan terbalik bagi orang yang tidak mengikuti petunjukNya lalu ia kufur kepadaNya dan mendustakan ayat-ayatNya; "mereka itulah penghuni neraka", maksudnya, orang-orang yang senantiasa di neraka sebagaimana kebersamaan seorang teman dengan temannya atau seorang yang berhutang terhadap pemberi hutang. “Mereka kekal di dalamnya, ” mereka tidak akan keluar darinya, dan azab tidak akan berhenti menyiksa mereka, dan mereka sama sekali tidak akan ditolong. Dalam ayat ini dan ayat-ayat yang semisalnya terkandung dalil tentang pengelompokkan makhluk dari jin dan manusia kepada kelompok bahagia dan sengsara, juga terkandung penjelasan tentang sifat-sifat kedua kelompok tersebut serta perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan kepada kedua kelompok tersebut, dan bahwasanya jin itu seperti manusia dalam hal pahala dan hukuman sebagaimana mereka juga sama dengan manusia dalam hal ( kewajiban menjalankan) perintah dan (menjauhi) larangan. Kemudian Allah ta’ala mulai mengingatkan Bani Israil akan nikmat-nikmatNya terhadap mereka dan anugerah-anugerahNya atas mereka.
Tafsir Al-Wajiz
Adapun orang-orang yang kafir kepada Allah, mengingkari keesaanNya, berpaling dari petunjukNya dan kitab-kitabNya yang telah diturunkan dan mendustakan Al-Qur’an adalah penduduk neraka. Mereka menetap disana dan tidak (dapat) keluar selama-lamanya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com