Surah Az-Zumar : Ayat 35
لِيُكَفِّرَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

"agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Di samping itu, orang-orang yang bertakwa juga beroleh janji, agar Allah senantiasa menghapus, yakni memberikan pengampunan atas perbuatan mereka yang paling buruk yang pernah mereka lakukan, dan juga memberi pahala kepada mereka dengan yang terbaik daripada apa yang mereka kerjakan selama hidup di dunia. 36. Setelah menjelaskan anugerah bagi orang-orang bertakwa, Allah menyatakan pada ayat ini bahwa dialah pelindung hamba-hamba-Nya dengan mencukupi segala keperluan mereka. Bukankah Allah yang mahakuasa dan maha pemurah itu telah mencukupi segala sesuatu yang diperlukan oleh hamba-Nya' mereka, orang-orang musyrikin mekah itu, menakut-nakutimu wahai nabi Muhammad, dengan tuhan-tuhan yang selain dia. Barang siapa yang dibiarkan secara bebas memilih kesesatan oleh Allah dan hatinya cenderung kepada kesesatan itu, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 32-35 Allah SWT berfirman kepada orang-orang musyrik yang telah mengada-adakan kedustaan terhadap Allah dan menjadikan tuhan-tuhan lain bersamaNya, mereka menganggap bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, dan mereka menjadikan bahwa Allah memiliki anak. Maha Suci Allah dari ucapan mereka dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. Selain itu mereka mendustakan kebenaran ketika datang kepada mereka melalui lisan para rasul Allah, Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya?) yaitu tidak ada seorangpun yang lebih zalim daripada dia, karena sesungguhnya hal ini berarti dia melakukan dua kebathilan secara bersamaan, yaitu membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan mendustakan rasulNya. Mereka berkata bahwa kebathilan dan menolak kebenaran, oleh karena itu, Allah SWT berfirman kepada mereka seraya mengancam: (Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang kafir?) Mereka adalah orang-orang yang ingkar dan mendustakan Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya) Mujahid, Qatadah, Ar-Rabi' bin Anas, dan Ibnu Zaid berkata bahwa orang yang membawa kebenaran itu adalah Rasulullah SAW. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya) dia berkata yaitu orang yang datang dengan membawa kalimat “Tidak ada Tuhan selain Allah” (dan membenarkannya) yaitu Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Mujahid: (Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya) dia berkata yaitu orang-orang yang mengamalkan Al-Qur'an yaitu orang-orang mukmin datang pada hari kiamat dan berkata,"Inilah yang telah Engkau berikan kepada kami, maka kami mengamalkan apa yang ada di dalamnya sesuai dengan apa yang Engkau perintahkan kepada kami" Pendapat yang bersumber dari Mujahid ini mencakup semua orang mukmin, karena sesungguhnya orang-orang mukminlah yang mengatakan kebenaran dan mengamalkannya. Dan Rasulullah SAW adalah orang yang paling berhak termasuk ke dalam makna ayat ini, berdasarkan penafsiran ini, karena sesungguhnya beliau adalah orang yang membawa kebenaran, membenarkan para rasul, serta beriman kepada apa yang Dia turunkan kepadanya dari Tuhannya, dan orang-orang mukmin, semuanya beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, dan para rasulNya. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firman Allah: (Dan orang yang membawa kebenaran) yaitu Rasulullah SAW (dan membenarkannya) orang-orang muslim berkata (mereka itulah orang-orang yang bertakwa) Ibnu Abbas berkata bahwa mereka menghindari perbuatan syirik (Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka) yaitu di surga nanti, bagaimanapun yang mereka minta, mereka mendapatkannya (Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik (34) agar Allah menutupi (mengampuni) perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan (35)) Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama-sama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka (16)) (Surah Al-Ahqaf)
Tafsir As-Sa'di
35. “Agar Allah akan menutupi bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” Amal perbuatan manusia itu mempunyai tiga kondisi, yaitu: Terburuk, atau terbaik, atau tidak terburuk dan tidak pula terbaik. Bagian yang terakhir ini adalah bagian yang mubah-mubah dan yang tidak ada kaitannya dengan pahala ataupun siksa. Sedangkan yang terburuk adalah semua maksiat, dan yang terbaik adalah semua ketaatan. Maka dengan uraian ini makna ayat di atas menjadi jelas, dan bahwa FirmanNYa, “Agar Allah akan menutupi bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan,” maksudnya adalah dosa-dosa kecil dan dosa-dosa besar, disebabkan ihsan (perbuatan baik) dan ketakwaan mereka, “dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan,” maksudnya, semua perbuatan baik mereka. “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar”. (An-Nisa:40).
Tafsir Al-Wajiz
35. Agar Allah menutupi dan mengampuni perbuatan buruk dan dosa mereka. Juga memberi pahala atas ketaatan dan amal baik yang telah mereka lakukan di dunia. Sebagai balasan yang lebih baik dari pada amal mereka sendiri sebab keimanan dan keikhlasan mereka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com