Surah Al-Isra : Ayat 39
ذَٰلِكَ مِمَّآ أَوْحَىٰٓ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتُلْقَىٰ فِى جَهَنَّمَ مَلُومًا مَّدْحُورًا
"Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Itulah sebagian hikmah, hukum-hukum yang mengandung kebenaran yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, yang diwahyukan tuhanmu kepadamu, yakni nabi Muhammad, melalui malaikat jibril. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela oleh dirimu sendiri dan orang lain dan dijauhkan dari rahmat Allah. Setelah mengingatkan umat islam agar tidak mengikuti perkataan dan perbuatan yang tidak diketahui kebenarannya, pada ayat ini Allah menjelaskan kesalahan kaum musyrik yang menyembah patung-patung sebagai perantara mendekatkan diri mereka kepada tuhan. Allah menyatakan, maka apakah pantas, apa yang engkau katakan bahwa tuhanmu memilihkan anak-anak laki-laki untukmu dan dia mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat, yang menurut pandanganmu lebih rendah derajatnya daripada anak laki-laki' sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar dosanya, yaitu bahwa tuhan mempunyai anak dan para malaikat berjenis kelamin perempuan, sungguh perkataan itu adalah kebohongan yang nyata.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman,"Apa yang Kami perintahkan kepadamu ini berupa akhlak-akhlak yang baik; dan yang Kami larang darinya, berupa sifat-sifat yang tercela, dari apa yang Kami wahyukan kepadamu, wahai Muhammad, hendaklah kamu perintahkan kepada manusia" (Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela) yaitu, kamu akan mencela dirimu sendiri; dan Allah serta makhlukNya akan mencelamu (lagi dijauhkan) yaitu dijauhkan dari semua kebaikan. Ibnu Abbas dan Qatadah berkata,”diusir” yang diajak bicara dalam ayat ini adalah umat ini melalui Rasulullah SAW. Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah seorang yang dima'sum.Allah SWT berfirman,"Semua yang Kami perintahkan kepadamu, berupa akhlak-akhlak yang baik, dan semua yang Kami larang dari mengerjakannya, berupa sifat-sifat tercela yang Kami wahyukan kepadamu, wahai Muhammad, hendaklah kamu perintahkan kepada manusia" (Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela) yaitu, kamu akan mencela dirimu sendiri, dan Allah serta semua makhluk akan mencelamu (lagi dijauhkan) dijauhkan dari semua kebaikan. Ibnu Abbas dan Qatadah berkata yang dimaksud adalah diusir. yang diajak bicara dalam ayat ini adalah umat ini melalui Rasulullah SAW, karena sesungguhnya Rasulullah SAW adalah seorang yang dima'sum
Tafsir As-Sa'di
39. “Itulah,” yang Kami jelaskan dan terangkan dari hukum-hukum yang agung ini. “sebagian hikmah yang diwahyukan Rabbmu kepadamu,” sesungguhnya termasuk nilai-nilai yang mengandung hikmah, adalah perintah untuk berbuat kebaikan dan berakhlak mulia, serta larangan dari moral yang hina dan tingkah laku yang jelek. Perbuatan-perbuatan yang disebutkan pada ayat-ayat ini termasuk pancaran hikmah yang luhur, yang diwahyukan oleh Rabb semesta alam kepada penghulu para rasul (Nabi Muhammad) dalam kitabNya yang mulia (al-Quran al-Karim) untuk disampaikan kepada umat yang terbaik. Perbuatan-perbuatan itu termasuk hikmah yang barangsiapa telah mendapatkannya, maka dia telah dianugerahi kebaikan yang melimpah ruah. Kemudian, Allah menutup rangkaian ayat itu dengan larangan untuk beribadah kepada selainNya sebagaimana Allah telah mengawalinya dengan topic itu. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka,” yaitu dalam keadaan kekal dan dikekalkan. Sesungguhnya orang yang berbuat syirik, maka Allah benar-benar mengharamkan surge baginya surge. Dan tempat kembalinya adalah di dalam neraka “dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah),” maksudnya, kamu dikenai celaan, laknat dan hinaan dari Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.
Tafsir Al-Wajiz
39. Tanggung jawab itu, yaitu 25 hal yang berisi perintah dan larangan adalah sejumlah wahyu yang diberikan kepadamu wahai Nabi, sebagai hikmah yang adil, kebaikan dan pelajaran. Dan janganlah kamu menyertakan Tuhan lain bersama Allah dalam beribadah, lalu dia menjadi sekutu yang ditolak, kemudian kamu dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan terhina dan tertolak dari rahmat Allah. Hikmah pada dasarnya adalah mengetahui kebenaran tentang DzatNya. Dan yang dimaksud disini bahwa hukum-hukum ini adalah ayat-ayat yang membimbing menuju hikmah.