Surah Ibrahim : Ayat 36
رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ فَمَن تَبِعَنِى فَإِنَّهُۥ مِنِّى ۖ وَمَنْ عَصَانِى فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ya tuhan, aku tahu berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia akibat kebodohan mereka. Karena itu, barang siapa mengikutiku dan tidak menyembah berhala-berhala tersebut, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku dan menyembah berhala-berhala itu, maka hukumlah mereka. Akan tetapi, bila engkau ampuni mereka, maka engkau adalah tuhan yang maha pengampun, maha penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertobat. Ya tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di mekah, lembah yang tak berpenghuni dan tidak mempunyai tanamtanaman, di lokasi yang dekat dengan rumah engkau (baitullah) yang dihormati. Ya tuhan, aku tempatkan mereka di sana agar mereka melaksanakan salat. Maka, aku mohon ya Allah, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-Mudahan dengan anugerah-Mu itu mereka selalu bersyukur kepada-Mu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 35-36 Allah SWT ketika memberikan bantahan terhadap orang-orang musyrik Arab, menyebutkan bahwa tanah haram di Makkah itu sejak awal dibangun hanya sebagai tempat untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dan nabi Ibrahim yang memakmurkannya karena pembangunannya berlepas diri dari orang-orang yang menyembah selain Allah. Nabi Ibrahim berdoa untuk Makkah agar menjadi kota yang aman. dia beroa: (Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman) Allah mengabulkan permintaannya, dan Dia berfirman: (Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok) (Surah Al-Ankabut: 67). Dan di kisah ini Allah berfirman: (Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman) Dia diketahui karena dia berdoa setelah membangunnya. Oleh karena itu dia berdoa: (Segala puji bagi Allah, yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq) (Surah Ibrahim: 39) Diketahui bahwa nabi Ismail tiga belas tahun lebih tua daripada nabi Ishaq. Adapun ketika nabi Ismail dibawa oleh nabi Ibrahim bersama ibunya ke Makkah, dia masih menyusu; dan sesungguhnya nabi Ibrahim juga berdoa saat itu: (Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman) sebagaimana yang telah kami sebutkan dalam surah Al-Baqarah. Allah berfirman: (dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala) Setiap orang yang berdoa dianjurkan agar mendoakan diri sendiri, kedua orang tua dan keturunannya. Kemudian nabi Ibrahim menyebutkan bahwa banyak manusia yang terfitnah oleh berhala-berhala, dan bahwa dia berlepas diri dari orang-orang yang menyembahnya, dan dia mengembalikan urusan mereka kepada Allah, Jika Allah menghendaki maka Dia akan mengazab mereka, dan jika Dia menghendaki maka Dia akan mengampuni mereka, sebagaimana yang dikatakan nabi Isa: (Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (118) (Surah Al-Maidah) Tidak lain bahwa segala sesuatu dikembalikan kepada kehendak Allah SWT bukan merupakan pembolehan terjadinya hal itu.
Tafsir As-Sa'di
36. Kemudian Allah menyebutkan alasan kekhawatiran Nabi Ibrahim terhadap praktik kesyirikan pada diri dan anak-keturunannya, yaitu banyaknya orang yang terfitnah dan tergoda oleh peribadahan syirik. Dia berkata, “Ya Rabbku sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia”, mereka tersesat disebabkannya “maka barangsiapa mengikutiku”, sesuai kandungan risalah yang aku bawa, berupa tauhid dan ikhlas kepada Allah Rabb semesta alam “maka sesungguhnya dia termasuk golonganku”, lantaran integritasnya dalam mengikuti. Barangsiapa mencintai suatu kaum, niscaya akan mengikuti mereka, dan bergabung dengan mereka. “Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”, ungkapan ini menjadi bukti rasa iba Ibrahim (kepada anak cucunya) di mana beliau berdoa bagi orang yang bermaksiat agar mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah. Allah lebih sayang daripada Ibrahim kepada para hamba Allah, tidak menyiksa kecuali orang yang keras kepala (dalam maksiat).
Tafsir Al-Wajiz
36. Wahai Tuhanku sesungguhnya berhala-berhala itu menjadi sebab kesesatan banyak orang dan mereka yang mengikutiku dalam Islam, tauhid dan tidak menyembah berhala, meskipun hanya benda mati, sedangkan mereka itu termasuk keluargaku dan orang yang menentangku, namun mereka tidak memeluk agamaku. Sesungguhnya engkau adalah Dzat yang Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan Maha Pengasih bagi orang yang berserah diri dan memperbaiki diri. Doa ini merupakan penolong ketika berbuat maksiat, selain orang-orang musyrik dan orang-orang kafir. Dan puntu taubat itu terbuka bagi orang yang mau bertaubat, mengakui kesalahan